Langkah Jitu Eksekusi Ide Menjadi Tulisan

Dok. Materi Pak Agus Sampurno
 
Ada jargon yang kadang menjadi “guyon” alias gurauan bagi orang yang wawasannya sempit atau kurang pengalaman. Jargon itu berbunyi, mainmu kurang jauh, tidurmu kurang malam, kopimu kurang kental. Seperti saya malam ini. Jika tidak dibagikan di Grup Belajar Menulis Gelombang 15 Melalui WA bersama Om Jay, saya tidak tahu jika ada website yang sangat bagus, milik seorang guru yang juga pernah menjadi kepala sekolah, Master Trainer Sertifikasi BSNP, Koordinator guru di Global Jaya International School Jakarta, Agus Sampurno. 
 
Pak Agus, begitu moderator kami, Ibu Kanjeng memanggil. Beliau adalah penulis Blog Pendidikan terbaik Detik.com (2009). Peraih  Microsoft Indonesia Innovative Educators  (2010).  Penerima penghargaan  Guru Era Baru oleh Acer Indonesia (2011). Peraih  The BOBs (Best of the Blogs)  Deutsche Welle Germany (2012). Seorang Penulis Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) tahun 2014. Pengkaji Naskah Pustekkom Jakarta periode (2014- 2016). Anggota KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tahun 2014-2017. Berkali-kali menjadi juri dan pelatih lomba inovasi pembelajaran TK-SMA. Setidaknya itu sementara yang saya ketahui perihal profil Pak Agus dari blognya, gurukreatif.wordpress.com. Tak jauh dari profil beliau, selintas tercantum juga alamat twiternya, serta merta “klik” tombol ikuti pun berkedip. Resmi saya ikuti dan bebas untuk mengintip cuitan-cuitan terdahulu hinga termutahir.
 
Waktu dua jam terasa begitu cepat, apalagi separuh jalan, ketika sampai pada challenge menulis ide pada jamboard google saya harus menemani kekasih yang telah bersama-sama mengasuh empat buah hati, belanja. Katanya ada kebutuhan dapur yang harus dibeli. Baiklah, belajar menulis sudah menjadi komitmen, tetapi mengantar ke mana dia mau adalah komitmen yang jauh tertanam sebelumnya, puluhan tahun lalu.  Walhasil, memantau kulwap ketika dia sibuk mondar-mandir di antara kopi dan minyak goreng di sebuah toko retail terkenal yang sudah merambah ke kampung-kampung.  
 
Kali ini kita akan berdiskusi perihal ide dalam menulis, begitu ia mengawali pertemuan dengan kami. Menulis adalah cara Anda untuk merencanakan sesuatu. Tulisan Anda ibarat sebuah lego (gambar di atas). Tulisan demi tulisan akan tampak baik dan bagus seperti lego yang tersusun dan membentuk sebuah bangunan jika anda terus berusaha menggabungkannya. Menulis bagian dari sebuah rangkaian minat yang besar. 
 
Anda Mesti Menulis
 
Anda mesti menulis! Demikian kira-kira Pak Guru Inspirator ini  memberi perintah. Apalagi jika Anda salah satu atau beberapa dari alasan berikut ini.
 
1. Pemilik hobby yang unik.
Internet menghargai orang-orang dengan minat yang tidak jelas dan unik. Menulis online di blog akan membantu Anda menemukan penghobi yang berpikiran sama yang tidak dapat Anda temukan di kehidupan nyata. Jika Anda pemilik hobby unik, 
 
2. Think-for-Yourself Academic 
Jika anda seorang pintar berbakat dan terobsesi dengan pengetahuan tertentu, maka Anda harus menulis. Dengan menulis  anda akan bisa menantang para akademisi tulen di kampus. Mereka adalah orang yang sangat terspesialisasi dan seringkali menentang ide-ide baru. Di Internet, Anda tidak memerlukan izin dari peer reviewer (otoritas keilmuwan) sebelum Anda menerbitkan pekerjaan Anda. dahsyat, bukan?
 
3. Pengusaha Muda atau Pebisnis Baru
Kita sekarang sedang bergerak ke dunia produk. Dunia  produk yang memprioritaskan pembeli atau audiens. Sebelum internet berkembang, perusahaan membuat produk sebelum audiens. Sekarang, mereka membangun audiens sebelum produk. Jadi, lebih mudah memulai bisnis saat Anda memiliki audiens. agar Anda memiliki audiens, Anda harus menulis. 
 
4. Karyawan yang Diremehkan
Apakah Anda adalah orang yang merasa tempat kerja Anda tidak bisa menerima ide segar dan baru? Pasar meremehkan keterampilan Anda? Anda tidak dapat menunjukkan kompetensi di tempat kerja? Saatnya Anda dapat membuktikan diri dengan menulis di media online.
 
5. The Deep Thinker
Anda tipe pemikir? Menulis online akan mempertajam pemikiran Anda. Halaman putih kosong adalah cermin kedalaman pikiran Anda. Ketika ide-ide di benak Anda kabur, begitu pula kata-kata di halaman depan Anda. Menulis adalah memikirkan ulang. Menulis adalah cara terbaik untuk meningkatkan ide Anda.
 
6. Orang dengan Ide dan Pemikiran Unik 
Jika yang pertama disebutkan adalah pemilik hobby unik, maka yang keenam ini adalah pemilik ide dan pemikiran unik. Secara intelektual, Anda ingin tahu, tetapi Anda terjebak di tempat di mana Anda tidak dapat bertemu orang dengan pemikiran yang sama. Dengan menulis online, maka orang-orang di sekitar mendatangi Anda. Apabila pemikiran Anda klik dengan “tamu” Anda, selanjutnya dapat melakukan obrolan video dengan mereka dan mencari cara untuk bertemu langsung dengan mereka. Dengan begitu, niscaya kesepian intelektual tidak akan Anda alami.
 
7. The Job Hunter 
Sebuah blog pribadi yang ditulis dengan baik mengatakan lebih banyak tentang Anda daripada CV  apa pun. Menulis dengan menunjukkan keingintahuan, komitmen, dan ketekunan akan menarik perhatian perusahaan terbaik. Alih-alih menghubungi perekrut, Anda akan dihubungi mereka. Dengan menulis online, Anda dapat mendemonstrasikan kompetensi Anda dan memberi tahu dunia tentang keahlian unik Anda.
 
Pertanyaan saya adalah, jika tidak ada di antara ketujuh jenis orang di atas, apakah saya masih harus menulis? Ini pertanyaan yang tidak sempat saya lontarkan pada sesi tanya jawab. Baiklah saya akan mencoba menjawab sendiri. Jika keliru, semoga Pak Joko ikut membaca dan memberi komentar untuk meluruskannya. Namun jika benar maka akan menjadi motivasi dalam diri untuk selalu menulis. 
 
Ketujuh golongan yang Pak Joko Sampurno katakan, menurut saya, adalah orang-orang “bermasalah”. Ada harapan atau bentuk ideal yang diinginkan tetapi kenyataan di lingkungannya tidak selalu sejalan dengan apa yang diinginkan.  Masalah muncul karena adanya kesenjangan antara harapan atau bentuk ideal yang diinginkan tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima atau dihadapi. 
 
Hal itu dibuktikan sendiri oleh Pak Joko pada saat ia mengalami kebosanan dalam mengajar dan menjadi guru. Menurutnya, ia sangat terkendala dengan manajemen kelas saat ia mengajar. Lalu ia melakukan riset di internet mengenai masalah itu kemudian menuliskannya dalam blog. Masalah yang dia alami, ditambah hasil riset yang sudah dipraktekkan ternyata menjadi ide segar bagi yang membacanya. Hal itu yang kemudian  dia lakukan berkali-kali di blognya dengan judul yang berbeda beda. Ternyata apa yang Pak Agus lakukan merupakan terobosan yang menginspirasi orang lain. Melalui apa? Melalui tulisan. 
 
Jadi, berdasarkan tuturan di atas, penulis berkesimpulan bahwa kita harus menulis karena kita hidup. Hidup itu sendiri penuh masalah. Jika menemui masalah dan penyelesaian masalah dituangkan dalam tulisan dan dinikmati pembaca yang memiliki masalah yang sama, dengan sendirinya kita telah ikut membantu mengatasi masalah orang lain. 
 
Sesuai tema malam ini yakni pengalaman menulis di blog pribadi, yang terpenting adalah tulisan dikembangkan dan berawal dari sebuah ide pokok yang sederhana. Misalnya akan mengangkat tema ‘pembelajaran jarak jauh’ maka bisa saja semua tulisan kita berkutat disana. Sejatinya, blog itu milik kita sendiri dan bebas bagi kita mengisinya. Jadi edisi tulisan yang lama boleh saja dimunculkan kembali dan disesuaikan dengan trend yang terjadi saat ini. 
 
Eksekusi Ide Menjadi Tulisan
Ide sebenarnya mudah dicari dan ditemukan. Yang sulit adalah cara melakukan eksekusi hingga menjadi sebuah tulisan. Misalnya akan mengembangkan satu hal yang menjadi trending topik sekaran ini, Pembelajaran Jarak Jauh. 
 
Orang menuliskan topik pembelajaran jarak jauh bisa jadi  terdiri atas tiga perspektif.
 
1. Persepektif sebagai Pendidik yang Merasa Dirinya Sukses
Guru atau pendidik akan menceritakan bagaimana dirinya sukses mengampu pembelajaran online. Ia menceritakan bagaimana kesehariannya dalam mengajar secara online. Ia lupa banyak pendidik di luar sana yang masih berjuang mengatasi kendala.
 
2. Perspektif sebagai Pendidik yang Menyalahkan Orang Tua
Orang tua di mata guru kurang sigap. Mereka dianggap tidak sigap mendampingi anaknya dalam pembelajaran jarak jauh. 
 
3. Perspektif Pendidik yang Mencoba Memberikan Jalan Keluar Berdasarkan Pengalamannya. 
Pada perspektif ini, pendidik berperan memberikan pertimbangan, tips, dan trik bagi kedua belah pihak, baik orang tua siswa maupun guru.
 
Perlu diingat bahwa orang lebih senang mencari sesuatu yang ada hubungannya dengan keuntungan atau kebutuhan dirinya. Hal ini sering dilakukan bagi penulis pemula karena belajar menulis ide berdasar diri sendiri. Dimulai dari yang mudah, yang bisa, yang dialami.
 
Ketika ingin sekali menulis, namun judul yang ditemukan sudah tertuang oleh orang lain, maka cara menyikapinya adalah mencermati tulisan orang lain tersebut kemudian melakukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).
 
Cara terbaik memberikan ‘roh’ pada tulisan adalah sebagai penulis mengetahui dalam satu kalimat, hal apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Sebuah buku yang tebalnya berlembar-lembar pun pada akhirnya memiliki satu tema besar yang ingin disampaikan.
 
Jika ingin lebih semangat menulis karena mendapatkan tanggapan, tulislah dan berikanlah sumbang saran bagi sebuah hal yang sedang menjadi kegelisahan orang banyak.
 
Cara membangun konsistensi dalam menulis ide di blog adalah memilih topik yang dikuasai, lakukan  riset kecil-kecilan di google, kemudian tampilkan tulisan anda lengkap dengan solusi dari sebuah masalah. Tuliskan di bagian apa anda merasa nyaman dan menguasai. Untuk ini kita tidak harus ahli atau menguasai sekali permasalahan tersebut.
 
Malam ini hawa terasa cukup dingin. Tetapi jiwa dan pemikiran terasa panas, menggelegak oleh kata-kata motivasi dari seorang pendidik inovatif, penulis sejati, Agus Sampurno. Terima kasih, Pak. Luar biasa.
 
 
 
Tegalrejo, Tugumulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

15 thoughts on “Langkah Jitu Eksekusi Ide Menjadi Tulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *