Guru SMART itu Go Blog

Seram ya, membaca judul tulisan di atas. Bukan melecehkan melainkan sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa dalam konteks kekinian guru tidak hanya dituntut mampu mengajar di depan kelas tetapi mampu menguasai perangkat teknologi untuk menuangkan ide dan menjembatani para siswa dengan pelajaran yang diberikannya. 
 
Secara harfiah, smart diartikan sebagai cerdas, pintar, dan bijak. Tidak dipungkiri, untuk menjadi guru, seseorang harus menempuh pendidikan di lembaga pendidikan tenaga kependidikan dan lulus! Agar bisa lulus tentu saja calon guru harus menempuh berbagai ujian teori maupun praktek. Untuk itu, tentu saja mereka harus smart!
 
Jargon guru sebagai singkatan Jawa yang dipanjangkan sebagai “digugu” dan “ditiru” menurut penulis masih tepat. Digugu artinya kata dan nasihatnya layak diturut karena yang menjadi nasihatnya dalah hal-hal yang baik. Ditiru dalam konteks perbuatan, tingkah laku, dan penampilan memang  layak untuk diduplikasi peserta didik. oleh karena itu, sebagai penulis, smart boleh saja dijadikan filosofi yang digunakan guna membantu guru dan calon guru dalam menjalankan tugasnya. Smart di sini sebagai akronim:
Santun
Menarik
Anggun
Rapi
Terpuji
 
Santun
Guru adalah sosok yang santun. Santun sebagai ajektiva atau kata sifat memiliki arti halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya), sopan, penuh rasa belas kasihan, dan suka suka menolong. Tutur kata guru mestilah bijak dan kaya akan nilai-nilai kebaikan, kebenaran. 
 
Menarik
Tutur kata dan penampilan guru yang santun penuh kelimuan menjadikannya sosok yang menarik. Tidak hanya menarik sebagai kawan bicara tetapi juga menarik untuk dipandang. Ingat guru itu mengajar di depan kelas, di hadapan para peserta didik.
 
Anggun
Ibu guru yang menarik akan berpenampilan anggun. Bapak guru yang menarik pun demikian pula. Keanggunan yang mereka tunjukkan memancarkan kewibawaan. Sungguh hal ini akan membetahkan murid dan teman-teman sejawatnya. 
 
Rapi
Guru tidak boleh hanya rapi dalam penampilan. Tulisan tangan atau ketikan pun harus rapi. Tulisan tangan lepas atau sambung yang tertata nyaris tanpa coretan baik di papan tulis maupun di buku catatan sungguh hal yang menarik.
 
Terpuji
Pribadi yang santun, menarik, anggun, dan rapi menjadikan guru menjadi sosok yang terpuji. Terpujilah wahai engkau, Ibu Bapak Guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku. Sebagai prasasti, terima kasihku ‘tuk pengabdianmu. Demikianlah sepenggal syair lagu Hymne Guru. Guru yang diangap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang sekarang syairnya telah diubah menjadi “Pembangun Insan Cendekia”.
 
Pada konteks kekinian, cerdas, santun, menarik, anggun, rapi, dan terpuji, guru pun harus menguasai teknologi. Tidak harus ahli, namun mengenal dan memahami dunia teknologi informasi berupa sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global atau secara singkat disebut internet. Perangkat seperti telepon genggam sudah bukan barang yang asing dan rumit bagi guru. Tinggal pemanfaatan peralatan tersebut untuk membantu menjembatani peserta didik dengan ilmu pengetahuan yang diajarkannya. 

 

Implementasi dari pemanfaatan internet di antaranya adalah blog maupun vlog. Blog memanfaatkan media tulis dan gambar, sedangkan vlog atau video-blogging yakni suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media perangkat seperti ponsel berkamera. Judul di atas, guru “Go Blog” semata-mata adalah istilah agar mudah diingat sebagai bentuk “Teacher Go Blogging” bukan goblog sebagai padanan kata “bodoh” dan tidak ada maksud untuk melecehkan guru sama sekali. 
 
Nah, peralatan sudah ada (ponsel pintar), media sudah ada (diri sendiri, materi pelajaran, dan lingkungan), tutorial bertebaran (pada laman web maupun kanal youtube), tinggal menunggu Anda, para guru untuk memulai. Salam!

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Guru SMART itu Go Blog

  • 05/05/2020 at 07:17
    Permalink

    Terima kasih pencerahannya pak Dhe,,,sangat bermanfaat

    Reply
  • 05/05/2020 at 06:55
    Permalink

    Kita yang tua tidak lebih dari memberi motivasi. Memulai tidak harus muda, tetapi dari "sekarang".

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *