Strategi Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah Tahun 2014


Pelatihan Kurikulum  2013 ditujukan bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Di tingkat nasional dilaksanakan Pelatihan Narasumber Nasional (NN). Selanjutnya, Narasumber Nasional akan melatih Instruktur Nasional (IN) dan Instruktur Nasional akan melatih Guru/Kepala Sekolah Sasaran.
Bagaimana Strategi Pelatihan Kurikulum 2013 bagi kepala sekolah dari tingkat nasional hingga sekolah sasaran?
1.   Strategi Pelatihan Narasumber Nasional
Pelatihan diawali  dengantes untuk  mengetahui  tingkat  kemampuan  awal peserta.  Hasil  tes  terdiri  dari  tiga  kategori,  yaitu tinggi,  sedang  atau  rendah. Hasil  tes digunakan  sebagai dasardalam menentukankebutuhan  belajar (learning need assessment) peserta. Hasil  tes  awal  dan  presentasi tugas  pra  pelatihanakan digunakan sebagai pertimbangan dalam menetukan kelompok belajar yang  heterogen, yaitu dalam  satu  kelompok  akan  terdiri  dari peserta  yang  memiliki  nilai  tes  awal tinggi,  sedang  dan  rendah.  Hal  ini  agar  terjadi  proses  belaar  yang  saling menguatkan  satu  dengan  yang  lain. Peserta  dengan  nilai  tinggi,  diharapkan mampu memainkan peranan dalam mengawal, membimbing, mengontrol, dan menilai kemajuan peserta di kelompoknya Selama pelatihan,  akan dilakukan  penilaian  sikap,  keterampilan  dan pengetahuan  secara  terukur  dan  obyektif.  Bagi  peserta  yang  mencapai  nilai akhir ≥  80  dinyatakan  layak  menjadi  narasumber  nasional  dan  mendapatkan Surat  Tanda  Tamat  Pendidikan  dan  Pelatihan (STTPP).  Sedangkan yang mendapatkan nilai  akhir  <  80  dinyatakan belum  layak  sebagai narasumber nasional. Namun, apabila yang bersangkutan memperoleh nilai 70-79  berhak  mendapatkan  sertifikat  pelatihan  akan  tetapi  tidak  berhak  menjadi nara  sumber  nasional.  Untuk  peserta  yang  mendapatkan  nilai < 70  akan mendapatkan  surat  keterangan  telah  mengikuti  pelatihan. Untuk daerah  yang tidak  tersedia  Narasumber sesuai  dengan  persyaratan,  maka diperkenankan  untuk  memberdayakan  peserta  tersebut  sebagai  instruktur nasional.
2.   Strategi Pelatihan Instruktur Nasional
Pada  prinsipnya,  strategi  pelatihan  instruktur  nasional  sama  dengan  strategi pelatihan  narasumber  nasional.  Perbedaan  ada  pada  batas  nilai  kelayakan untuk  mejadi  instruktur  nasional.  Peserta pelatihan  instruktur  nasional yang mencapai  nilai  akhir ≥ 70  dinyatakan  layak  menjadi instruktur nasional  dan mendapatkan STTPP.  
Sedangkan peserta yang  mendapatkan nilai  akhir  kurang dari 70 dinyatakan belum layak menjadi instruktur nasional dan diberikan surat keterangan telah mengikuti pelatihan instruktur nasional. 

Apabila jumlah  Instruktur  Nasional  di PPPPTK/LPMP/LPPKS masih  kurang karena tidak lulus dalam pelatihan Instruktur Nasional, maka dapat dipenuhi dengan  cara  merekrut Instruktur  Nasional yang  berasal  dari Kepala  Sekolah Sasaran yang  memperoleh  nilai  sangat  baik. Strategi  ini  dilakukan  sampai terpenuhinya jumlah kebutuhan Instruktur Nasional.
Apabila  Instruktur  Nasional  dari  unsur  Kepala  Sekolah  tidak  memenuhi kualifikasi  yang  dipersyaratkan, maka  yang  bersangkutan  datanya  akan berpindah secara  otomatis menjadi  kepala  sekolah  sasaran  yang melaksanakan kurikulum 2013 dan tidak perlu mengikuti pelatihan lagi.
3.   Strategi Pelatihan Kepala Sekolah Sasaran
Pada  prinsipnya,  strategi  pelatihan  kepala  sekolah  sasaran  sama  dengan strategi  pelatihan  narasumber  nasional  dan  instruktur  nasional.  Perbedaan ada pada batas nilai kelayakan untuk mejadi instruktur nasional. Peserta yang mencapai  nilai  akhir ≥  86  dikategorikan  sangat  baik  danakan  menjadi nominator (diunggulkan  untuk  dicalonkan)  menjadi Instruktur  Nasional.  Skor 75  sampai  dengan  85  dikategorikan  baik  dan akan  menjadi  implementator (pelaksana penerapan) kurikulum 2013. Sedangkan yang mendapat nilai akhir <  75  dikategorikan  cukup  dan akan  menjadi  prioritas  pendampingan  pada implementasi kurikulum 2013.
4.    Pra dan Pasca Pelatihan bagi Kepala Sekolah
Narasumber  Nasional  dan  Instruktur  Nasional  yang  berasal  dari  unsur Kepala Sekolah diwajibkan membawa laporan ringkas tentang hasil  supervisi  akademik  dan  supervisi  manajerial  di  sekolah  dan  sekolah binaan  masing-masing.  Laporan  tersebut akan dipresentasikan  pada kegiatan awal pelatihan. Calon  peserta  yang  tidak  membawa laporan tugas  pra  pelatihan,  dinyatakan  gugur  dan  tidak  dapat  melanjutkan pada  tahap  selanjutnya.  Segala  konsekuensi  menjadi  tanggungjawab  calon peserta.
Tugas pasca  pelatihan  bagi  Kepala  Sekolah adalah mengimplementasikan Kurikulum 2013 sesuai dengan karakteristiknya minimal 1  semester.  Laporan  hasil  pelaksanaan pasca  pelatihan  dikirim  ke  lembaga penyelenggara  diklat. Setiap  lembaga  penyelenggara  dapat  membetuk  tim yang  bertugas  untuk  melakukan  penilaian  terhadap  tugas  tersebut.  Nilai tugas,  selanjutnya  dikirim  ke  Pusbangtendik.  Bagi  peserta  yang  tidak mengerjakan  tugas  pasca  pelatihan,  maka  yang  bersangkutan  tidak direkomendasikan  melaksanakan  tugas  pelatihan  untuk  kepala  sekolah sasaran.
Sampai dengan tulisan ini dipublikasikan, sudah berlangsung pelatihan Instruktur Nasional sebagai kelanjutan dari pelatihan bagi narasumber nasional yang terakhir dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 17 sampai dengan 21 Maret 2014.

Selamat kepada rekan-rekan yang telah lulus/berhasil mengikuti pelatihan narasumber nasional, instruktur nasional, dan para kepala sekolah sasaran. Selamat mengimplementasikan Kurikulum 2014.

Sumber bacaan:
Pedoman Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah, 
Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tahun 2014


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *