Membangun Kebiasaan Menulis Melalui Blog

Tetaplah menulis, apa pun kondisinya, apa pun medianya, menulislah di mana saja, apalagi ketika kita sudah punya blog.
~Mr. Bams~

Resume Materi Kedua Belajar Menulis Bersama Om Jay dan PGRI Gelombang 15
Moderator: Om Jay
Pemateri: Mr. Bams

 

Kegiatan kuliah malam, Belajar Menulis Bersama Om Jay dan PGRI Gelombang 15 ini tidak seperti pada waktu mengikuti sesi sebelumnya. Saya harus menghadiri undangan kenduri di rumah tetangga yang pada hari Jumat mendatang menikahkan anaknya. Tidak bisa izin karena yang memandu dan menjadi pembawa acara tersebut saya sendiri. Beruntung sekali, proses belajar melalui grup WA. Penyaji materi menyampaikan materi melalui audio, tulisan, maupun tautan kanal youtube, dan tautan blog yang menjadi bagian bahan ajar. Jadi, meskipun pulang dari acara kemasyaratan yang sudah menjadi adat kebiasaan itu, saya masih bisa mengakses dengan mengunduh seluruh media yang digunakan Mr. Bams, pangilan keren blogger bernama asli Bambang Purwanto.
Satu demi satu rekaman audio saya dengarkan. Sesekali saya mencatat poin penting yang dapat saya rangkai menjadi kalimat sebagai bahan resume yang harus saya laporkan sebagai bukti saya mengkuti pelatihan ini, sekaligus salah syarat mendapatkan sertifikat pelatihan. Percakapan di grup WA pun saya salin untuk dicermati bagian-bagian yang perlu dicamkan sebagai bahan penulis untuk membangun kebiasaan menulis.
Menyimak pesan suara Pak Bambang Purwanto penulis seperti membaca catatan perjalanan kepenulisan seorang Mr. Bams. Diawali sebagai pendongeng pada tahun 2004, ia sering membaca buku-buku sebagai referensi dongengnya. Tidak seperti pendongeng lain yang menggunakan panggilan Kak, seperti Kak Seto, ia menggunakan branding dengan panggilan ayah. Karena anaknya bernama Salwa, dengan percaya diri memanggil dirinya sebagai Ayah Salwa.
Sebagai pendongeng, ia harus kaya dengan bahan dongengan. Cara yang ditempuh adalah dengan membaca. Mulailah ia mengumpulkan berbagai buku sebagai referensi atau bahan untuk mendongeng. Lama-kelamaan, buku-buku yang awalnya dibaca sebagai sumber bahan untuk mendongeng akhirnya dikumpulkan dan  menjadi koleksi taman bacaannya yang ia dirikan pada tahun 2011.
Meskipun rumah pertamanya type “Cinema 21” (mestinya seluas bioskop ya), kelakar Mr. Bams untuk menyebut RSS (Rumah Sangat Sederhana) miliknya, Taman Bacaan Masyarakat yang didirikannya tetap melayani walaupun di halaman rumah. Dasar pintar, untuk mendokumentasikan anak-anak dan pembaca yang mengunjungi dan membaca bukunya, mereka wajib mengisi Buku Kunjungan. Begitulah, setiap malam, tak kurang dari 20 buah Majalah BOBO, 20 buah buku anak-anak, dan koran-koran terbitan kemarin yang dikumpulkan, ditata dan disusun di bagian depan rumahnya untuk dinikmati oleh masyarakat sekitarnya.
Sejak tahun 2008, Bambang Purwanto, S.Kom.,Gr adalah seorang pendidik di SMP Taruna Bakti, Bandung. Oleh karena itu, mengetahui bahwa beliau memiliki keterampilan di bidang literasi, sekolah tempatnya mengajar menunjuk sebagai penata program pada Gerakan Literasi di sekolahnya dan pada tahun 2019 ditunjuk menjadi ketua Tim Literasi. Alhasil, pada tahun 2019, SMP Taruna Bakti mendapat anugerah sebagai sekolah literasi kategori utama.
Narasumber pada kuliah kedua Belajar Menulis Bersama Om Jay Gelombang 15 ini, ternyata juga alumnus kegiatan serupa Angkatan atau Gelombang 8. Awalnya seperti pada umumnya peserta, tidak memiliki blog pribadi. Akhirnya blog pribadinya diubah menjadi website dengan domain .id yakni https://penamrbams.id/.
Adakah kendala menulis di blog? Menurut pria kelahiran tahun 1974 ini tetap ada. Yang sering ada adalah konsistensi. Sebagai contoh, konsisten untuk menulis kalimat bahagia setiap hari. Juga misalnya konsistensi untuk membuat tulisan sebelum tidur dan sebagainya. Apap pun itu konsistensi menulis sesuatu kadang sulit dipertahankan, namun perlu terus dimiliki agar konsistensi menulis tetap ada.
Pesan terakhir melalui pesan suara pada paparan malam kedua ini adalah tetaplah menulis apa pun kondisinya, apa pun medianya. Menulislah di mana saja, apalagi ketika kita sudah punya blog. Mari kita isi blog kita dengan tulisan-tulisan yang bisa menjadi sejarah, bisa dikenang tidak hanya sepanjang hayat tetapi sepanjang zaman.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

15 thoughts on “Membangun Kebiasaan Menulis Melalui Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *