Petunjuk Pengisian Ijazah Sekolah Dasar (K-13 dan K 2006)

Pada postingan sebelumnya tentang kelulusan sudah saya tampilkan contoh bentuk blanko ijazah SD yang menggunakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006. Pada kesempatan kali ini kita bahas tentang bagaimana pengisian blanko ijazah sekolah dasar tersebut. 



Pada Lampiran II Peraturan Sesjen tersebut terdapat petunjuk umum dan petunjuk khusus pengisian blanko ijazah. Untuk membatasi pembahasan, yang dimaksud sekolah dasar pada tulisan ini adalah Sekolah Dasar umum yang ada di Indonesia, bukan SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa), SD SILN (Sekolah Dasar Sekolah Indonesia Luar Negeri), maupun SD pada SPK (Sekolag Dasar pada Satuan Pendidikan Kerja Sama). 

Petunjuk umum pengisian blanko ijazah sekolah dasar sebagai berikut:

  1. Ijazah SD diterbitkan oleh Satuan Pendidikan yang bersangkutan.
  2. Ijazah terdiri dari 2 muka dicetak bolak-balik, dimana identitas dan redaksi di halaman muka, hasil ujian/daftar nilai ujian di halaman belakang.
  3. Ijazah Satuan Pendidikan diisi oleh Panitia Penulisan Ijazah yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
  4. Pengisian Ijazah menggunakan tulisan tangan dengan tulisan huruf yang benar, jelas, rapi, bersih, dan mudah dibaca, menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus.
  5. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian Ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau dihapus, melainkan harus diganti dengan Blangko Ijazah yang baru, untuk itu perlu kehati-hatian dalam penulisan.
  6. Ijazah yang mengalami kesalahan pengisian disilang dengan tinta warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman muka dan belakang.
  7. Sisa Blangko Ijazah SD dan SMP yang terdapat di Satuan Pendidikan, diserahkan kembali ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan disertai berita acara yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atau pejabat yang mewakili.
  8. Sisa Blangko Ijazah SD dan SMP yang terdapat di dinas pendidikan kabupaten/kota dapat dimusnahkan setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak jadwal pengisian ijazah.
  9. Dalam hal terdapat kesalahan penulisan dalam Ijazah setelah sisa Blangko Ijazah dimusnahkan, maka dapat melakukan perbaikan dengan menerbitkan surat keterangan oleh Kepala Satuan Pendidikan yang bersangkutan.
  10. Satuan pendidikan, dinas pendidikan kabupaten/kota/ provinsi tidak diperkenankan untuk menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik ijazah yang sah dengan alasan apapun.
  11. Siswa pemilik Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB yang sudah pindah domisili, dapat mengambil Ijazah ke satuan pendidikan yang menerbitkan.

Bagaimana dengan ijazah yang mengalami kesalahan pengisian dan sudah disilang dengan tinta warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman muka dan belakang?
Menurut Peraturan Sesjen Nomor 2 tahun 2020 tersebut, ijazah yang mengalami kesalahan pengisian dimusnahkan dengan disertai berita acara pemusnahan. Proses pemusnahan Blangko Ijazah dilakukan oleh Satuan Pendidikan, yang disaksikan oleh Kepala Sekolah dan pihak kepolisian dan ditandatangani oleh kepala sekolah dan pihak kepolisian. Hati-hat ya, Bapak/Ibu!

Petunjuk Khusus Pengisian Halaman Depan Blangko Ijazah SD terdapat 15 petunjuk:

 

  1. Angka 1 diisi dengan nama sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur.
  2. Angka 2 diisi dengan nomor pokok sekolah nasional yang menerbitkan Ijazah.
  3. Angka 3 diisi dengan nama kabupaten/kota*. Diisi dengan nama nomenklatur kabupaten/kota.
  4. Angka 4 diisi dengan nama provinsi.
  5. Angka 5 diisi dengan nama siswa pemilik Ijazah menggunakan huruf kapital. Nama harus sama dengan yang tercantum pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari Satuan Pendidikan jenjang dibawahnya.
  6. Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa pemilik Ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari Satuan Pendidikan jenjang dibawahnya.

     

  7. Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah.
  8. Angka 8 diisi dengan nomor induk siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
  9. Angka 9 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak oleh sistem di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  10. Angka 10 khusus untuk Ijazah pendidikan luar biasa, jadi pada blanko di atas tidak tercantum.
  11. Angka 11 diisi dengan nama kabupaten/kota tempat penerbitan.
  12. Angka 12 diisi dengan tanggal penerbitan ijazah oleh satuan pendidikan. (Ingat pasal 7 Persesjen tentang tanggal kelulusan, yakni tanggal 15 Juni 2020)
  13. Angka 13 diisi dengan nama Kepala Sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah dan dibubuhkan tanda tangan. Bagi Kepala Sekolah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) diisi dengan menyertai Nomor Induk Pegawai (NIP), sedangkan Kepala Sekolah yang bukan berstatus PNS diisi satu buah strip (-).
  14. Angka 14 dibubuhkan stempel sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur.
  15. Angka 15 ditempelkan Pasfoto peserta didik yang terbaru ukuran 3 cm x 4 cm hitam putih atau berwarna, dibubuhi cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik Ijazah serta stempel menyentuh pasfoto. 

Petunjuk Khusus Pengisian Halaman Belakang Blangko Ijazah SD terdiri atas SD yang melaksanakan Kurikuum 2013 dan SD yang melaksanakan Kurikulum 2006.

Halaman belakang Blangko Ijazah SD Kurikuum 2013 sebagai berikut:


Halaman belakang Blangko Ijazah SD Kurikuum 2006 sebagai berikut:



Pengisian nomor-nomor yang ada pada halaman belakang blanko ijazah tersebut sebagai berikut:

  1. Angka 1 diisi dengan nama pemilik Ijazah menggunakan huruf kapital. Ketentuannya sama dengan penulisan yang ada pada halaman depan. Ringkasnya, sesuai penulisan pada halaman depan ijazah.
  2. Angka 4 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Tidak ada perbedaan dengan penulisan pada halaman depan. 
  3. Angka 6 untuk SD dan SDLB, diperoleh dari rata-rata nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal); dan sebagai tambahan nilai kelulusan, dapat ditambahkan nilai semester genap kelas 6 dan hasil ujian sekolah yang dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor serta prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. Nilai Ujian Sekolah yang dimaksud pada angka 6 ditulis dengan menggunakan bilangan bulat dalam rentang 0-100 (tanpa desimal). Jadi, jika hasil pengolahan nilai adalah 83,4 maka dibulatkan menjadi 83. Nilai 83,5 dibulatkan menjadi 84. Nilai 83,5 dibulatkan menjadi 84.
  4. Angka 7 pada Ijazah SD diisi dengan rata-rata nilai dari kolom di atasnya dengan pembulatan 2 (dua) angka desimal
  5. Angka 8 diisi dengan nama kabupaten/kota tempat penerbitan.
  6. Angka 9 untuk semua jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK diisi dengan tanggal penerbitan ijazah dengan tulisan angka (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf (tidak disingkat).
  7. Angka 10 diisi dengan nama kepala sekolah dan NIP dari kepala sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah dan dibubuhkan tanda tangan kepala sekolah bersangkutan. Bagi yang berstatus non pegawai negeri sipil diisi strip (-).
  8. Angka 11 dibubuhkan stempel sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai nomenklatur.
Demikian petunjuk penulisan ijazah sekolah dasar tahun pelajaran 2019/2020 sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 
 
Sejak tulisan ini dipublikasikan, masih ada waktu untuk kepala sekolah menyiapkan SK Panitia Penulisan Ijazah yang di dalamnya juga mengatur bahwa Satuan Pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi tidak diperkenankan untuk menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik ijazah yang sah dengan alasan apapun.


Semoga bermanfaat.





Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *