Maju atau Mundur, Bangun atau Tidur?

Maju atau Mundur?
 
Berkunjung ke blog teman dan dikunjungi teman di laman blog kita memang membahagiakan. Tak heran jika kesibukan melihat notifikasi WA sudah disusul dengan rasa penasaran melihat laman blog pribadi. Bertambah atau tetap komentarnya, bertambah atau tetap pembacanya, kadang juga kepengin lihat bertambah atau tidak folower-nya.
Komentar pun beragam, dari kalimat pendek satu kata seperti: mantap, mantul, keren, hebat, bagus, jos. Kadang juga kalimat tunggal berpola S-P, misalnya: bapak hebat, ibu semangat, bunda keren. Bahkan ada yang mengutip dan mengomentari dengan beberapa larik kalimat.
Apa pun bunyi kalimat komentar, selalu disambut dengan suka cita. Tidak perlu minder jika tulisan tidak ada yang mengomentari. Tidak komentar tidak apa-apa, yang penting ada yang berkunjung, syukur-syukur ada yang membaca larik demi larik, paragraf demi paragraf dengan tuntas. Data pengunjung selalu terekam, kok,
Jika komentar yang muncul begini:
  • Bunda, pantang mundur menulisnya!
  • Hebat, pak. Maju terus menulis!

 

Saya berpikir, apa maunya pembaca ini? Apa berarti si penulis tidak boleh mundur, Ia harus maju? Pertanyaannya, menulis itu sebenarnya maju atau mundur? Maju identik dengan ke depan, mundur identik dengan ke belakang. Pernah dengan perintah: nilai rata-rata ditulis dengan bilangan desimal dua angka di belakang koma. Jika begini, bagaimana?
 
Nurhidayati, M.Kom.
 
Singkatan M.Kom di depan  atau di belakang koma? Nurhidayati di depan atau di belakang koma? Sepakat, ya? Singkatan M.Kom di belakang koma, Kata Nurhidayati di depan koma. Berarti semakin ke kanan semakin ke belakang.
“Nah, berarti menulis itu mundur, bukan maju. Ha ha ha!” (Silakan ambil thermogun dan ukur suhu orang ini!)
 
Bangun atau Tidur?
Saya pernah bermimpi mendapat uang banyak, tetapi tidak jadi karena keburu bangun.
Pembaca, ini sungguh sulit. Bangun, mimpi kita buyar. Tidur lagi, mimpi juga ambyar. Jadi bagaimana?
Dok. Ibnu Hajar (link di bagian bawah)

 

Jangan maju, nanti kalian KALAH!
Sumber Foto:
Capek, Mak. Ngantuk lagi.
Oh ya yang punya nama sama dengan contoh di atas mohon maaf hanya kebetulan semata.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Maju atau Mundur, Bangun atau Tidur?

  • 22/08/2020 at 17:20
    Permalink

    Pandai sekali pak D ini dalam memperhatikan komentar-komentar teman, salut deh

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *