Tim Pengembang Kurikulum Paparkan Silabus Pendidikan Antikorupsi

Gelak tawa, canda ria, pecah di tengah ketegangan para perumus Silabus Pendidikan Antikorupsi Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Tiga tim yang berasal dari MGMP PAI SMP, KKG PAI SD, dan MGMP PPKn SMP sudah memaparkan dan hasilnya telah ditanggapi dan mengerucut menjadi kesimpulan. Substansi pengintegrasian, pemberian kode, perumusan indikator pada pembahasan ketiga kelompok pemrasaran sudah ditangapi oleh seluruh peserta tinggal menunggu keputusan pleno dan ketukan palu Sang Pemimpin Rapat.
Melihat gelagat tersebut, salah satu peserta dari Tim PPKn Sekolah Dasar mengusulkan bahwa apa yang telah disusun tidak jauh berbeda sehingga tidak perlu memaparkan hasil rumusannya. Alasan yang diajukan adalah apa yang hendak disampaikan tidak jauh berbeda dan tidak perlu diperdebatkan kembali karena hasilnya pasti tidak akan jauh dari kesimpulan yang tinggal menunggu ketuk palu itu.
Kontan saja seluruh peserta tertawa riuh rendah disertai tepuk tangan dan aneka komentar apalagi usulan itu disampaikan dengan gaya kocak dan waktu sudah melewati pukul 14.00. Namun pimpinan rapat yang dipegang oleh Koordinator Pengawas (Korwas), Bapak H. Purwanto berpendapat lain. Selain hal itu tidak lazim, karena kewajiban setiap kelompok menyampaikan hasil kerjanya, rupanya menangkap bahwa ada sesuatu yang tidak “beres” dengan usulan tersebut yang meskipun secara substansial sangat rasional.
Ha ha ha … rupanya benar “insting” pendidik senior yang sekarang menjabat sebagai Koordinator Pengawas Kabupaten Musi Rawas tersebut. Ketika kelompok PPKn SD memaparkan hasilnya, beliau tidak menanggapi konten tetapi menanggapi “absen” beberapa anggota tim yang belum menyetorkan hasilnya. Riuh rendah sorak dan tawa peserta ketika satu demi satu ditanya hasil pekerjaannya. Bapak Kepala Seksi Kurikulum, yang mendampingi sejak acara dimulai, hanya tersenyum tidak menanggapi.
Tidak ada raut muka yang menunjukkan kemarahan. Namun, pancaran kewibawaan cukup menciutkan hati mereka, yang barangkali tidak alpa tetapi belum paham, belum sempat membuat dan melaporkannya. Selalu ada waktu untuk memperbaiki. Mereka pun diberi kesempatan yang sama untuk mengumpukan hasilnya seminggu kemudian.
Ada dua pelajaran yang bisa penulis petik pada pertemuan kali ini. Peratama, berlaku sabar dan bijak ketika menjadi pimpinan, tidak mudah tergoyah oleh berbagai usulan meskipun terasa rasional. Menghadapi masalah tanpa amarah tetapi yang salah tetap merasa bersalah.  Kedua, jangan pernah mengizinkan menggiring ke kesimpulan jika masih ada peserta yang belum memaparkan karena akan menjadi antiklimaks.
Terima kasih, Bapak Ibnu Salimi (Kasikurdisdik Kab Mura), Bapak H. Purwanto (Korwas Kab. Mura), Bapak/Ibu Pengawas selaku Koordinator Tim, rekan-rekan anggota yang tetap semangat dan saling menyemangati.
Suasana Rapat Tim Pengembang Kurikulum (Dok. Pribadi)
Foto Bersama Sesudah Acara Selesai (Dok. Pribadi)
 
Memberi Salam MURA Sempurna (Dok. Pribadi)
 
Pimpinan Rapat Bersama Sebagian Peserta (Dok. Pribadi)
Muara Beliti Baru, 12 Agustus 2020

&bsnp;
&bsnp;
&bsnp;
Tim Pengembang Kurikulum Paparkan Silabus Pendidikan Antikorupsi

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Tim Pengembang Kurikulum Paparkan Silabus Pendidikan Antikorupsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *