Serunya Mengaplikasikan Digital Mindset Hari Ini

Dok. Pribadi

 

Pada hari Sabtu, teman-teman guru di SDN Mardiharjo, Kec. Purwodadi, Kab. Musi Rawas saya ajak berbincang-bincang mengenai blog. Blog saya ada dua. Blog yang sedang Anda baca dan blog tempat saya mengisi materi pembelajaran dan saya bagikan kepada siswa untuk belajar. Maklum, pandemi belum berakhir, daerah kami tidak lagi menjadi zona hijau. Jadi, siswa masih BDR (Belajar dari Rumah). Setelah blog yang berisi materi pembelajaran saya bagikan di grup sekolah, teman-teman guru ingin juga membuat blog. Akhirnya kami sepakat untuk belajar pada hari Senin, 7 September 2020.
 
Sesuai janji, hari ini jam 10.30 bermodal niat sejak hari Sabtu kemarin dulu, ditambah tekad kepengin memiliki blog, serta nekat meskipun belum tahu apa itu blog dan cara masuknya bagaimana, teman-teman akhirnya sepakat bersama-sama belajar. Saya yang dianggap lebih tua sebagai blogger diminta menjadi tutor mereka. 
 
Sebenarnya sinyal internet di lingkungan gedung sekolah kami tidak layak untuk membuka website. Untuk mengunduh gambar pada aplikasi Whatsapp saja dibutuhkan kesabaran. Tetapi karena tekad bulat dan nekat, kegiatan tetap kami lanjutkan. Terjadilah hal-hal yang mungkin tidak akan ada jika yang belajar adalah anak millenial. Kehebohan terjadi misalnya ketika seorang ibu guru kebingungan menyambung hotspot dari HP ke laptop atau  situs blogger yang tak kunjung terbuka.
 
 
Dok. Pribadi
 
Teman guru yang tidak bisa membuka blogger di laptop saya sarankan untuk membukanya di HP karena di HP sinyal internet relatif kuat dibanding melalui hotspot. Alhasil, sebagian besar mereka menggunakan HP untuk membuat blog pribadi mereka. Lancar? Ha..ha.. tetap saja terjadi kehebohan. 
 
Setelah langkah demi langkah dilalui dan akhirnya berhasil memilih salah satu tema yang ditawarkan blogger, mereka pun saya minta untuk langsung membuat postingan pertama dengan judul Belajar Membuat Blog pada blognya masing-masing. 
 
Dok. Pribadi
 
Para guru, seperti terlihat pada foto, sebagian adalah rekan-rekan guru yang masa kerja dinasnya paling lama 3 tahun lagi. Jerit pekik memanggil saya pun bersahutan. Salah pencet, halaman hilang, atau ketidaksabaran akibat koneksi internet yang tidak stabil mewarnai kesibukan kami. Akhirnya, setelah berjuang beberapa lama, mereka pun berhasil mengisi blog pertama, mungkin juga blog terakhir satu-satunya, dengan tulisan tentang cara membuat blog dan menyisipkan foto di laman blognya. Sayangnya, baru sampai melihat pratinjau atau preview blog, adzan dzuhur berkumandang. Saya pun menyarankan untuk berhenti dan menyimpan postingan perdana itu untuk dipublikasikan keesokan hari bersama-sama. 
 
Itulah cerita kecil kami di hari ini. Pesan moral kegiatan tersebut adalah, digital mindset bagi para guru adalah keniscayaan. Digital mindset adalah mencoba berfikir secara digital dalam menghadapi berbagi isu dan tantangan pemecahan masalah sehingga diperoleh solusi yang efektif, kreatif, inovatif, dan cenderung disruptif (inovasi yang memungkinkan menggantikan teknologi terdahulu, cenderung mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada). Pola pikir untuk mau memanfaatkan teknologi dalam aktivitas pekerjaan, siap akan keterbukaan informasi, dan mampu menemukan strategi dan solusi terbaik bagi pembelajaran, harus terus dilakukan meskipun pada tahun-tahun terakhir masa tugasnya. 
 
Usaha teman-teman saya hari ini adalah bukti bahwa meskipun belum optimal, mereka telah mempraktikkan beberapa ciri guru yang memiliki digital mindset  pada masa kini seperti yang dikatakan Prof. Eko Indrajit pada webinar Sabtu, 5 September 2020 bersama Penerbit ANDI tentang Digital Mindset di Era New Normal. Tayangan selengkapnya di sini.
Ada 5 ciri sederhana digital minset untuk kalangan guru. Kelima hal tersebut adalah sebagai berikut. 
  • Menjemput ilmu secara mandiri, tidak lagi menunggu ilmu diberikan pihak lain. 
  • Menanamkan kompetensi pada peerta didik, bukan mengajarkan konten kepada peserta  didik.
  • Belajar sambil praktik itu biasa, bukan lagi belajar dulu baru dipraktekkan kemudian. 
  • Beranggapan bahwa siswa adalah manusia cerdas yang perlu dibentuk, bukan lagi  menganggap kertas kosong yang harus diisi. 
  • Segala usia terbuka untuk berkarya, tidak lagi beranggapan bahwa berkarya itu kalau sudah dewasa. 

 

Masa sih sekedar belajar membuat blog nunggu diklat dari dinas pendidikan? Ternyata, langsung mempraktikkan dengan gawai yang ada atau perangkat keras yang ada membuktikan bahwa belajar sambil praktik itu sangat mungkin dilakukan. Terakhir, meskipun usia senja, rekan-rekan telah membuktikan bahwa mereka mampu berkarya. Selamat ya, Bapak dan Ibu Guru rekan-rekanku. Besok jangan lupa dipublish blog perdana Anda!
 
Sore yang cerah di D. Tegalrejo, Tugumulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

18 thoughts on “Serunya Mengaplikasikan Digital Mindset Hari Ini

  • 08/09/2020 at 05:37
    Permalink

    Bu Licky kita ikuti jejak para senior blogger kita. Yuk kita bikin komunitas blogger.

    Reply
  • 08/09/2020 at 05:32
    Permalink

    Mau belajar ilmu nya pak… Mantap pak bener2 selalu memberi inspirasi, jaya selalu pak.

    Reply
  • 07/09/2020 at 17:40
    Permalink

    Mantab oi, sebelum mengajarkan kepada teman-teman diluar sana, keLuarga sendiri (keLuarga besar SDN mardiharjo) Sudah satu langkah lebih maju. Insyaallah akan kami ikuti.

    Reply
  • 07/09/2020 at 17:13
    Permalink

    Tidak bisa berkata2 lagi buat semngat dr bpk satu ini, tidak pernah berhenti belajar dan berbagi…semoga menular kepada kami semangat dan sikap rendah hatinya. Beruntungnya SDN Mardiharjo dpt guru spt bpk

    Reply
  • 07/09/2020 at 16:55
    Permalink

    Bu Rika, Anda yang muda, ayok kita ubah mindset kita menjadi "digital mindset" secara total

    Reply
  • 07/09/2020 at 16:16
    Permalink

    Bravooooo…saya salut… semangat ruarr biazaa….
    Kami dari sisi ortu juga panik..seolah olah peran kami yg pasif hanya ketergantungan pada sekolah membuka mindset pendidikan berkarakter memang wajib dimulai dari rumah..makasi sudah berbagi

    Reply
  • 07/09/2020 at 15:52
    Permalink

    Hebat Pak D, sudah bisa dipraktekkan ke teman sejawat

    Terus berinofasi dan memberikan motivasi, bravo Pak D

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *