Semoga Dikabulkan, Doa PGRI pada Acara Puncak HUT Ke-75

Pembacaan Doa pada Acara Puncak HUT Ke-75 PGRI, 28 November 2020 (Dok. PB PGRI)

Berdoalah kepada-Ku niscaya akan aku kabulkan. Demikian nukilan ayat suci, firman Tuhan. Oleh karena itu, pada acara puncak HUT Ke-75 Peratuan Guru Republik Indonesia dibacakan untaian kalimat permohonan dalam bentuk doa yang dipimpin oleh Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI.

Teks doa telah disebarkan panitia diviralkan di berbagai media mainstream maupun media sosial. Pada acara puncak yang berlangsung lebih dari tujuh jam tersebut, doa dibacakan pada menit ke-55 setelah enam jam acara berlangsung. Acara tersebut disiarkan secara langsung melalui @tunas.tv, kanal Youtube @PB PGRI, dan pertemuan Zoom.

Doa yang Umum Dipanjatkan

Doa yang umum dianjatkan pada setiap acara adalah memohon kepada Tuhan agar diberi petunjuk agar yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan. Berharap agar Tuhan tidak menghukum apabila lupa atau khilaf. PGRI pun memohon agar tidak diberi beban yang berat sebagaimana dibebankan kepada orang-orang terdahulu serta beban yang tidak sanggup memikulnya. Doa tersebut juga dibacakan pada acara puncak peringatan HUT Ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 28 November 2020.

Doa Khusus pada Peringatan HUT Ke-75 dan Hari Guru Nasional Tahun 2020

Pada ulang tahunnya yang ke-75, secara khusus PGRI memohon kepada Allah, Tuhan Yang Mahakuasa dan berharap agar Tuhan berkenan mengabulkan atas hal-hal sebagai berikut.

Memohon agar Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI dan HGN tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan mutu, kualitas, kesejahteraan, dan perlindungan bagi guru dan tenaga kependidikan secara komprehensif

PGRI sudah, sedang, dan akan terus meningkatkan kesejahteraan. Gebrakan terakhir PB PGRI dalam meningkatkan pelayanan, kesejahteraan, dan perlindungan bagi guru adalah diluncurkannya Start Up aplikasi layanan bernama Bantu Guru. Aplikasi ini tersedia di Playstore. Aplikasi Bantu Guru dijadikan aplikasi nasional melalui PSLCC PB PGRI yang diketuai oleh Prof. Eko Indrajit, demikian laman PB PGRI mengabarkan.

Detail keterangan pada Playstore, aplikasi Bantu Guru dibuat untuk perlindungan, peningkatan kesejahteraan, dan peningkatan kompetensi guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Tagline aplikasi Bantu Guru adalah “Guru Terbantu, Pendidikan Maju”. Pada saat tulisan ini dipublikasikan, Aplikasi ini masih menggunakan Versi 1.0, diupdate pada 16 Oktober 2020. Lebih dari 5000 orang telah mendonlot aplikasi ini. Aplikasi yang ditawarkan oleh Bantu Cikgu Sejahtera  ini dirilis pada 16 Oktober 2020.

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi, mengatakan bahwa beliau yakin aplikasi tersebut menjadi Start Up Community bagi profesi yang akan melayani guru, dosen, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk sumbangsih nyata PGRI sebagai organisasi profesi guru yang terus bergerak dan melakukan perjuangan menuju pendidikan Indonesia maju (http://pgri.or.id/).

Meningkatkan profesionalisme guru untuk mendidik putera-puteri menjadi pelajar Pancasila sejati

Guru Indonesia adalah guru yang dilahirkan pada abad ke-20. Mereka menyelenggarakan pendidikan di kelas yang didesain pada abad ke-19 dengan metode yang dipelajari sejak abad ke-18. Sementara itu, mereka harus menyiapkan peserta didik menjadi generasi abad ke-21. Demikian ketua PGRI Smart Learning Center, Prof. Eko Indrajit pernah mengatakan pada suatu kesempatan mengutip sindiran CEO Google tentang fenomena yang terjadi pada dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kemauan semua pihak untuk open heart (membuka hati) dan open mind (membuka pikiran)

PGRI mendorong para anggotanya untuk terus meningkatkan kompetensi dan keprofesionalan dengan memfasilitasi berbagai pelatihan, kompetisi, dan olimpiade. Bahkan PGRI mendirikan PGRI Smart Learning System sebagai solusi pendidikan masa depan bagi Guru di Indonesia. Dengan kompetensi dan keprofesionalan guru, mereka diharapkan mampu mendidik peserta didik menjadi pelajar Pancasila sejati.

Siapakah pelajar pancasila sejati itu? Menurutu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mereka adalah  pelajar yang memiliki enam ciri utama, yaitu: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Memuliakan guru dengan karya-karya mereka yang bermakna bagi anak bangsa ini

PGRI memohon kepada Tuhan agar memuliakan guru dengan karya-karya bermakna bagi anak bangsa. Karya guru sangat beragam. Kreasi dan inovasi yang mereka lakukan di kelas berupa pembelajaran yang menyenangkan adalah karya yang langsung dirasakan manfaatnya oleh peserta didik. Pengembangan diri, publikasi ilmiah, maupun karya inovatif seperti karya seni, alat peraga, dan teknologi tepat guna merupakan unsur-unsur yang bernilai anga kredit. Nilai tersebut berguna bagi mereka untuk peningkatan karirnya. Semoga Tuhan senantiasa memudahkan guru untuk melakukan semua itu.

Menganugerahi bangsa Indonesia dengan generasi gemilang di masa mendatang melalui peran pendidikan yang bermutu.

Pendidikan bermutu yang dilakukan oleh para guru yang berkualitas adalah upaya mempersiapkan generasi di masa mendatang. Generasi gemilang masa datang adalah generasi yang memiliki kemampuan bekerja sama dengan bangsa lain, memiliki kemandirian yakni bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya, bernalar kritis, dan kreatif.

Mengangkat wabah ini dari negeri kita tercinta.

Delapan bulan lebih, pandemi Covid-19 melanda negara kita. Hal itu berdampak terhadap kehidupan termasuk pendidikan sehingga guru harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Kompas (28/11/2020) memberitakan bahwa Presiden menyebut tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Indonesia semakin membaik angkanya yaitu 82,4% di atas rata-rata dunia yang hanya 72%. Namun Presiden Jokowi juga mengimbau untuk masyarakat Indonesia agar berhati-hati karena di Eropa sudah ada gelombang ke-2 covid-19 yang kenaikan penyebarannya sangat tinggi sekali.

Memohon kepada Tuhan agar wabah diangkat dari negeri kita tentu dibarengi dengan perilaku hidup yang sehat, menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan berhati-hati serta waspada.

Memohon perlindungan agar bangsa Indonesia terhindar dari marabahaya yang timbul akibat kebodohan dan kelalaian.

Para arif mengatakan bahwa skebodohan adalah sikap yang mengabaikan pada kebenaran, mengumbar hawa nafsu, dan berangan-angan tanpa berusaha keras. Selain itu kebodohan juga disebabkan ketiadaan ilmu. Sedangkan lalai menurut kamus artinya kurang hati-hati, tidak mengindahkan kewajiban atau pekerjaan, berarti pula lengah. Lalai juga timbul akibat terlalu sibuk atau asyik melakukan sesuatu. Kedua hal tersebut dapat menimbulkan marabahaya. Bahaya bagi orang yang berbuat lalai atau bodoh maupun berbahaya bagi orang lain.

Menuntun penggerak pendidikan, pemangku kebijakan untuk selalu berpihak pada kemaslahatan agama, bangsa dan negara

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemaslahatan berarti kegunaan, kebaikan, manfaat, atau kepentingan. Kita tentu berharap agar pemangku kebijakan dalam hal ini pejabat pemerintah selalu berpihak pada kemaslahatan agama, bangsa dan negara. Bangsa Indonesia yang beragam suku, adat, bahasa, dan agama memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil pembangunan dan juga menjadi pelaku pembangunan. Keberpihakan kepada salah satu unsur perbedaan bangsa adalah bentuk pengingkaran dari dasar negara dan konstitusi bangsa.

Itulah doa yang PGRI panjatkan di hari uang tahunnya. Tentu juga merupakan doa kita bersama. Semoga Tuhan Yang Maha Pemberi, mengabulkan doa tadi.

 

#reportase

#Day25NovAISEIWritingChallenge,

Berakhir, Rangkaian Pelatihan Aplikasi Daring 2020 GTK Musi Rawas

Drs. Totok Sunarto, M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kabupaten Musi Rawas, pada 27 November 2020 resmi menutup Pelatihan Aplikasi Daring Tahap (PAD) Tahap 3. Dua pelatihan sebelumnya diperuntukkan bagi guru dan kepala sekolah membahas pemanfaatan Google Classroom, Quizizz, dan Google Formulir dalam pembelajaran. Pelatihan Aplikasi Daring Tahap 3 kali ini dikhususkan bagi guru kelas dan guru mata pelajaran. Materi pokok pada PAD 3 ini adalah membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi Kinemaster dan aplikasi grafis pendukung lainnya.

Penutupan PAD 3 (Dok. GTK Disdik Mura)
Dok. GTK Disdik Mura

 

Para guru yang terdaftar dilatih oleh rekan sejawat yang sebelumnya mengikuti ToT (Training of Trainer) sebagai narasumber. Narasumber dilatih oleh senior mereka yang juga guru di Musi Rawas pemilik channel YouTube Septi Kresia Krisworo.

Baca: https://blogsusanto.com/2020/09/28/dipaksa-terasa-sakit-lama-lama-jadi-ketagihan/

Pelatihan Aplikasi Daring Tahap (PAD) Tahap 3 terbagi menjadi dua kelas, A dan B. Mereka bergantian menggunakan aplikasi zoom dalam mengikuti pelatihan.

Berikut materi pembelajaran pada pelatihan tersebut


Pada acara penutupan kegiatan tersebut, mewakili peserta, Ibu Salvera Guru SDN Bukit Aman menyatakan sangat puas dengan materi yang disampaikan narasumber. Penyampaian materi sangat gamblang, narasumber mampu menjelaskan hal-hal kecil hingga hal penting yang sulit dipahami peserta. Tugas yang diberikan sebagai tagihan tidak dirasakan sebagai hal yang memberatkan. Melalui tugas yang diberikan peserta berlatih lebih lanjut secara mandiri. Oleh karena itu ia berpesan agar peserta lainnya tetap bersemangat. Setelah mengucapkan terima kasih kepada panitia dan narasumber, ia berharap para guru semangat belajar dan mengembangkan diri agar menjadi guru-guru hebat.

Perwakilan Peserta (Dok. GTK Disdik Mura)

Sebelum menutup secara resmi, Drs. Totok Sunarto menyatakan bahwa kegiatan kali ini adalah kegiatan terakhir dari rangkaian upaya dinas membantu dan memfasilitasi guru dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh secara daring. Selanjutnya pada awal bulan Desember guru akan melaksanakan salah satu tugas pokok dan fungsi sebagai guru yakni melaksanakan penilaian akhir semester bagi peserta didik.

Senada dengan perwakilan peserta, beliau mengatakan bahwa guru adalah agen perubahan. Hak anak terus belajar secara menyenangkan harus terpenuhi. Oleh karena itu, jangan berhenti sampai di sini. Meskipun secara resmi kegiatan telah berakhir, Kepala Bidang GTK tersebut berpesan kepada narasumber dan peserta agar tetap menjalin komunikasi. Meskipun pada saatnya nanti pembelajaran berlangsung secara tatap muka, bekal yang ada tetap memberikan manfaat yang sangat besar dalam pembelajaran yang menyenangkan.

Para peserta yang lulus akan mendapat sertifikat senilai 32 jam. Agar dapat lulus, mereka harus aktif ditandai dengan mengisi daftar hadir disertai gambar tangkap layar ketika zoom dan mengerjakan serangkaian tugas. Tugas tersebut meliputi, membuat video, membuat akun youtube, , mengunggah video ke kanal masing-masing, dan melaporkannya di google classroom grup masing-masing serta mengisi beberapa soal postes.

Semoga video yang diunggah semakin banyak, channel youtube para berkembang dan tidak menjadi sarang laba-laba karena tidak pernah berisi lagi.

Salam persahabatan guru blogger nasional

Pak D Sus

#reportase

#Day24NovAISEIWritingChallenge,

 

#KamisMenulis – Galau Hati Ibu Guru

Semua diam. Membisu. Ada apa ini? Apakah mereka tidak tahu jika hari guru ini juga hari lahirku. Hari ulang tahun istrinya, ibunya? Hingga umurku lima puluh satu tahun kemarin. Kalau tidak ayahnya, ya anak-anak bergantian mencium kening sembari mengucapkan selamat ulang tahun, Ma. Jangan-jangan mereka ingin memberi kejutan? Seperti cerita-cerita pendek tiga paragraf yang berakhir mengejutkan pada paragraf ketiga? Aku berharap begitu. Mudah-mudahan. Rasanya kok hampa. Setiap tahun di hari istimewaku selalu bertabur ucapan dan doa. Hari ini sepi mereka tidak berkspresi apa-apa. Suami sibuk menyiapkan diri ke kantornya. Anak-anak, Eka dan Rosita mendadak sibuk. Biasanya mereka daring dari rumah, hari ini mereka ke sekolah masing-masing. Eka ke SMA dan Rosita ke SMP.

Satu demi satu mereka meninggalkan rumah setelah berpamitan. Aku ingin bertanya, sebenarnya. Tetapi aku malu. Ucapan kan datangnya mesti tulus. Bukan diminta apalagi dipaksa. Lagi pula sakit, jika mereka memberi ucapan selamat ulang tahun setelah aku bertanya. Seperti tidak tulus dan terpaksa. Ya, sudah. Mungkin mereka lupa karena masing-masing sibuk dengan urusannya. Atau karena mereka tidak memedulikan aku lagi? Rasanya tidak. Karena aku ibunya. Sebagai istri, seingatku aku pun melayani Mas Antok dengan baik. Tidak mungkin mereka tidak peduli. Dengan menarik napas panjang, kejadian pagi ini aku ikhlaskan. Mencoba melupakan ulang tahunku yang kelima puluh dua.

Hari ini aku tidak piket, jadi aku tidak perlu ke kantor. Setelah mengunci pintu utama, aku ke ruang tengah. Menulis, mengisi blog. Blog yang sudah lama sekali terlantar. Aku membuatnya ketika dulu ada pelatihan. Isinya sedikit tulisan sebagai syarat menerima sertifikat. Setelah sertifikat di tangan, blog itu pun aku tinggalkan. Hari ini aku kembali menulis.  Menulis kegalauan hatiku karena anggota keluargaku tidak memedulikan hari istimewaku. Anakku dan anak mertuaku. Pembaca ada yang tahu dan bisa membantu ending ceritaku harus bagaimana?

#Kamis menulis #tahu  #bisa

Selamat Hari Guru, Semoga Covid Segera Berlalu

Hari ini ada agenda mengikuti pertemuan zoom untuk belajar membuat video pembelajaran. Kelompok Kerja Guru kabupaten bekerja sama dengan Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten menyelenggarakan pelatihan aplikasi daring tahap ketiga dengan materi pokok membuat video pembelajaran menyenangkan dengan Kinemaster. Beberapa waktu lalu pernah juga ada kegiatan pelatihan, namun materi pembuatan video dengan kinemaster hanya sekilas. Oleh karena itu, kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya biasanya membuat video pembelajaran dengan aplikasi yang dijalankan dengan laptop.

Tadinya anak-anak didik akan saya beri tugas melalui blog, seperti biasanya. Kelompok lainnya saya minta masuk siang karena pagi saya harus mengikuti pelatihan secara daring dulu. Namun, malam hari saya mendapat telepon dari Kasi Kurikulum agar hari ini jam 9 ke kantor mengajak Alfa Andriyani. Perwakilan dari LPMP Sumatera Selatan akan memberikan piala dan hadiah pemenang lomba yang ia ikuti. Alfa adalah anak didik di kelas saya yang menjadi juara harapan satu lomba video bercerita pengalaman belajar pada masa pandemi. Ia bersama juara pertama dan ketiga lomba video pembelajaran untuk guru yang diselenggarakan oleh LPMP Sumatera Selatan akan didokumentasikan pada acara penyerahan hadiah tersebut.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Saya pun segera memutar otak agar semua kegiatan dapat berjalan. Akhirnya saya putuskan, anak-anak diminta untuk masuk semua. Meskipun belum boleh tatap muka, kami diperbolehkan bertemu dengan anak-anak dalam waktu singkat dengan protokol kesehatan. Mereka saya kumpulkan untuk diberi tugas beserta penjelasannya. Pertemuan pagi itu pun saya manfaatkan untuk memberikan hadiah kejutan kepada para siswa penulis blog yang sudah diundi sebelumya. Awal bulan saya menduplikasi challenge salah satu komunitas menulis yang saya ikuti dan beberapa hari lalu sudah saya undi yang berhak menerima hadiah kejutan.

Segera setelah itu, kami berangkat karena waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 Waktu Indonesia Barat. Perjalanan ke kantor sejauh 18 kilometer bisa ditempuh dalam waktu setengah jam. Kami naik sepeda motor.

Sejak saya berangkat ke sekolah hingga perjalanan ke kantor dinas bersama Alfa pada hari guru ini, jalan terlihat lengang. Sepi dari nuansa keramaian layaknya sebuah organisasi sedanng berulang tahun. Spanduk ucapan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional bahkan tidak terlihat. Barangkali karena saya tidak melihatnya. Barangkali spanduk itu tenggelam oleh banyaknya spanduk petahana dan rival yang akan bertarung tanggal 9 Desember nanti, bersaing merebutkan kursi bupati. Bisa jadi karena masih pandemi. Anak-anak sekolah masih belajar di rumah. Satu dua orang anak sekolah lalu lalang mungkin mengambil atau menyetorkan tugas dari guru.

Suasana sepi itu kontras dengan time line media sosial. Lini masa media sosial ramai bertebarn flyer berisi logo HGN 2020 dan ucapan selamat. Belum lagi ucapan dan berbagai tayangan video bernuansa hari guru. Tidak sedikit juga bertebaran link blog yang berisi artikel, ulasan, dan sebagainya. Bertema HUT PGRI dan HGN 2020. Sungguh meriah. Ramai.

Ajakan mengikuti upacara secara virtual juga tidak ketinggalan. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang PGRI tidak lupa mengundang. Meneruskan pesan Pengurus Besar PGRI mereka menyebar undangan untuk menghadiri secara virtual Puncak Peringatan HUT ke-75 PGRI dan HGN Tahun 2020. Acara tersebut akan digelar pada hari pada Sabtu, 28 November 2020. Jadi, Anda anggota PGRI jangan lupa pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai untuk mengikuti puncak peringatan melalui TV Streaming PGRI http://tunas.tv atau kanal Youtube PB PGRI atau melalui link zoom yang mereka sediakan.

Bangsa kita masih dilanda pandemi. Kegiatan seremonial tidak dilaksanakan secara tatap muka dengan massa yang melimpah ruah. Teknologi telah membantu mengumpulkan masa secara massal dalam kemasan virtual. Kita patut bersyukur. Dengan teknologi, ruang tidak menjadi penghalang. Jarak tidak lagi menjadi hambatan. Namun, seramai-ramainya dunia maya, semeriah-meriahnya acara kolosal namun virtual, pasti akan kalah seru dibanding peserta sedikit tetapi dalam situasi yang nyata. Maka mari kita patuhi pesan ibu. Rajin mencuci tangan, selalu memakai masker, dan menjaga jarak antarsesama. Sambil berdoa semoga vaksin yang dijanjikan segera menjadi kenyataan. Dengan begitu, semoga covid-19 segera berlalu.

#Day23NovAISEIWritingChallenge

Selamat Hari Guru, Ubah Marahmu Menjadi Keramahan

Sebagai orang tua dan pendidik, tidak jarang kita menemui anak atau peserta didik kta melakukan sesuatu yang melanggar norma atau etika. Peserta didik melanggar tata tertib. Anak-anak melanggar aturankeluarga yang ditetapkan orang tua. Sebagian keluarga bahkan membuat aturan yang disepakati bersama orang tua dan anak-anaknya. Hal itu membuat kita naik darah. Hal termudah dan jamak dilakukan adalah marah.

Benarkah marah akan menyelesaikan masalah? Bagaimana jika kesalahan yang mereka lakukan kita hadapi dengan kepala dingin. Kita ubah marah kita dengan keramahan. Semoga mereka semakain menyadari kesalahan yang dilakukan. Lalu kita ajak berjanji untuk tidak melakukannya lagi.

Selamat Hari HUT Ke-75 PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia. Semoga menjadi organisasi profesi yang makin bermartabat. Semakin mengembangkan dan memperkuat solidaritas guru Indonesia agar semakin sejahtera. Selamat hari guru kepada Anda para pembelajar, para guru, dan orang tua.

#Day22NovAISEIWritingChallenge

 

Review Buku “Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi” Karya Ibu Noralia Puspa Yunita

Buku berjudul Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi (Kumpulan materi penulisan dan kisah inspiratif penulis ternama) karya Ibu Noralia Puspa Yunita, M.Pd. dengan tebal 7 halaman Romawi, 255 halaman isi, dan 5 halaman berisi profil dan sinopsis diberi kata pengantar oleh Omjay (Bapak Wojaya Kusuma) Guru Blogger Indonesia. Kata pengantar yang singkat dari beliau cukup menggugah rasa untuk segera ingin membaca isinya.

Hal yang menarik dari buku yang berisi rangkuman dari 30 kali pertemuan dengan para narasumber sangat layak diberi label Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi. Lima bab pokok berisi kegiatan menulis, motivasi menulis, mulai menulis, menerbitkan dan memasarkan buku, serta meraih prestasi dari menulis memberi gambaran bagaimana mengolah hasil belajar menjadi “bahan ajar” teknik mengolah bahan “mentah” (resume kegiatan) menjadi “masakan” berupa tulisan yang enak dinikmati. Tambahan satu bab yakni media lain penyalur ide melengkapi pengetahuan bagaimana menyalurkan energi berprestasi dalam bentuk tulisan maupun tayangan.

Sebagaimana “promo” dari penulis pada bagian sinopsis, menurut saya isi buku ini memang sangat perlu dimiliki oleh para pendidik, pelajar/mahasiswa yang memiliki keinginan untuk menulis. Selain menjadi bacaan yang menarik, buku ini dapat menjadi panduan bagi Anda yang baru mulai gandrung dengan dunia kepenulisan dalam rangka meningkatkan kualitas karyanya.

Catatan sementara yang dapat saya berikan adalah penulisan subbab dengan huruf kapital. Hal ini terkesan seperti judul sementara pada ToC (Table of Conten) sudah rapi tersusun dengan teknik penulisan huruf kapital pada setiap awal kata. Hal sepele yang disayangkan terjadi adalah penyingkatan kata yang menjadi yg pada halaman 119.

Terakhir, harga bersahabat ditambah sajian yang apik, menarik, dan mudah dipahami adalah keunggulan lainnya dari buku karya guru SMP Negeri 8 Semarang ini. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak membeli.

 

Hindari Plagiarisme dengan Plagiarism Checker

Menjadi penulis akan dihadapkan pada plagiarisme. Wikipedia menulis, plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

Jika tidak hati-hati dan tidak pandai memparafrasekan kutipan tulisan orang lain, kita bisa dianggap melakukan plagiarisme atau penjiplakan. Apalagi jika tidak mencantumkan sumber tulisan. Sedangkan mencantumkan sumber dengan gamblang sekalipun jika tidak sesuai dengan aturan redaksi tulisan kita bisa dieksekusi dalam bentuk penghapusan.

Blog pribadi, meskipun aturan redaksional ditentukan sendiri sebaiknya terhindar dari plagiarisme. Jika itu dilakukan maka terjadi pelanggaran etika dan menurunkan nilai blog itu sendiri. Jika pada channel Youtube rawan copyright maka pada blog, jika tidak sengaja dan tanpa kehati-hatian, bisa terjebak pada praktik plagiasi. Untuk membantu para penulis (termasuk mahasiswa) memeriksa unsur duplikasi dalam tulisannya Smallseotools menyediakan fitur plagiarism-checker. 

Situs gratis untuk memeriksa banyaknya plagiasi pada tulisan ini mampu mendeteksi hingga 1000 kata setiap kali periksa. Kita tinggal mengetik atau menempel tulisan yang akan kita periksa unsur plagiasinya pada tempat yang disediakan. Kemudin klik tombol Check Plagiarism.

Gambar: smallseotools

 

Setelah mengetik atau menyalin dan menempel konten Anda pada kotak periksa lalu klik tombol biru maka akan muncul persentase palgiasi yang terjadi ditandai dengan lingkaran berwarna merah dan keunikan tulisan sebagai karya sendiri dilingkari warna hijau.

 

Hasil Plagiarisme (Dok. smallseotools )

Plagiasi seperti mengutip pendapat pakar atau ahli biasanya diizinkan 20 hingga 25 persen dari seluruh tulisan. Itu pun harus pandai memparafrasekan kutipan. Pada contoh di atas, penjiplakan yang terjadi sebanyak 88% dari keseluruhan tulisan yang ditempelkan atau diketikkan. Untuk memeriksa perbandingan penggunaan kalimat yang sama pada situs lainnya maka klik tombol compare. Kita akan dibawa ke website atau gambar yang memuat kalimat tersebut.

Kapan Waktu Ideal Memeriksa Plagiarims?

Memeriksa plasgiarism pada web Smallseotools idealnya dilakukan sebelum tulisan diterbitkan. Jika lingkaran unique menunjukkan persentase yang tinggi bahkan hingga 100% maka kecil kemungkinan kita melakukan plagiasi. Jika tulisan sudah diterbitkan lalu diperiksa plagiasinya dan tombol compare membawa kita menuju link tulisan kita sendiri maka aman, meskipun persentase merahnya besar. Itu menunjukkan bahwa tulisan yang kita tempelkan sudah ada dalam web kita. Lain halnya jika tulisan rombol compare mengarahkan kita menuju berbagai situs.  Jika tulisan kita banyak berada di sana, maka tindakan bijaksana adalah memparafrasekan kembali agar tulisan kita tidak menduplikasi tulisan orang lain.

https://blogsusanto.com/2020/09/19/ayo-menulis-jangan-copy-paste/

#Day21NovAISEIWritingChallenge

Pembelajaran Daring Pasca Tatap Muka Diizinkan

Membaca siaran pers Kemdikbud perihal pemberian kewenangan kepada pemerintah daerah perihal pembelajaran tatap muka, ada yang bertanya kepada saya. Apakah pembelajaran daring akan dihapuskan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu saja tidak semudah mengatakan ya atau tidak.

Semenjak bulan April yang lalu, guru dihadapkan pada model pembelajaran “darurat” pada masa pandemi Covid-19. Pembelajaran jarak jauh menjadi satu-satunya pilihan ketika anak “dilarang” bersekolah. Ada beberapa pilihan pebelajaran yang boleh dipilih guru. Pilihan itu terbagi menjadi dua yakni daring dan luring.

Pembelajaran daring adalah pembelajaran dengan bantuan jaringan internet. Pendidik dan anak didik dalam melakukan pembelajaran terhubung karena ada jaringan internet. Berbagai platform media sosial dan aneka LMS (Learning Management System) digunakan pendidik untuk melakukan komunikasi instruksional dengan anak didiknya. Pembelajaran ini sangat mengandalkan koneksi internet. Pada gawai harus tertanam paket data dalam jumlah yang mencukupi agar terjadi koneksi. Dengan demikian pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Pada daerah tertentu, infrastruktur internet tidak sebagus daerah lainnya. Bagaimana pendidik dapat melakukan pembelajaran sementara mereka tidak boleh bertatap muka secara intens? Jawabannya adalah pembelajaran luring. Luring kependekan dari luar jaringan. Artinya terputus dari jaringan internet. Oleh karena itu, pembelajaran luring tidak memerlukan jaringan internet. Para peserta didik belajar menggunakan buku paket pelajaran, modul, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), radio, dan televisi. Sesekali guru melakukan kunjungan ke rumah-rumah peserta didik yang memungkinkan untuk dijangkau dengan penuh kehati-hatian.

Pembelajaran jarak jauh dengan daring maupun luring tidak terlepas dari masalah.  Pada pembelajaran daring masalah yang muncul terkait dengan kondisi geografi, kemampuan pendidik/peserta didik dan orang tua, termasuk masalah ekonomi. Pemerintah, sekolah, dan orang tua secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama mengatasi beberapa hambatan yang ada.

Nasib Pembelajaran daring

Terlepas dari aneka permasalahan, pembelajaran jarak jauh khususnya daring telah memberikan kebiasaan baru bagi pendidik dan peserta didik. Pertemuan tatap maya dengan berbagai aplikasi video conference menjadi biasa. Memanfaatkan internet untuk membantu pemahaman terhadap materi pembelajaran sudah menjadi kebiasaan.

Jika siaran langsung karena sesuatu hal tidak dapat diikuti, peserta didik dapat mengulang pada tayangan tunda. Tentu jika pendidik menghubungkan siaran langsungnya dengan youtube. Peserta didik dapat memperoleh materi melalui e-modul atau melalui blog pribadi guru. Dengan pembelajaran daring, peserta didik “bebas” menentukan waktu belajarnya. Peserta didik dapat berinteraksi dengan pendidik maupun teman-temannya melalui media sosial yang dipilih dan ditetapkan bersama.

Adanya kemungkinan pembelajaran tatap muka sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama empat menteri tentu memberi keuntungan bagi pendidik maupun peserta didik. Banyaknya pertanyaan tentang bila waktunya pembelajaran jarak jauh (PJJ) berakhir terjawab sudah. Awal semester genap tahun ajaran 2020/2021 adalah tonggak berakhirnya era PJJ, meskipun orang tua masih dimungkinkan untuk menolak pembelajaran tatap muka dengan alasan pandemi belum berakhir.

Diharapkan Hasil Pembelajaran Semakin Dahsyat

Pada pembelajaran tatap muka, peserta didik dan pendidik kembali dapat berinteraksi secara langsung. Para peserta didik dapat langsung berdiskusi dengan teman-temannya tanpa menunggu waktu balasan pesan seperti pada pembelajaran daring. Jika ada materi yang belum dipahami, peserta didik dapat bertanya langsung di kelas kepada pendidik. Pendidik dapat seketika memberikan jawaban atau mengarahkan untuk membuka situs tertentu untuk dibuka di rumah dan dipelajari disertai petunjuk cara mencari (searching) maupun menggunakannya.

Keuntungan lainnya dengan dimulainya tatap muka menyusul kebiasaan memanfaatkan internet untuk pembelajaran adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan praktik. Kegiatan praktik yang diawasi pendidik dapat memperkuat ingatan dan meningkatkan pemahaman. Pendidik dan peserta didik dapat membandingkan kegiatan praktik yang dilakukannya dengan kegiatan serupa yang ada di internet (youtube).

Dari uraian di atas jelaslah bahwa pembelajaran daring pada awalnya merupakan solusi bagi pembelajaran yang tidak dapat dilakukan secara tatap muka. Pada pembelajaran tatap muka yang hendak diberlakukan pada awal tahun 2021 (awal semester genap tahun ajaran 2020/2021), pembelajaran daring memperkuat pembelajaran tatap muka yang dilakukan. Gabungan pembelajaran tatap muka dipadu dengan e-learning (pembelajaran daring) justru diasumsikan hasil pembelajaran semakin dahsyat. Semoga.

#Day20NovAISEIWritingChallenge