Bagaimana Pembelajaran dalam Jaringan yang Menyenangkan?

Sejak bulan Maret, siswa tidak masuk sekolah, tidak  melakukan pembelajaran tatap muka. Hal yang tidak terduga sebelumnya. Hal itu terjadi karena meningkatnya penyebaran infeksi corona virus disease (COVID-19) di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah terus berupaya namun hingga tahun pelajaran baru (2020/2021) dimulai, pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Siswa dan guru belum bisa bertatap muka seperti biasa namun pembelajaran harus tetap berjalan. Satu-satunya pilihan adalah belajar dari rumah (BDR). Pemerintah pun sudah mengantisipasi dengan menerbitkan Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Belajar dari rumah (BDR) dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi menjadi dua pendekatan yakni luring dan daring. Dalam pelaksanaannya, sekolah dapat memilih salah satu atau kombinasi keduanya.
1. Pembelajaran Jarak Jauh Luar Jaringan (Luring)
Pembelajaran di rumah secara luring dalam masa BDR dapat dilaksanakan melalui: televisi, (contohnya Program Belajar dari Rumah melalui TVRI), radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak,  dan alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar. Dalam pembelajaran luring, guru dan siswa masih bisa bertemu dalam kelompok-kelompok kecil.
2. Pembelajaran Jarak Jauh dalam Jaringan (Daring)
Pembelajaran daring yaitu kegiatan belajar yang dilakukan oleh guru secara interaktif dengan memanfaatkan akses internet melalui berbagai media. Media daring langsung seperti Zoom, Google Meeting, atau video call. Media daring tak langsung misalnya YouTube, Facebook, Instagram, Video Pembelajaran, Rumah Belajar, Google Classroom, Quizizz, dan lain-lain. Interaksi antara guru dengan murid terjadi manakala tidak ada hambatan akses internet, gawai, dan tidak ada hambatan biaya pulsa.
Pembelajaran Jarak Jauh dalam Jaringan yang Efektif dan Menyenangkan
Pembelajaran itu proses, cara yang dilakukan guru agar siswa belajar. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan. Siswa dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah tujuan pembelajaran yang ditetapkan guru. Jika pembelajaran dilakukan dan tujuan yang ditetapkan guru dapat tercapai, berarti pada diri siswa terjadi proses belajar.
Proses pembelajaran yang berhasil “membelajarkan” siswa dinamakan proses pembelajaran yang efektif. Keefektifan pembelajaran adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target/tujuan secara kuantitas, kualitas, dan waktu telah tercapai. Makin besar persentase target yang dicapai dalam waktu yang wajar, pembelajaran dikatakan efektif. Salah satu indikator pembelajaran yang efektif adalah tercapainya tujuan pembekajaran yang ditetapkan.
Menyenangkan, kata dasarnya senang. Kata bentukan ini memiliki makna menjadikan senang, membuat bersuka hati, membangkitkan rasa senang hati, memuaskan, menarik (hati), merasa senang (puas dan sebagainya) dan menyukai.
Apakah keefektifan dipengaruhi oleh kesenangan? Siapa dong yang senang? Yang melakukan atau yang diperlakukan? Menurut saya, keduanya harus memiliki rasa senang. Guru yang melakukan pembelajaran senang, siswa yang melakukan proses belajar juga senang. Pertanyaan berikutnya, pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan itu yang bagaimana?
Di atas sudah diuraikan bahwa media daring dalam pembelajaran jarak jauh ada yang langsung (sinkronus) dan tidak langsung (asinkronus). Sebelum memilih mana yang tepat, guru harus menganalisis hal-hal yang mendukung pembelajaran dalam jaringan. Bagaimana sinyal jaringan internet di daerahnya, bagaimana kondisi gawai yang dimiliki sebagian besar siswa, dan jenis media apa yang dikuasai guru dan siswa. Satu lagi, media sosial apa yang dimiliki siswa. Aplikasi pembelajaran daring yang digunaan adalah aplikasi yang dikuasasi siswa atau yang user friendly. Selain itu, kreativitas guru juga amat menentukan apakah pembelajaran dalam jaringan efektif dan menyenangkan. Sehingga, walaupun hanya dengan aplikasi WA, jika guru mampu mengemasnya dengan baik, akan menjadi pembelajaran jarak jauh dalam jaringan yang menyenangkan.
Melakukan
Pembelajaran yang memerlukan praktek, siswa diminta melakukannya, direkam oleh anggota keluarga dan dikirimkan kepada guru melalui WA atau Telegram. Pendidikan Jasmani, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan muatan pembelajaran yang memerlukan praktik, siswa diminta melakukannya. Contoh dapat diberikan oleh guru atau dari kanal youtube yang sesuai.
Pembelajaran Kontekstual
Para guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pelajaran tentang poster, misalnya. siswa diminta memfoto poster yang ada di lingkungannya, menggambar poster, menuliskan isi poster, dan sebagainya.
Memanfaatkan Kanal Youtube
Banyak konten pada kanal youtube yang dibuat oleh para kreator yang sebagian juga dalah guru. Guru menginventarisasi video mencatatnya dalam notepad atau word) dan mengirimkan link atau tautan kepada siswa melalui WA atau telegram. 
 
Menjelaskan 
Para guru tetap diharapkan memberikan penjelasan mengenai materi pembelajaran. Jika merekam video ternyata hasilnya videonya berukuran besar tentu memberatkan karena cepat menghabiskan kuota internet dan memori HP siswa. Solusinya, guru dapat merekam penjelasannya dan mengunggahnya ke kanal youtube pribadinya. Tautan atau link video dikirim dan siswa mengikuti penjelasan dalam video tersebut. Sesudahnya guru dapat memberikan kuis atau latihan soal.
Mengikuti Tren
Jika guru mampu mengikuti tren kemajuan teknologi dalam bentuk media sosial yang disukai para siswa, maka siswa merasa lebih antusias, semangat, dan tidak mudah bosan. IG Live, misalnya,  mereka bisa melakukan sesi tanya jawab melalui fasilitas yang ada.
Mari kita kreatif membangun Indonesia melalui pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan!
#Lomba Menulis di Blog

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

10 thoughts on “Bagaimana Pembelajaran dalam Jaringan yang Menyenangkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *