Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2020 Berbeda dengan Sebelumnya

Sekilas tentang BANS/M (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah)

Berdasarkan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012 (pasal 1 ayat 2) Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Selanjutnya pada pasal 1 ayat 6 dijabarkan bahwa sekolah/madrasah adalah bentuk satuan pendidikan formal yang meliputi:

  • Sekolah Dasar (SD);
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI);
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP);
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs);
  • Sekolah Menengah Atas (SMA);
  • Madrasah Aliyah (MA);
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK);
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK);
  • Sekolah Luar Biasa (SLB); dan
  • Satuan pendidikan formal lain yang sederajat.


Berdasarkan kajian terhadap berbagai referensi, diskusi dengan pakar dan analisis terhadap data hasil akreditasi selama tahun 2018, BANS/M mimpulkan bahwa pola akreditasi harus bergeser dari compliance based ke performance based, dalam referensi lain disebut bergeser dari rules based ke principles based. Dengan pergeseran ini instrumen akreditasi mengalami perubahan fundamental. Perubahan itu bukan sekedar menyempurnakan butir-butir dan tahu analisis, tetapi perubahan paradigma. Penyusunan Instrumen Akreditasi baru ini menerapkan pendekatan baru dalam penilaian akreditasi sekolah/madrasah yaitu dari compliance menunju performance. Pergeseran paradigma dalam pelaksanaan akreditasi ini mutlak diperlukan sebagai bagian penting dari upaya BAN-S/M sebagai lembaga penjaminan mutu pendidikan untuk ikut ambil bagian dalam mendorong continous improvement, yaitu perubahan akreditasi Sekolah/Madrasah ke arah yang lebih baik. Akreditasi pada akhirnya tidak bergantung pada pemenuhan aspek yang bersifat administratif, tetapi akan difokuskan pada penilaian Sekolah/Madrasah pada pemenuhan mutu yang lebih substantive.

Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu

Nah, pada Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2020 ini, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) menetapkan tagline: Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu. Tagline tersebut dimaksudkan untuk memperkuat dan mengaktualisasikan moto BAN-S/M: profesional, terpercaya, dan terbuka.
Akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu memiliki empat pilar. 
Apa saja empat pilar yang dimaksud oleh BANS/M?
1. Perangkat yang bermutu. 
2. Asesor yang bermutu. 
3. Manajemen yang bermutu. 
4. Hasil-hasil yang bermutu. 

Alur Proses Akreditasi Sekolah/Madrasah

Sesuai Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Nomor: 246/Ban-Sm/Sk/2020 tentang Penggunaan Prosedur Operasional Standar (Pos) Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2020, alur proses akreditasi sekolah/madrasah sebagai berikut.


Sekolah/madrasah yang telah ditetapkan kelayakannya untuk divisitasi, harus divisitasi oleh asesor yang ditugaskan oleh BAN-S/M Provinsi. 


Apakah visitasi itu? Visitasi adalah kegiatan verifikasi, validasi, dan klarifikasi data dan informasi yang telah diisi oleh sekolah/madrasah dalam Sispena-S/M melalui wawancara dan observasi terhadap kondisi objektif sekolah/madrasah.


Apa tujuan dilakukannya visitasi? Tujuannya adalah mendapatkan data dan informasi tentang kondisi objektif sekolah/madrasah untuk menentukan status dan peringkat akreditasi. 


Apa tanggung jawab dan wewenang yang dimiliki oleh pihak yang terlibat pad kegiatan visitasi dalam rangka akreditasi sekolah? 

Kegiatan visitasi dilaksanakan oleh asesor dan sekolah/madrasah.  

Asesor dan Visitasi

Asesor adalah seseorang yang berhak melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan keterbukaan, BAN-S/M mensyaratkan usia asesor adalah 30-58 tahun. Pendidikan sekurang-kurangnya S1, memiliki pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan yang relevan. Asesor harus mahir mengoperasikan komputer. Asesor juga harus memiliki kecakapan sosial dan berkepribadian luhur. Asesor yang tidak mematuhi kode etik dapat diberhentikan. Rekrutmen asesor dilaksanakan secara terbuka melalui pengumuman di media massa atau pemberitahuan ke lembaga terkait. Setiap orang yang melamar sebagai asesor harus mengikuti tes tulis, wawancara, penilaian portofolio, dan pelatihan calon asesor. Asesor bukanlah mereka yang ditunjuk tetapi kalangan profesional yang diseleksi dengan ketat. Asesor adalah salah satu pelaku utama Akreditasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga  kepribadian mereka menentukan citra BAN-S/M dan hal-hal lain yang terkait dengan Akreditasi.

 

Yang Dilakukan Asesor

Apa saja langkah kegiatan yang dilakukan asesor pada waktu visitasi di sekolah?
Setelah asesor menerima surat tugas dan dokumen yang diperlukan, menandatangani pakta integritas/surat pernyataan tentang pelaksanaan visitasi, menelaah dan mempelajari DIA sekolah/madrasah yang akan divisitasi, maka asesor meaksanakan visitasi ke sekolah/madrasah. Langkah kegiatan yang dilakukan asesor adalah:

  1. Asesor menunjukkan surat tugas asesor kepada Kepala Sekolah/Madrasah.
  2. Sekolah/madrasah menjelaskan profil sekolah/madrasah kepada asesor.
  3. Asesor mengobservasi situasi sekolah/madrasah, melakukan pengkajian dokumen tertulis maupun foto kegiatan-kegiatan, menyebarkan angket, melakukan FGD, dan mewawancarai responden.
  4. Asesor mendokumentasikan foto sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah sebagai bagian laporan.
  5. Masing-masing asesor memilih minimal 2 (dua) kelas yang berbeda untuk diobservasi.
  6. Asesor melakukan verifikasi, validasi, klarifikasi, dan penilaian kinerja sesuai IASP 2020 berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumen sekolah/madrasah.
  7. Masing-masing asesor melakukan penilaian terhadap kinerja sekolah/madrasah secara menyeluruh.
  8. Tim asesor mendiskusikan temuan hasil visitasi.
  9. Asesor menyampaikan temuan hasil visitasi kepada sekolah/madrasah namun tidak memberi tahu hasil penilaian asesor.
  10. Masing-masing asesor mengisi nilai visitasi individu (laporan temuan individu); dan Ketua Tim Asesor mengisi nilai kelompok (laporan kelompok) dan rekomendasi hasil visitasi pada aplikasi Sispena-S/M.
  11. Laporan kelompok dan rekomendasi dicetak dari aplikasi SispenaS/M dan ditandatangani oleh kedua asesor untuk diserahkan ke BAN-S/M Provinsi.
  12. Kepala sekolah/madrasah bersama kedua asesor mengisi Berita Acara Pelaksanaan Visitasi dan tanggal visitasi sesuai dengan hari dan tanggal pelaksanaan ke Sispena-S/M, mencetak, dan menandatangani Format 3.2.
  13. Ketua Tim Asesor mengunggah Scan/Foto Berita Acara Visitasi yang telah ditandatangani oleh kepala sekolah dan kedua asesor pada aplikasi Sispena-S/M.

Focus Group Discussion

Di atas disebutkan bahwa asesor melakukan FGD. Apakah FGD itu? FGD atau Focus Group Discussion merupakan salah satu metode riset kualitatif yang paling terkenal selain teknik wawancara. FGD adalah diskusi terfokus dari suatu group untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Jumlah pesertanya bervariasi antara 8-12 orang, dilaksanakan dengan panduan seorang moderator.

FGD secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu diskusi yang dilakukan secara sistematis dan terarah mengenai suatu isu atau masalah tertentu.

Lalu, apa yang dilakukan kepala sekolah sasaran dalam kegiatan visitasi? Yang dilakukan kepala sekolah dalam kegiatan visitasi adalah:

  1. Menerima asesor dalam melaksanakan visitasi.
  2. Menyiapkan dokumen yang diperlukan sebagai bukti fisik.
  3. Memberi kesempatan asesor bertanya pada warga sekolah/madrasah sesuai dengan pilihan asesor, bukan disiapkan dari sekolah/madrasah.
  4. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Visitasi.
  5. Mengisi Kartu Kendali Proses Visitasi serta mengunggahnya pada Sispena-S/M.

Berapa lama waktu pelaksanaan kegiatan visitasi? 
Kegiatan visitasi dilaksanakan selama 2 (dua) hari (minimal 5 jam per hari) di sekolah/madrasah. Tim asesor menyerahkan laporan visitasi ke BAN-S/M Provinsi, selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah visitasi.

Laporan visitasi yang disampaikan oleh asesor perlu divalidasi, untuk menjamin proses dan hasil akreditasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.  Tim Validasi yang dibentuk oleh Ketua BAN-S/M Provinsi melakukan pemeriksaan terhadap proses visitasi dengan melihat Berita Acara Pelaksanaan Visitasi dan Kartu Kendali Proses Visitasi.  Tim Validasi melakukan pemeriksaan terhadap hasil visitasi melalui aplikasi Sispena-S/M, yang mencakup: a) hasil penilaian individu asesor dan nilai akhir kelompok, b) hubungan skor antarstandar, c) kesesuaian antara nilai visitasi dan rekomendasi, d) kelengkapan data pendukung yang diunggah Asesor. 


Kelengkapan data pendukung yang dimaksud adalah: 1) pindaian/foto Lembar Rekapitulasi Nilai Akreditasi yang sudah ditandatangan lengkap oleh kedua Asesor, 2) foto visitasi, 3) berita acara visitasi yang sudah ditandatangan lengkap oleh kepala sekolah/madrasah dan kedua Asesor, dan 4) Pakta Integritas yang sudah ditandatangan masing-masing Asesor.


Apabila Tim Validasi menemukan ketidaksesuaian data/informasi dengan ketentuan dalam proses dan hasil akreditasi, maka tim validasi melakukan klarifikasi kepada Tim Asesor. Apabila diperlukan tim validasi dapat melakukan klarifikasi ke sekolah/madrasah. Apabila Tim Validasi menemukan indikasi penyimpangan atau kejanggalan dalam proses dan hasil akreditasi, maka BAN-S/M Provinsi dapat menugaskan asesor yang berbeda untuk melakukan visitasi ulang apabila diperlukan.


Demikian sekilas tentang pelaksanaan Akreditasi Sekolah Tahun 2020 yang instrumen dan paradigma baru berbasis performance yang berbeda dengan instrumen dan paradigma sebelumnya.


Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah 2020 dapat diunduh di sini.

Bahan bacaan:
https://bansm.kemdikbud.go.id/
https://qmc.binus.ac.id/2014/08/28/focus-group-discussion/
http://www.uniloginternusa.com/apa-itu-asesor-atau-assessor/

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2020 Berbeda dengan Sebelumnya

  • 15/09/2020 at 07:53
    Permalink

    Sangat super, guru benar benar dituntut kreatif, inovatif dan berpikir positif

    Reply
  • 04/06/2020 at 03:40
    Permalink

    Masih seger dalam ingatan akreditasi September 2019 selama 2 hari bersama Asessor luar biasa mantap dari provinsi

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *