Pengalaman Menerbitkan Buku, Tema Awal Belajar Menulis

Belajar menulis? Iya. Menulis adalah sebuah keterampilan. Ingin terampil melakukan sesuatu syaratnya harus belajar dan melakukannya berulang-ulang. Beruntung seorang teman memberikan tautan untuk bergabung ke grup whatsapp (WA) yang bertajuk Belajar Menulis Gelombang 15 bersama Om Jay (Bapak Wijaya Kusuma), PGRI, dan Penerbit Andi. Setelah bergabung, tibalah saatnya kuliah daring perdana pada tanggal 3 Agustus 2020 pukul 19.00. Narasumber pada kuliah perdana ini adalah seorang ibu, beliau bernama Sri Sugiastuti atau Ibu Kanjeng. Beliau memaparkan tema perdana, yaitu Pengalaman Menerbitkan Buku.
Ibu Kanjeng, penulis kelahiran tahun 1961 ini, menceritakan proses kegiatan menulisnya dari sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga beberapa tahun setelah beliau diangkat menjadi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil. Sebagai guru “zaman kolonial”, begitu beliau menyebut dirinya untuk membedakan dengan guru milenial masa kini, masa kecilnya memiliki kegemaran membaca majalah anak-anak seperti majalah Bobo, Si Kuncung, maupun buku-buku komik karangan H.C. Andersen. Kegiatan menulisnya dilakukan dengan menulis buku kenangan, puisi, dan menulis kumpulan teks lagu. Pada waktu SMP beliau mulai menyukai majalah remaja seperti majalah Gadis maupun Anita. Sedangkan ketika di SMA kegiatan menulis sebatas mengisi konten pada majalah dinding sekolah.
Menurut pengakuannya, Ibu Kanjeng mengawali karir sebagai guru PNS tahun 1985. Setelah sekian lama menjadi seorang ibu rumah tangga dan guru, yang disebutnya biasa-biasa saja, akhirnya berkesempatan mengikuti kuliah jenjang S2. Dari sinilah mulai “dipaksa” untuk mengenal Google, rajin ke toko buku, dan mulai “melek IT” untuk menunjang tugas-tugas kuliahnya hingga akhirnya pada tahun 2010 berhasil menerbitkan dua buah buku: SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK penerbit Erlangga dan Buku Antologi “Diary Ketika Buah Hati Sakit”.
Satu demi satu, buku berikutnya terbit. Buku kroyokan bersama Kompasianer tahun 2014 “25 Kompasianers Merawat Indonesia” dalam rangka hari Kartini, “Indonesia Satu“ penerbit Indie Peniti Media. Pada tahun 2013 terbit 3 buku lainnya:
  1. Buku Parenting berjudul “Seni Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islami” penerbit Mitra Widyawacana Jakarta.
  2. Novel Hidayah “Kugelar Sajadah Cinta” penerbit Indie Bentang Pustaka Sidoarjo
  3. Deburan Ombak Waktu” penerbit Indie Goresan Pena  Cirebon.
Pada tahun 2015 Buku “SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK Edisi Baru” penerbit Erlangga, lahir. Selanjutnya tahun 2016 buku “The Stories Cakes For Beloved Moms” penerbit Indie Oksana dan tahun 2017 buku “The Stories of wonder Women” penerbit Mediaguru menyusul terbit.
Buku-buku selanjutnya adalah:
  1. Tipuan Asmara (Novel),
  2. Wow Engish is So Easy Kids,
  3. Perempuan Terbungkas (Novel)
  4. Catatan Religi Bu Kanjeng (Motivasi),
  5. Merawat Harapan (Parenting),
  6. The Power of Mother’s Prayer (Parenting)
  7. Masuk Surga Karena Anak (Parenting)

Masih banyak judul buku yang belum disebutkan di sini buah karya ibu empat orang anak ini.

Itulah Ibu Kanjeng. Kesehariannya mengajar, pengurus TPQ di masjid Al Fath, seorang blogger, anggota komunitas berbagai kepenulisan baik online maupun offline, salah satunya aktif di blog Gurusiana dan Komunitas sejuta guru ngeblog, pegiat Literasi Nusantara, dan Duta Bunda Baca Solo Raya masih terus giat menulis meskipun usia sudah semakin senja. Hal itu tidak terlepas dari dukungan keluarga terutama suami yang selalu mendukung segala kiprah istrinya yang positif.

Gambar: Sebagian Buku Karya Ibu kanjeng (Dok. Kuliah Daring 03-08-2020)
Mengapa guru yang hampir pensiun, ibu rumah tangga dengan 4 orang buah hati, seabreg kegiatan di luar dinas dan keluarga, masih sempat menulis dan tulisannya bermunculan bagai air yang tak lelah keluar dari mata air? Hal itu tak lain karena dunia literasi baginya sangat mengasyikkan dan menulis baginya memberikan  manfaat yang banyak  sekali. Sehingga tidak heran jika Ibu kanjeng  selalu haus untuk  belajar. Selain itu, beliau juga mempunyai banyak  komunitas  menulis. Hal itu, menurutnya, ketika aktif di group menulis virus literasi  akan menular dan ide-ide untuk  menulis pun bermunculan.

Pada kesempatan kuliah daring pada malam itu, Om Jay memancing dengan pertanyaan “Apa yang paling sulit dari menulis?” Peserta lain, di antaranya Bapak Johan Wahyudi dari Musi Rawas juga mengajukan pertanyaan senada yaitu, “Dimulai dari mana ketika akan membuat suatu tulisan?”

Tanpa basa-basi, Ibu Sri Sugiastuti menjawab pertanyaan Om Jay, yang tak lain dan tak bukan adalah seorang blogger kawakan di Indonesia. Beliau menjawab, “Yang paling sulit memulainya, Om.”
Pertanyaan tentang dimulai dari mana ketika akan membuat tulisan dijawabnya bahwa menulislah dari yang mendesak dan ingin segera kita sampaikan, apa yang ada di benak kita. Jangan takut salah, jangan takut jelek tulisannya, jangan takut tulisan kita tidak berguna atau tidak ada yang baca. 

Selain tips mendasar di atas, mulailah menulis agar kesulitan menulis teratasi dan segera tuliskan yang ada di benak tanpa takut salah, ternyata banyak tips menulis yang dituturkan Ibu Kanjeng Sri Sugiastuti. Banyak membaca, mencoba menulis, mengirimkan tulisan, dan teruslah menulis meskipun naskah ditolak atau sudah pernah diterbitkan. Kembangkan terus kemampuan Anda dan perbanyak karya-karya Anda, demikian nasihatnya.

Agar tulisan kita berkembang berikut tips menulis dari Ibu Kanjeng yang patut kita simak.
Tips Disiplin Menulis
  • Buat kerangka tulisan agar tulisan memiliki arah dan target.
  • Buat target akan menyelesaikan tulisan Anda.
  • Fokus pada target yang dibuat
  • Beri Reward jika bisa mencapai target atau melebihi target dan Punishment pada diri sendiri jika sebaliknya yang terjadi
Tips Memilih Judul yang Menarik
  • Sesuaikan dengan tema tulisan
  • Buat judul dengan kata yang mudah diingat
  • Buat orang penasaran dengan judul yang menarik
Tips Mencari Ide
  • Bacalah sebanyak mungkin buku
  • Refreshing ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk merefresh otak Anda dari rutinitas
  • Tulis apa yang bisa Anda tulis
  • Cari referensi dari berbagai media.
  • Gunakan cara ATM (amati, tiru, modifikasi).
Tips Menulis Cepat
  • Pikirkanlah ide tulisan, segera tuliskan.
  • Buat kerangka karangan terlebih dahulu agar lebih terarah.
  • Teruslah mengetik berdasarkan ide yang dimiliki.
  • Untuk mendukung no.3 bisa juga dengan mengeblok semua kata dan ganti dengan warna putih saat mengetik pada MS. Word agar malas untuk mengeditnya.
  • Setelah selesai, barulah ubah kembali tulisan menjadi warna hitam jika Anda menggunakan cara no.4 dan baca kembali berulang kali serta perbaiki apa yang salah dan yang kurang enak dibaca
Tips Memenangkan Lomba-lomba Menulis
  • Pahami dan laksanakan aturan dan syarat-syarat lomba.
  • Cari dan kombinasikan ide atau menilai ide yang telah dimiliki, tapi jangan pernah menjiplak.
  • Baca ulang tulisan beberapa kali. Perbaiki yang salah atau yang kurang enak dibaca.
  • Setelah selesai mengirimkan naskah, berdoalah.
  • Jika gagal, evaluasilah, teruslah mencoba. Setiap orang yang berhasil sesungguhnya telah mengalami setumpuk kegagalan.
Langkah-langkah Menulis Buku
  • Tentukan jenis buku: novel, esai, ilmu pengetahuan, kumpulan cerpen atau lainnya.
  • Tentukan tema
  • Buat kerangka buku
  • Mulai mengembangkan kerangka buku
  • Baca kembali berulang-ulang dan perbaiki.
Tips dan Cara Mengirimkan Tulisan ke Media Massa
  • Buat tulisan yang menarik
  • Pilih tulisan yang sesuai temanya dengan waktu.
  • Sesuaikan dengan media massa tujuan
  • Jangan kirimkan ke banyak media masa sekaligus. Kirim naskah pada satu media massa. Jika ditolak, baru kirim ke media masa lainnya.
Membuat Pembaca Penasaran
Misalkan, kalimat di akhir bab untuk buku non-fiksi: Itulah beberapa cara untuk selalu berpikir positif. Namun dalam hidup kadang tak lepas dari masalah yang membuat kita lupa untuk berpikir positif. Lalu, bagaimana caranya mengubah masalah menjadi peluang? Anda bisa baca di bab berikutnya.
Contoh kalimat di akhir bab untuk buku fiksi: Begitulah hari-hari yang dijalani Mawar. Setiap hari, ia selalu dibuli oleh teman-temannya karena ayahnya entah dimana, dan entah siapa. Ibunya tak pernah cerita soal itu. Ia kadang menangis dan menjerit dalam hati. Ia berusaha kuat menghadapi penghinaan yang ia terima. Namun sampai kapan ia mampu terus bertahan menghadapi perlakuan teman-temannya yang selalu menyudutkannya? Dan apakah hari-harinya yang kelabu akan berubah?
Manfaat Mengikuti Event-event Penulisan
  • Mengasah otak untuk mencari ide
  • Melatih disiplin menulis
  • Memperbanyak pengalaman menulis
  • Memperbanyak karya
  • Mengenal penulis-penulis lain
  • Memungkinkan mendapatkan hadiah
Cara Mengirim Naskah ke Penerbit dan Hal yang Harus Diperhatikan
  1. Siapkan naskah yang sudah rapi
  2. Pilih penerbit yang sesuai dengan jenis naskah
  3. Perhatikan tata cara pengiriman dan ketentuan mengirim naskah ke penerbit yang bersangkutan
  4. Kirimkan naskah beserta sinopsis dan biodata penulis
  5. Jangan Mengirim Naskah Ke Beberapa Penerbit Sekaligus
Waktu yang Tepat untuk Menulis
  • Saat senggang atau sedang menunggu.
  • Malam hari sebelum tidur
  • Pagi hari setelah subuh
  • Saat ada ide
Banyak Cara Menerbitkan Buku dan Jadi Penulis
Sulit bukan berarti tak ada jalan. Jalan untuk menjadi penulis sukses selalu terbuka. Penulis besar pun berjuang untuk menerbitkan bukunya.
Apa pun cara yang dipilih untuk menerbitkan buku adalah pilihan masing-masing penulis. Namun tentu jika karya penulis ingin dibaca oleh banyak orang, penulis harus juga berupaya untuk memromosikan karyanya.
Yang Perlu dilakukan Penulis Setelah Bukunya Terbit
  • Membantu memromosikan bukunya seperti yang dilakukan Raditya Dika misalnya, dengan menyuruh pembacanya berfoto dengan bukunya dan menguploadnya di media sosial.
  • Perbaiki naskah buku agar di cetakan berikutnya bukunya lebih baik lagi.
  • Terus Berkarya
Jalan untuk Jadi Penulis Sukses
Penulis sukses awalnya mengalami penolakan. J.K Rowling, misalnya. Jika naskah kita ditolak, setidaknya punya 2 pilihan: mau terus berjuang, atau berhenti. Jika terus berjuang, akan ada 2 pilihan lagi: mau terus mengirimkan ke penerbit mayor, atau diterbitkan secara self publishing. Jadi, banyak jalan untuk menjadi penulis sukses. Yang terpenting adalah teruslah melangkah dan jangan berhenti.
Demikian pertemuan pertama kami belajar menulis melalui grup WA bersama Om Jay, PGRI, dan Penerbit Andi. Pada akhir kuliah, kesimpulan yang disampaikan Ibu Kanjeng adalah jangan lelah untuk  berproses. Awali dengan menulis di blog, lanjut menulis antologi untuk dijadikan buku. Selanjutnya, menulis buku tunggal. Minimal, hasil belajar selama  mengikuti kelas belajar menulis gratis ini dapat dibukukan menjadi buku tunggal dan diterbitkan. Jangan lupa, masuklah ke dalam komunitas penulis.untuk saling support.
Sungguh, malam pertama yang begitu indah bersama Ibu Sri Sugiastuti, penulis produktif yang akrab dipanggil Ibu Kanjeng, bercengkerama tentang pengalaman menulis dan menerbitkan buku. Sudahkah termotivasi untuk menulis dan menerbitkannya? Tentu sudah dan segeralah menulis!
Tugumulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan, 04 Agustus 2020.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Pengalaman Menerbitkan Buku, Tema Awal Belajar Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *