Jangan Berkurang Rasa Syukur, 75 Tahun Indonesia Merdeka

Kalimat pembuka Bapak Presideng Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dalam Rangka HUT Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah “semestinya, seluruh kursi di Ruang Sidang ini terisi penuh, tanpa ada satu kursi pun yang kosong. Semestinya, sejak 2 minggu yang lalu, berbagai lomba dan kerumunan penuh kegembiraan, karnaval-karnaval perayaan peringatan hari kemerdekaan diadakan, menyelimuti suasana bulan kemerdekaan ke-75 RI. Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka.”

Perubahan total tersebut karena Indonesia sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi Covid-19. Sebanyak 215 negara tanpa kecuali mengalami kesulitan. Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal 3 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737 ribu jiwa. Semua  negara,  negara  miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19.
Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya.
Pada usia ke-75 tahun ini, kata presiden, Indonesia telah menjadi negara Upper Middle Income Country. Ya, World Bank/Bank Dunia menaikkan status Indonesia dari lower middle income country menjadi upper middle income country mulai 1 Juli 2020. Apa keuntungan Indonesia sebagai upper middle income country? Menurut keterangan resmi Kementerian Keuangan, kenaikan level Indonesia menjadi upper middle income country akan memberikan beberapa keuntungan:
  • Memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia.
  • Dapat meningkatkan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung dari investor asing ke Indonesia
  • Memperbaiki kinerja current account yang sampai saat ini masih defisit
  • Meningkatkan daya saing ekonomi
  • Memperkuat dukungan pembiayaan .

 

Selain itu, keuntungan Indonesia naik level ke upper middle income country juga merupakan titik penting dalam tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Dalam pidatonya  kepala negara mengungkapkan dalam kalimat  25 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju.
Bagaimana dengan pendidikan dan kebudayaan, bidang pengabdian kita?
Kepala negara telah menegaskan dalam pidatonya bahwa nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan
Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga. Kita tidak bisa memberikan ruang sedikit pun kepada siapa pun yang menggoyahkannya.
Sistem pendidikan nasional harus mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan, yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi. Presiden ingin semua platform teknologi harus mendukung transformasi kemajuan bangsa. Peran media-digital yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Semestinya, perilaku media tidak dikendalikan untuk mendulang click dan menumpuk like tetapi seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa.
Ideologi dan nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh dipertukarkan dengan kemajuan ekonomi. Bahkan, kemajuan ekonomi jelas membutuhkan semangat kebangsaan yang kuat. Sebagai rakyat Indonesia, kita harus bangga terhadap produk Indonesia. Kita harus membeli produk dalam negeri. Kemajuan Indonesia harus berakar kuat pada ideologi Pancasila dan budaya bangsa. Tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan gotong royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia.
Demikian sekelumit isi pidato kenegaraan presiden menjelang Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Dirgahayu Republik Indonesia!
Dirgahayu Negeri Pancasila!
Merdeka!
Sumber bacaan:
Naskah Pidato Presiden Tahun 2020, unduh DI SINI
Tugumulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan, 15 Agustus 2020

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *