Menyiapkan Peserta Didik Memiliki Blog Pribadi

Boleh dong bermimpi? Anak-anak kelas 6 tahun ini saya targetkan setidaknya ada 5 dari 25 orang memiliki blog pribadi, syukur lebih. Nah, agar anak bisa membuat blog, perlu mengenalkan kepada mereka contoh blog probadi dan belajar memosting komentar. Bisa saja secara daring pembelajarannya, atau secara luring jika berkesempatan bertemu mereka. 
Yah, bagaimana lagi? Pandemi akibat Covid-19 memaksa guru dan sebagian besar peserta didik harus MELEK TEKNOLOGI. Lho, kok sebagian besar siswa? Ya,  karena belum semua anak beruntung memiliki kesempatan memiliki gawai dengan paket data untuk mengakses jutaan informasi dari dunia maya. Namun kita tidak bisa menunggu mereka semua memiliki. Satu atau dua orang pun mestinya kita ajak berselancar menikmati luasnya dunia maya bernama internet untuk menimba pengalaman dan pengetahuan. Mereka yang belum berkesempatan memilikinya tetap dilayani dengan pelayanan luring dengan tetap didorong untuk dapat bersosialisasi dengan teman agar ikut juga mencicipi kue teknologi yang bagi anak-anak milenial bukan barang asing dan mewah lagi.
 
Berbekal mengikuti grup WA Belajar Menulis Bersama Om Jay dan PGRI Gelombang 15 pada tanggal 4 Agustu merilis blog baru untuk membangkitkan semangat literasi pada siswa. Terkesan memaksakan? Mungkin iya. karena peserta didik yang memiliki akses untuk itu saya paksa untuk mengunjungi blog, saya paksa untuk membaca, dan saya ajari untuk menulis tanggapan/jawaban pada kolom komentar sebagai bukti mereka mengikuti kegiatan literasi daring. 
 
Berdampingan dengan saudara tuanya yakni Blog Susanto, blog https://diksisusanto.blogspot.com/ ini dapat menjadi media dokumentasi dan media latihan bagi peserta didik kami dan siswa-siswa seusia mereka.  Pada saatnya akan diisi cerpen, artikel tulisan admin atau peserta didik di kelas admin, namun untuk tahap awal, mengambil cerita pendek dari situs yang ada, tentu sebagai orang yang beradab harus mencantumkan sumber tulisan. Bahkan mendorong peserta didik untuk masuk ke website tersebut dengan memintanya mengeklik tautan yang ada.
 
Semoga niat baik penulis untuk mendokumentasikan, menyebarkan tulisan, menampung hasil karya tulis, dapat terwujud. 
 
 
 
Tugumulyo, Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan. 
Menjelang tengah malam di sela waktu mengerjakan tugas menyelesaikan resume kedua.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

3 thoughts on “Menyiapkan Peserta Didik Memiliki Blog Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *