Mekanisme Pelaksanaan Sistem Akreditasi Baru: Status Akreditasi Sekolah/Madrasah Dapat Diperpanjang Otomatis Tanpa Melalui Visitasi Ulang

Status akreditasi sekolah dapat diperpanjang otomatis tanpa melalui visitasi ulang. Wow, mungkinkah? Dalam Pedoman Akreditasi Sekolah/Madrasah 2020 hal tersebut dimungkinkan. Hal ini tidak terlepas dari Prinsip Dasar Akreditasi 2020 yakni Paradigma Baru Akreditasi Sekolah/Madrasah. Variabel utama untuk dinilai dalam akreditasi baru adalah mutu lulusan, proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah/madrasah, kinerja guru yang menjadi tulang punggung proses pembelajaran, serta manajemen sekolah/madrasah dalam menggali sumber-sumber input dan mengelolanya untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah/madrasah.

Mutu Lulusan
Data kualitas lulusan idealnya digali dari data setelah mereka lulus, misalnya performance mereka setelah melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau bekerja (out comes), namun fakta menunjukkan tracer study di sekolah/madrasah sangat lemah. Tracer study adalah penelitian mengenai situasi alumni khususnya dalam hal pencarian kerja, situasi kerja, dan pemanfaatan pemerolehan kompetensi. Oleh karena tracer study di sekolah/ madrasah sangat lemah dapat dilengkapi dengan kompetensi dan karakter siswa saat lulus (output) atau bahkan menjelang lulus (masih berada di sekolah). Selain itu, Total Quality Management (TQM) kepuasan pengguna lulusan (sekolah/madrasah lebih
tinggi tempat lulusan melanjutkan atau tempat kerja lulusan) dapat menjadi menjadi salah satu indikator mutu lulusan. 

Proses Pembelajaran 
Proses pembelajaran di sekolah/madrasah pada dasarnya terdiri dari dua bagian, yaitu proses pembelajaran di kelas/lab/workshop/studio/lapangan dan budaya sekolah/madrasah, di mana siswa banyak belajar dan mengembangkan aspek sikap  kehidupan (ranah afektif atau karakter). Proses pendidikan harus dimaknai proses yang terjadi dan bukan sekedar ketersediaan input, misalnya aturan, sarana-prasarana yang sebagainya.

Kinerja Guru 
Proses pembelajaran sebagaimana disebutkan di atas pada dasarnya merupakan kinerja guru dalam memanfaatkan input pendidikan yang tersedia atau dapat dijangkau. Seiring dengan pemikiran itu, temuan penelitian bahwa mutu pembelajaran ditentukan oleh inovasi guru dalam mengelola kelas (classroom management) perlu mendapat perhatian. Hal sama juga berlaku pada budaya sekolah/madrasah (school culture/school climate), yang harus diperhatikan apa yang terjadi di lingkungan sekolah/madrasah (school environment) dan sekedar bagaimana sekolah/madrasah membuat kebijakan, aturan dan menyediakan sarana-prasarana.

Manajemen Sekolah/Madrasah

Manajemen sekolah/madrasah (school management) mempengaruhi penyediaan semua input pendidikan dan mengendalikan proses pendidikan melalui manajemen guru. Oleh karena itu kemampuan pimpinan sekolah/madrasah dalam mengelola SDM, sarana-prasarana, sumber dana dan melakukan terobosan serta membangun jaringan guru mendukung proses pendidikan di sekolah/madrasah menjadi faktor penentu. Kepuasan guru dan karyawan merupakan indikator kualitas manajemen sekolah/madrasah, karena kepuasan tersebut pada gilirannya akan menguatkan motivasi kerja mereka. Khusus untuk instrumen berbasis compliance seperti kurikulum, sistem penilaian, sarana-prasarana dan anggaran akan menjadi tahap awal pra akreditasi sebagai prasyarat untuk diakreditasi. Artinya hanya sekolah-sekolah/madrasah yang “memiliki” input minimal yang akan diakreditasi.

Kembali ke judul tulisan ini, bahwa status akreditasi sekolah/madasah dapat diperpanjang otomatis tanpa melalui visitasi ulang dimungkinkan karena mekanisme pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah yang baru mengikuti diagram alur sebagai berikut:

 

Pada Gambar tersebut terdapat 3 (tiga) bagian besar yang sangat penting, yakni:

  1. Database Sekolah/Madrasah Terakreditasi,
  2. Proses monitoring (dashboard), proses ini dilakukan dengan mekanisme otomatis (machine generated), dan
  3. Proses Akreditasi

Database Sekolah/Madrasah Terakreditasi
Sekolah/Madrasah secara reguler diwajibkan untuk memasukan data dan informasi ke dalam sistem monitoring terkait kinerja satuan pendidikan (indikatornya ditetapkan oleh BAN S/M). Input data dan informasi tahunan ini akan menjadi dasar konsistensi sekolah/madrasah terkait mutu satuan pendidikan dikaitkan dengan permohonan reakreditasi. Sekolah/madrasah dapat diperpanjang otomatis status akreditasinya tanpa melalui visitasi ulang jika berdasarkan data/informasi dari sistem menunjukkan sekolah/madrasah tersebut tidak mengalami penurunan mutu. Sekolah/madrasah yang memperoleh akreditasi B dan C dapat mengajukan permohonan untuk diakreditasi ulang apabila dapat menunjukkan bukti-bukti perbaikan kinerja yang akan diverifikasi oleh BAN-S/M. Sekolah/madrasah yang memperoleh akreditasi A, B, dan C dapat divisitasi ulang apabila dalam sistem monitoring atau berdasarkan pengaduan masyarakat menunjukkan penurunan mutu. Permohonan akreditasi ulang bisa dilakukan paling cepat 2 (dua) tahun setelah terbitnya sertifikat akreditasi.

Proses Monitoring (dashboard)
Proses monitoring (dashboard) ini dilakukan dengan mekanisme 
otomatis (machine generated), dan tidak melibatkan asesor untuk
mencegah konflik kepentingan. Indikator kinerja sekolah/madrasah yang akan masuk ke dalam sistem ini akan ditetapkan oleh BAN S/M. Evaluasi data dan informasi dilakukan melalui aplikasi dashboard monitoring yang dibuat secara menyeluruh untuk memastikan sekolah/madrasah yang masuk ke dalam sistem akan memberikan informasi tentang mutu satuan pendidikan. Prosedur yang harus dilakukan antara lain:
Sekolah/madrasah menyampaikan update data dan informasi satuan pendidikan terkait dengan indikator-indikator mutu yang telah ditetapkan oleh BAN S/M. Berdasarkan hasil dashboard monitoring akan diperoleh hasil antara lain: (1) penetapan perpanjangan peringkat akreditasi apabila dinyatakan mutu sekolah/madrasah konstan; (2) penetapan perpanjangan peringkat akreditasi apabila dinyatakan sekolah/madrasah tersebut secara sistem mutunya naik tetapi tidak mengusulkan akreditasi; (3) penetapan menjadi sasaran akreditasi apabila secara sistem mutu sekolah/madrasah menurun.

Proses Akreditasi
Mekanisme proses akreditasi akan dilaksanakan oleh BAN S/M Provinsi sesuai dengan ketentuan akreditasi Permendikbud Nomor 13 Tahun 2018.

Sekolah/madrasah yang memenuhi syarat dan  ingin menuju proses diakreditasi harus memenuhi persyaratan mutlak (compliance mutlak) sebagai berikut:

  1. Sekolah/madrasah telah memiliki izin operasional yang dibuktikan dengan telah mengunggah dalam Dapodik.
  2. Kepala sekolah/madrasah memiliki surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.
  3. Sekolah/madrasah pernah meluluskan siswa.
  4. Sekolah/madrasah menyelenggarakan alokasi waktu proses pembelajaran sesuai kurikulum nasional.
  5. Sekolah/madrasah menyelenggarakan seluruh mata pelajaran yang diwajibkan sesuai kurikulum nasional di seluruh kelas.
Selain harus memenuhi ke lima persyaratan di atas, sekolah/madrasah juga harus memenuhi indikator compliance relatif dengan skor minimal 60.
 
Jadi, apabila sekolah memenuhi syarat namun dipimpin oleh kepala sekolah yang belum/tidak memiliki NRKS dari lembaga yang berwenang maka sekolah tersebut akan terganjal proses akreditasinya. Jika Anda, kepala sekoah, pernah mengikuti diklat kepala sekolah dan belum mengetahui NRKS nya dapat mencari di http://lppks.kemdikbud.go.id/sttpp#cari_sertif
 
Demikian sekilas mengenai mekanisme pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah yang baru (2020). Diperlukan persiapan kepala sekolah, guru, siswa, dan pemangku kepentingan agar input tahunan/Indikator Kinerja Sekolah termonitor konstan bahkan meningkat. Dapodik/EMIS  dan PMP perlu dikelola dengan baik karena akan menjadi data yang termonitor untuk menentukan proses akreditasi sekolah selanjutnya. 
Salam!
 
 
Tautan unduh ada pada tulisan di bawah ini.
 








Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Mekanisme Pelaksanaan Sistem Akreditasi Baru: Status Akreditasi Sekolah/Madrasah Dapat Diperpanjang Otomatis Tanpa Melalui Visitasi Ulang

  • 04/06/2020 at 03:59
    Permalink

    Status Akreditasi adalah sebuah motivasi,,,Akreditasi A,B,atau C memiliki nilai motivasi yang berbeda,,,tapi kebanyakan sekolah merasa cukup puas dengan nilai B,,,"jadilah nilai B bae"itu adalah jawaban ketika ditanya target pencapaian nilai,,

    Reply
  • 04/06/2020 at 03:55
    Permalink

    Status Akreditasi adalah sebuah motivasi,,,Akreditasi A,B,atau C memiliki nilai motivasi yang berbeda,,,tapi kebanyakan sekolah merasa cukup puas dengan nilai B,,,"jadilah nilai B bae"itu adalah ketika ditanya target pencapaian nilai,,

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *