ADA OKNUM MEMANFAATKAN MOMENTUM SERTIFIKASI GURU

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (DIV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki
sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional tersebut dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
Sertifikat pendidik diperoleh setelah guru mengikuti kegiatan sertifikasi. Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai pada tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Setifikasi bagi Guru dalam Jabatan.

Dalam Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan melalui Jalur Penilaian Portofolio dan Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung Tahun 2010 disebutkan bahwa tahun 2010  merupakan tahun keempat pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan dengan dasar penyelenggaraan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Apabila hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi guru belum mencapai angka minimal kelulusan, maka Rayon LPTK menetapkan alternatif sebagai berikut.

  1. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesipendidik untuk melengkapi kekurangan portofolio (misalmelengkapi substansi atau MS bagi peserta yang memperoleh skor 841 s/d 849). Apabila dalam kurun waktu tertentu yang ditetapkan Rayon LPTK peserta tidak mampu melengkapi akan  diikutsertakan dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).
  2. Mengikuti PLPG yang mencakup empat kompetensi gurudan diakhiri dengan uji kompetensi. Penyelenggaraan PLPG dilakukan berdasarkan proses baku sebagaimana tertuang dalam Rambu-rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru.

Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh Sertifikat Pendidik. Jika peserta belum lulus, diberi kesempatan
ujian ulang dua kali (untuk materi yang belum lulus). Peserta yang tidak lulus pada ujian ulang kedua dikembalikan ke dinas pendidikan kabupaten/kota atau dinas pendidikan provinsi untuk dilakukan
pembinaan/peningkatan kompetensi.

Beratnya mengikuti ujian sertifikasi rupanya dimanfaatkan oleh segelintir orang dengan dalih ‘membantu’ para guru agar dapat mengikuti ujian sertifikasi dan LULUS!
Hal itu telah diumumkan oleh Ditjen PMPTK pada websitenya dengan alamat lengkap http://www.ditjenpmptk.net/index.php?option=com_content&task=view&id=446&Itemid=101

Di sana disebutkan sebagai berikut:

Hati – Hati atas Penipuan Bimbingan Ujian Sertifikasi Guru 2010.
Kepada semua pihak, agar mewaspadai penipuan berkedok Bimbingan Ujian Sertifikasi. Nama kegiatan dimaksud adalah :
Bimtek Pedoman Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Guru Tahun 2010. Tercantum tanggal pelaksanan pada : Hari Jumat – Sabtu, tgl 22 – 23 Januari 2010. Pukul 09.00 WIB s/d Selesai di Hotel Sahid Jaya. Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Kegiatan dimaksud diketuai oleh Adnan Batubara, SH., MH yang mengatasnamakan Direktur Jenderal PMPTK.
Demikian kami sampaikan klarifikasi berita ini, agar semua pihak berhati-hati dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu pada Lembaga yang berwenang apabila memperoleh informasi tersebut.
Ada saja yang memanfaatkan guru untuk tujuan yang tidak baik. Semoga di daerah tidak terjadi hal serupa.

One thought on “

  • 23/01/2010 at 22:13
    Permalink

    bahaya tu klo sertifikasi di permainkan…
    bsa buruk pendidikan indonesia…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *