GURU KREATIF PADA ERA DIGITAL

 

Bapak/Ibu guru mengajar dengan memberi penjelasan, sesekali diselingi memegang atau menunjukkan media, lantas siswa mendengarkan dan diakhiri bahkan diikuti dengan kegiatan mencatat, sudah sangat lumrah. Namun demikian, prosedur pembelajaran seperti itu sudah menuai banyak kritikan. Dikatakan kuno, jadul, ketinggalan zaman, tidak kekinian, karena diklaim hanya guru yang aktif sedangkan siswa pasif saja. Keaktifan siswa masih sebatas mendengarkan, mencatat dan membacakan catatan yang sudah ditulisnya.
 
Dengan alasan itulah, muncul pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menggantikan sistem pembelajaran yang individual. Dimana guru terus memberikan informasi (guru sebagai pusat) dan peserta didik hanya mendengarkan. Pembelajaran kooperatif mendapat dukungan dari Vygotsky tokoh Teori Kontruktivisme. Dukungan Vygotsky antara lain:
  1. Menekankan peserta didik mengonstruksi pengetahuan mealui interaksi sosial dengan orang lain.
  2. Selain itu dia juga berpendapat bahwa penekanan belajar sebagai proses dialog interaktif. Semua hal tersebut ada dalam pembelajaran kooperatif.
  3. Arti penting belajar kelompok dalam pembelajaran.

 

Pembelajaran kooperatif ini diyakini membuat siswa dapat bekerjasama dan adanya partisipasi aktif dari siswa. Guru sebagai fasilisator dan pembimbing yang akan mengarahkan setiap peserta didik menuju pengetahuan yang benar dan tepat.
 
Kemajuan di bidang teknologi informasi saat ini “memaksa” guru menguasai perangkat komputer berupa laptop. Laptop atau komputer jinjing adalah  komputer bergerak yang berukuran relatif kecil dan ringan, beratnya berkisar dari 1–6 kg, tergantung pada ukuran, bahan, dan spesifikasi laptop tersebut. Sumber daya laptop berasal dari baterai atau adaptor A/C yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai dan menyalakan laptop itu sendiri. Baterai laptop pada umumnya dapat bertahan sekitar 1 hingga 6 jam sebelum akhirnya habis, tergantung dari cara pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai. Laptop terkadang disebut juga dengan komputer notebook atau notebook saja.
 
Dengan adanya laptop, pekerjaan guru relatif menjadi ringan. Ketika ia memfasilitasi siswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif, tanpa harus menuliskannya di papan tulis, guru dapat memaparkan dan mengarahkan proses pembelajaran menuju pengetahuan yang benar dan tepat sebagaimana disebutkan di atas.
 
Menguasai komputer adalah keniscayaan pada era di mana dunia menghadapi revolusi industry 4.0. Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Hal inilah yang disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution.
 
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah kemunculan mesin uap pada abad ke-18. Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mengerek naik perekonomian secara dramatis di mana selama dua abad setelah Revolusi Industri terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat.
 
Berikutnya, pada revolusi industri generasi kedua ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustion chamber). Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Kemudian, revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet.
Selengkanya di https://id.beritasatu.com/home/revolusi-industri-40/145390
Bagaimana “nasib” guru di era digital. Mungkinkah peran guru tergantikan oleh perangkat teknologi. Lantas bagaimana dengan para guru yang belum siap dan tidak mampu menguasai perangkat teknologi informasi. Apakah kelakar anak muda, jika guru tidak menguasai teknologi informasi: “Kelar idup lo benar-benar terjadi?
 
Rupanya, tidak! Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen DTK), Supriano mengatakan, pada era revolusi Industri 4.0 peran guru tak tergantikan. Namun diperlukan guru profesional yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat.
“Guru harus bisa memanfaatkan itu untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan. Ini agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan kompetensi global,” kata Supriano dalam laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
Demikian pula, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menyebutkan perubahan era revolusi industri 4.0 harus dibarengi dengan perubahan perilaku sosial dan perilaku budaya.
“Esensi dari revolusi industri 4.0 adalah revolusi budaya, revolusi manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. Tidak hanya revolusi di bidang teknologi saja, tetapi revolusi perilaku sosial dan perilaku budaya,” kata Menristekdikti dalam seminar Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia Session 3 guna menghadapi perubahan era revolusi industri 4.0, bertema “Inovasi untuk Indonesia yang lebih baik” yang digagas Lemhannas di Jakarta.
 
Kegiatan pembelajaran adalah merupakan perpaduan antara aktivitas belajar dengan aktivitas mengajar. Jika belajar adalah proses interaksi antara berbagai potensi yang ada dalam diri siswa dengan aneka potensi yang datang dari guru, siswa, dan lingkungan agar terjadi perubahan tingkah laku, maka kegiatan mengajar harus diberi makna sebagai aktivitas yang dilakukan guru dalam menyiapkan berbagai konsep, fakta, masalah dan lingkungan belajar yang akan sanggup memberi kemudahan kepada potensi yang ada sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa.
 
Merujuk pada kedua pejabat di sektor pendidikan dan pengertian belajar mengajar yang di atas, penulis berpendapat bahwa menguasai teknologi informasi itu penting. Tetapi, yang lebih penting adalah profesionalisme dalam mengelola pembelajaran agar perilaku sosial dan perilaku bidaya pada siswa menjadi lebih baik. Oleh karena itu, jika menguasai teknologi dalam pembelajaran diterjemahkan sebagai melakukan proses pembelajaran di kelas hanya menggunakan perangkat teknologi seperti laptop dan proyektor semata adalah keliru. Pemanfatan lingkungan dan kebermaknaan materi pembelajaran menjadi sangat penting. Berikut contoh teknik mengajar kreatif.
 
Bermain dalam Kelompok
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Mengajak siswa mengukur benda apa saja di kelas menggunakan satuan ukuran tidak baku.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 
 
 
 
 
 
Menyanyikan lagu popular karangan NN dengan syair yang sudah dimodifikasi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Memodifikasi media pembelajaran matematika agar lebih menyenangkan dan menantang siswa untuk berfikir kreatif seperti dilakukan oleh Pak Eko, guru yang bernama lengkap Juli Eko Sarwono, Guru Matematika, SMP Negeri 19 Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Demikian beberapa contoh teknik mengajar kreatif yang dapat dikembangkan guru. Contoh lain masih banyak. Jika pembaca berkenan silakan memberi contoh pada kolom komentar.
 
 
 
 
 
===========================================
Bacaan:
 
https://edukasi.kompas.com/read/2018/11/28/17550091/di-era-revolusi-industri-40-peran-guru-tak-tergantikan-tapi. 
 
https://id.beritasatu.com/home/revolusi-industri-40-harus-dibarengi-perubahan-perilaku/183225
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputer_jinjing
 
https://blog.ruangguru.com/4-teknik-mengajar-kreatif
 
 https://www.facebook.com/munasifatut.thoifah/posts/2679991678683393?comment_id=2681405348542026&notif_id=1550030116924157&notif_t=comment_mention
 
https://www.viva.co.id/digital/digilife/838794-data-internet-indonesia-pengguna-anak-anak-mengejutkan
 
 
 
Sumber Gambar:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2674137419268819&set=pcb.2674138369268724&type=3&theater
 
https://www.facebook.com/munasifatut.thoifah/posts/2679991678683393?comment_id=2681405348542026&notif_id=1550030116924157&notif_t=comment_mention
 
https://www.google.com/search?q=Juli+Eko+Sarwono&safe=strict&biw=1366&bih=667&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=2iNXqkBVL8LjHM%253A%252CCAoclIy-xGhdSM%252C_&usg=AI4_-kTjJr8dT87Xlexdu-_jPDpbWdqUIw&sa=X&ved=2ahUKEwi7mfzw0rjgAhVBYo8KHeOICjYQ9QEwBHoECAUQDA#imgrc=Rs4k-KhAFYje_M:
https://www.youtube.com/watch?v=K1v9yggZA8o
 
 
 
 
 
Klik Sponsor 1:
Paket Reseller Essenzo
 
 
Klik Sponsor 2
Video Akademi Bisnis Digital
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “GURU KREATIF PADA ERA DIGITAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *