Empat Hari Belajar Bersama Membuat Google Classroom dan Membuat Kuis dengan Quizizz

Setelah gagal pada tahap pertama, saya mencoba mengikuti bimbingan teknis pembelajaran dalam jaringan berupa membuat google classroom dan membuat kuis di quizizz. Program ini digagas dan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas. Google Classroom (selanjutnya penulis sebut sebagai GC) belum pernah penulis buat meskipun artikel dan video tutorialnya sudah pernah dibaca/ditonton. Quizizz pernah dibuat dan menggunakannya untuk anak-anak yang sudah lulus Juli tahun ini tetapi baru sebatas memberikan quiz dan belum paham bagaimana membuat kelas dan mengunduh nilainya. Jadi menilainya masih melihat hasil tangkapan layar HP siswa.
Ada ungkapan, ilmu yang baik itu berasal dari guru. Blog, website, video, bertebaran di internet. Kita dapat belajar secara otodidak di situ. Tetapi berbeda dengan belajar langsung dari narasumber. Apalagi, narasumber itu teman sejawat. Ada nilai-nilai lebih jika belajar dengan mereka ketimbang belajar sendiri dari media daring. Apa saja nilai-nilai lebih ketika kita belajar dengan narasumber, terlebih nara sumbernya adalah teman sejawat?

 

 

 

Tampilan Zoom Meeting Bimtek Pembelajaran Daring (Dok. Pribadi)

 

Pertama, ada rasa penghormatan. Penghormatan kepada narasumber, meskipun mereka jauh di bawah usia kita. Tetapi sebagai penyampai ilmu pengetahuan kita respek dan hormat kepada mereka. Tentu, sikap para penyaji pun akan menentukan seberapa respek peserta terhadap materi apalagi pribadi narasumbernya. Dari pihak narasumber, ketika pesertanya berjumlah puluhan bahkan ratusan, tumbuh rasa penghargaan. Penghargaan kepada para peserta yang barangkali saja lebih banyak pengalaman, masa kerja, masa hidup, dan bahkan mungkin telah memahami materi yang disampaikan. Namun, pada posisi sebagai penyaji dan penerima sajian kedua pihak tumbuh rasa penghargaan.

Kedua, masalah yang muncul segera terselesaikan. Jika materi bersifat tutorial, mengajarkan tentang teknik melakukan sesuatu, tak jarang ada hal-hal yang tak terduga muncul dan dirasakan sebagai kesulitan bagi sebagian peserta. Karena berhadapan langsung dengan narasumber maka pada saat yang sama permasalahan segera dapat diselesaikan. Penyelesaian tidak selalu datang dari pemateri namun terbuka ruang dialog di antara peserta.

Meskipun terkesan kaku, proses penyampaian materi berjalan dengan lancar. Kendala sinyal internet dirasakan sebagian peserta termasuk padamnya aliran listrik, namun secara umum berjalan dengan lancar. Agar hasil belajar dapat segera dipraktekkan, seluruh peserta wajib memasang aplikasi Classroom dari Google, baik di HP maupun di laptop, jika peserta ada yang menggunakan laptop. Setelah itu peserta diundang satu demi satu untuk masuk ke Kelas Pelatihan.

Pengajar Google Classroom Kelas Pelatihan Gelombang 2 Dinas Pendidikan kabupaten Musi Rawas
Setiap hari peserta harus membuka classroom karena absen ada di sana. Setiap hari ada tugas yang dikirimkan untuk dikerjakan. Demikianlah berlangsung selama 4 hari. Melelahkan memang. Tetapi hikmahnya adalah “belajar sambil berbuat”. Kata pendidik, jika mendengar maka kau akan lupa, jika kau melihat maka kau akan ingat, jika kau lakukan maka kau akan mengerti. Rupanya kegiatan yang terkesan rumit itu menjadi wahana peserta agar cepat mengerti. Sungguh strategi yang baik dari penyelenggara pelatihan.
Empat hari belajar bersama dengan para narasumber teman sejawat yang masih muda-muda terasa sangat mengasyikkan. Mereka cakap dalam penguasaan materi, “cakep” juga dalam menyajikannya. Hari terakhir setiap peserta diberi postes dengan aplikasi Quizizz. Tidak seperti postes berupa paper and pencil, postes dengan quizizz waktunya sangat lentur dan sangat panjang. Kapan saja, di mana saja asalkan ada jaringan internet dan paket data, peserta dapat mengerjakan. Tenggat mengumpulkannya pun cukup lama yakni jam 14.00 keesokan hari terhitung sejak hari penutupan.
Jika pandemi masih berlangsung dan pembelajaran jarak jauh masih diharuskan, pemanfaatan google classroom bagi sebagian siswa bisa menjadi alternatif guru melaksanakan pembelajaran daring. Jika pandemi berakhir dan kita memasuki masa transisi bahkan kenormalan baru, tetap saja google classroom dan quizizz dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran.
Menit-menit terakhir hari Minggu, 09 Agustus 2020
di Tugumulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

11 thoughts on “Empat Hari Belajar Bersama Membuat Google Classroom dan Membuat Kuis dengan Quizizz

  • 13/09/2020 at 08:25
    Permalink

    Runtutnya kata yang disusun, pilihan kata yang digunakan, kaedah bahasa Indonesia yang digunakan, sungguh pak Susanto adalah referensi hidup yang pertama harus didatangi.
    Mantull pakdhe

    Reply
  • 13/09/2020 at 06:54
    Permalink

    Soekarno sebagai bpk Proklamator
    Moh. Hatta sebagai bpk Koperasi Indonesia
    Susanto sebagai bpk Blogger Mura

    Reply
  • 13/09/2020 at 01:01
    Permalink

    Sang motivator penggerak guru di Musi Rawas, selalu jadi pusatnya bagi guru di Musi Rawas. Karyamu sll bersinar pak dosen blogger sebagai guru andalan di Musi Rawas.

    Reply
  • 10/08/2020 at 07:59
    Permalink

    Luar biasa pak. Terimakasih untuk inspirasi dan motivasinya. Semoga kami bisa mencontoh semangat membaranya Pak Santo…

    Reply
  • 10/08/2020 at 05:45
    Permalink

    Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak berupa tulisan. Selama kita tidak menghapus atau dihapus admin. tulisan tetap ada di sini. Salam litersi.

    Reply
  • 10/08/2020 at 05:21
    Permalink

    MasyaAlloh.
    The best lah Pak Susanto.
    Salah satu guru inspirasi bagi kami yang muda-muda. Semangatnya untuk terus belajar dan berkarya yang tak mengenal usia, patut kami contoh.

    Semangat terus untuk berbagi ilmunya Pak Susanto.

    Reply
  • 09/08/2020 at 23:38
    Permalink

    Salut bngt, smga trus berkarya … karena aq ngerasa menulis ini salah satu yg sulit aku dalami

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *