Social Presence, Ini Penjelasannya

Resume Ketigabelas



Profil Dr. (C) Mudafiatun Isriyah, M.Pd. 

Dosen, Asesor PAUD Nasional, masa studi S3 BK di Universitas Negeri Malang. Menempuh Magister Pendidikan PAUD di UNESA Surabaya dan Sarjana Pendidikan Agama Di Universitas Muhammadiyah Malang serta menempuh sarjana Pendidikan Bimbingan dan Konseling di IKIP PGRI Jember yang sampai sekarang mengabdi di sana. Perjalanan menjadi dosen ada peluang mendapatkan beasiswa BPPDN S3, diterima di Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang Prodi Bimbingan dan Konseling. Bulan September 2020 sidang doktor, 
Lahir di Lumajang tepatnya berbarengan dengan lahirnya Ibu Kita Kartini, 21 April. Suami Sutrisno (PNS Guru SMATA Tempeh). Anak tiga. 1) Zada Wildaningrum Mustika Ratri (PNS Guru SMKN Pasuruan), 2) Aji Mahsa Al Maukuf (Desainer Robotik UGM), 3) Clarissa Aydin Rahmazea (status siswa SMPN 1 SUT Lumajang kelas 8 
 
FB Mudafiatun Isriyah; 
IG Ieiez; 
Youtube Ieiez Isriyah.
 
Prestasi yang pernah diraih selama menjadi guru, pernah diikuti, di antaranya :
  1. Juara 1 Lomba Buku Cerita Bergambar Kab. Lumajang tahun 2004
  2. Juara 4 Lomba Buku Cerita Bergambar Jatim tahun 2004
  3. Juara 1 Lomba Cipta Lagu Anak Kab. Lumajang tahun 2005 
  4. 10 besar Lomba Cipta Lagu Anak Jawa Timur 2005
  5. Juara 1 lomba Cipta Tari Tradisional: Tari Glethak Kab. Lumajang 2006
  6. Juara 1 Lomba APE daur ulang guru beserta komite 2007
  7. Juara 1 Lomba guru berprestasi Kab. Lumajang 2010
  8. Juara 1 Lomba Kepala sekolah berprestasi Kab Lumajang 2011
  9. Penerimaan Penghargaan Gubernur dari prestasi Kepala Berprestasi Jawa Timur 2012
  10. Pemakalah pada beberapa Seminar baik secara Lokal, Nasional, maupun Internasional

Beberapa karya yang pernah ditulis di antaranya:   

  1. (Jurnal Nasional 2014) Pengaruh Pemanfaatan Media Video Pembelajaran Terhadap Perilaku Agresif dan Empati Anak Usia Dini 
  2. (Jurnal Nasional 2015) Pengembangan Model Buku Cerita Bergambar Untuk Melatih Bahasa Anak Usia Dini (Mendapat dana Hibah DIKTI tahun 2015)  
  3. (Buku) Peran Orang Tua dan Guru, Kolaborasi dalam Kegiatan Parenting (2016)
  4. (Jurnal Nasional 2017) Pengembangan Tari Glethak Untuk Meningkatkan Gerak Non Lokomotor Anak Usia Dini
  5. (Buku) Antologi Social Presence, Kunci Sukses Distance Learning (2020)
  6. (Buku) Trik Menulis Dikala Sibuk (2020)
  7. Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online, Dalam Konteks Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal, dan Impersonal (2020)
  8. (Jurnal Internasional, Scopus Q4) Online Guidance Study On The Enhancement Of Completeness In Completing The Final Duties Of Distance Students (2020)
Sekelumit Kepenulisan Bu Ies
 
Bu Ieies, lidah saya melafalkannya dengan Bu Iis (maaf), adalah penulis buku terbaru Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online dalam Konteks Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal, dan Impersonal kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit. Buku ini membahas topik Konsep dan Model Bimbilon (Bimbingan Onlineyang bermakna Social Presence. Buku ini edisi kedua tentang topik social presenceBuku edisi pertama tentang implementasi Social Presence dalam kehidupan sehari-hari. Buku kedua ini memaparkan bagaimana refleksi Social Presenceranah Bimbingan Konseling dalam konteks perspektif komunikasi personal, interpersonal dan impersonal
 
Menjadi sangat menarik karena buku tersebut diwarnai oleh Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., M.Phil., MA. Alumnus Institut Teknologi Surabaya, Insinyur Komputer tahun 1992 . Beliau adalah penerima beasiswa penuh dari Pertamina Oil Company untuk menyelesaikan studinya sebagai Magister Ilmu Komputer Terapan di Universitas Harvard. , Massachusetts, Amerika Serikat. Dia juga pemegang gelar Master of Business Administration dari Universitas Leicester, Inggris, Master of Communication dari London School of Public Relations – Jakarta, dan Master of Philosophy dari Masstricht School of Management, Belanda. Gelar Doktor Administrasi Bisnisnya berasal dari Pamantasan ng Lungsod ng Maynila (Universitas Kota Manila), Filipina. 
 
Ibu dosen, alumnus beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia ini mengatakan bahwa belajar dengan profesor muda sangat mengasyikkan. Bersama Prof. Eko ia menemukan cara singkat bagaimana menulis buku, demikian kata ibu tiga anak ini menambahkan. Dalam konteks belajar menulis, resume ini akan saya awali dengan proses kepenulisan Ibu Ies. 
 
Menurutnya, pengalaman menulis bersama Prof. Eko sangat unik dan menarik. Menemukan satu ide kemudian dikembangkan menjadi ide yang reflektif dengan bahan ajar. Karena dikembangkan sesuai dengan bidang ajar kita maka jadilah sebuah buku impian. Lahirlah buku Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online. Buku yang sangat sesuai dengan latar belakang ilmunya yakni Ilmu Bimbingan Konseling. 
 
Menulis itu mengasyikkan, katanya. Magnet besar dari Om Jay yang membahana membuatnya selalu rajin menulis di blog. Tiada hari tanpa menulis, sehingga pada saat ada tantangan menulis dari Prof. Eko tinggal memilih materi di blogger. Mengintip ide dari sana, muncul ide cerdas untuk memulai merancang tulisan. Tambahan pencerahan materi dari Prof. Eko membuat semakin meningkat semangat menyelesaikan buku dalam waktu 7 hari. Inilah motivasi menulis yang bisa saya tangkap dalam kuliah online belajar menulis hari ketigabelas. 
 
Kuncinya, tetap rajin menulis, bahkan menulis tanpa ide. Begitu nasihatnya.  Bukunya ada yang berjudul Menulis di Kala Sibuk. Tulis saja apa ada di depan mata kita tanpa ide sekalipun. Hal itu akan merangsang otak kita bernalar. Dari situlah ide cerdas akan muncul. 
 
Tentunya harus diingat bahwa menulis erat sekali dengan membaca. Oleh karena itu, bacalah buku yang sesuai dengan apa yang saat ini dibutuhkan. Misalnya, jika ingin menulis sikap-sikap sosial yang terjadi di dunia maya maka baca buku yang berkaitan dengan itu atau browsing di google.
 
Jika muncul ide, rangkaikan kata untuk mengembangkan ide dari informasi yang diperoleh dari internet dan segera tuliskan di blogger, jadilah satu buah tulisan. Mengenai menulis dalam 7 hari bersama Prof. Eko, ibu berkerudung ini menuturkan bahwa pada malam yang sama muncul ide dilanjutkan buat kerangka tulisan dan keesokan harinya dimintakan persetujuan. Setelah itu langsung ditulis di laptop. 
 
Berikut proses penulisan buku yang sampulnya terpampang berikut ini.
 
  1. Hari Pertama menulis apa 5W+1H dari social presence hubungkan dengan bimbingan online. 
  2. Hari kedua menuliskan bagaimana rona2 social presence.
  3. Hari ketjga menuliskan bagaiman fungsi bimbingan online. 
  4. Hari keempat menuliskan hubungan antara social presence dengan bimbingan online.
  5. Hari kelima menuliskan hubungannya dengan kurikulum.
  6. Hari keenam menuliskan bagaiman keterkaitan social presence, bimbingan online, dan kurikulum
  7. Hari ketujuh menuliskan bagaimana jika diimplementasikan kepada murid kita

 

Hasilnya, disetujui dan tersenyum lebar.
 
 
Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online (Bimbilon)
 
Kulwap malam itu, 31 Agustus 2020, terasa sangat ilmiah. Banyak muncul istilah teknis bidang bimbingan konseling. Tidak mengherankan karena materi yang diangkat oleh dosn yang sebentar lagi menyandang gelar doktor ini adalah bagian dari desertasi yang disusunnya. 
 
Saya, penulis blog ini, secara teoretis belum mengenal istilah social presence maupuan istilah-istilah teknis ilmiah lain dalam buku tersebut. Apalagi keseharian penulis sebagai guru sekolah dasar di perdesaan kabupaten di Sumatera Selatan, tepatnya di Musi Rawas. Sebagai guru anak-anak desa, penulis terbiasa menjelaskan dalam terminologi yang mudah dipahami. Oleh karena itu, paparan yang tertulis di chat WA, tayangan power point, maupun mencari informasi dari internet penulis lakukan untuk memudahkan pemahaman bagi diri sendiri maupun jika ditanya oleh orang lain perihal pokok materi pada malam itu. Dengan keterbatasan kemampuan berpikir, saya membuka slide demi slide tayangan Bu Ies berulang-ulang. Oleh karena itu, jika uraian yang saya sarikan dalam resume ini ada yang kurang sesuai, mohon narasumber dapat memberikan komentarnya di kolom komentar agar dapat penulis luruskan.
 
Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 memaksa guru dan siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh hingga tahun pelajaran 2020/2021 dimulai. Sebagian melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara offline dan sebagian lagi melaksanakan secara virtual (kelas maya).  Dalam konteks pembahasan bimbingan online yang mengimplementasikan social presence sama sekali tidak menyinggung pembelajaran jarak jauh secara offline. Oleh karena itu, bimbingan online hadir karena terjadi interaksi pembelajaran melalui e-learning
 
Proses e-learning merupakan suatu sistem. Sebagai sistem, di dalamnya terdiri atas 3 komponen, yaitu: orang (people), teknologi (technologie), dan layanan (service). Pada proses belajar dengan e-learning, peserta didik ditengarai banyak mengalami kesulitan belajar. Persoalan yang ditemui tidak dapat diatasi secara cepat. Persoaln tersebut misalnya dalam hal mempertajam cara berfikir, memantapkan keterampilan, menerapkan pengalaman di lapangan, dan motivasi sendiri. Hal itu terjadi karena peserta didik terbiasa belajar secara face to face (tatap muka) dan minat baca online masih rendah. 
 
Dalam konteks pembelajaran virtual perlu pendekatan psikologis. Dengan adanya pendekatan psikologis siswa tidak hanya disuruh saja tetapi lewat materi guru teras hadir. Siswa merasa dekat sehingga mereka tidak enggan atau tidak bosan dengan gaya  belajar secara virtual.

 

Itulah sejatinya dari e-learning. Menggugah antarsiswa, guru dengan siswa, dan guru dengan orang tua. Hal itu dapat terjadi jika guru memahami social presence. Penulis mengutip laman igi-global.com (diakses tanggal 1 September 2020), Social presence is defined as the degree of salience of the other person in the interaction and the consequent salience of the interpersonal relationship. It is related to the degree to which a person is perceived as “real and present” in a given mediated communication.
 
Bila diterjemahkan secara bebas, kehadiran sosial didefinisikan sebagai derajat arti-penting orang lain dalam interaksi dan arti-penting akibat dari hubungan interpersonal. Ini terkait dengan sejauh mana seseorang dianggap “nyata dan hadir” dalam komunikasi yang dimediasi.

 

Menjawab pertanyaan penulis tentang apakah bimbingan online dilaksanakan setelah terjadi masalah? Praktisi BK ini menjawab bahwa  bimbingan online tidak harus menunggu saat siswa memiliki masalah. Sistem informasi bimbingan online merupakan produk yang utilitas dan efisiensinya bisa dipergunakan bagi siswa setiap saat. 
 
Dalam social presence ada komunikasi dengan siswa dan meyakinnya bahwa kita hadir. Kehadiran kita dirasakan nyata, tidak remang-ramang. Cara menunjukkan kehadiran di dunia maya dapat dilakukan misalnya dengan menyapa, memberi salam. Jika sudah terjadi diskusi, sudah terjadi interaksi di situ, social presence ini sangat di butuhkan. 
 
Karena ada interaksi maka terjadi komunikasi. Dalam komunikasi terdapat sikap-sikap yang baik dan buruk yang nantinya akan menentukan sikap dan perilaku siswa. Implementasi social presence memungkinkan hubungan timbal balik. dan tujuannya adalah meningkatkan pemahaman apa yang akan kita sampaikan pada siswa. Siswa akan memahami terhadap apa yang harus mereka kerjakan. Dengan demikian  jika guru dan siswa saling mengetahui dan memahami maka akan tercapai ketuntasan kompetensi atau ketuntasan belajar.


Kesimpulan yang diberikan oleh narasumber terkait dengan implementasi social presence sebagai berikut:

  1. Social Presence menjadikan peserta didik bisa berinteraksi secara sosial dlm lingkungan komunikasi online
  2. Social Presence adalah konsep psikologi sosial yang didasarkan pd interaksi sosial yg berhubungan dg perilaku baik dan buruk
  3. Social Presence mempengaruhi pembentukan sikap dan perilaku dalam kontek komunikasi
  4. Social Presence menerima orang lain sbg individu dan seluruh interaksi yg terdapat nilai-nilai ikatan hubungan timbal balik
  5. Social Presence menunjukkan aspek perkembangan kematangan intelektual yg dpt meningkatkan pemahaman akan konsekwensi yg dihadapi

Implementasi Social Presence dalam bimbingan online (Bimbilon) akan membantu siswa belajar mandiri dan membantunya mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan potensi yg dimiliki. Guru terbantu dalam mengintegrasikan pembelajaran online dan belajar tatap muka dalam pelaksanaan di kelas (bisa dg Zoom, Google Meet dll). Guru dan siswa memiliki wawasan kedalaman materi tentang Social Presence dengan mempertimbangkan situasi kondisi pembelajaran konkrit. Guru dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pada proses pendidikan selama belajar. Guru mampu meningkatkan motivasi pada proses implementasi bahan ajar kepada siswa di lapangan. 

 

Pada akhir tayangan, ditampilkan berbagai emoticon maupun shape images untuk berinteraksi dengan siswa pada proses bibilon (bimbingan online). Contohnya sebagai berikut.


Pembaca, itulah yang dapat saya ceritakan kepada Anda bagaimana materi yang diberikan oleh narasumber hebat kita, Ibu Dr. (C) Mudafiatun Isriyah, M.Pd. Sebagai awam, materi dalam buku tersebut memang cukup berat. Istilah BIMBILON untuk bimbingan online bagi saya yang lugu ini pun cukup menggusarkan. Bagaimana tidak? Bimbingan online menjadi bimbilon, L-nya  dari mana? Mungkin meminjam dari online agar dia tidak tersembunyi. He he, Just a joke.

 



Sumber kedua:
https://www.igi-global.com/dictionary/social-presence/27463#:~:text=Social%20presence%20is%20defined%20as,in%20a%20given%20mediated%20communication.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

16 thoughts on “Social Presence, Ini Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *