Menggerakkan Sahabat-sahabat Muda

Minggu ini saya bersama PGRI Musi Rawas, Sumatera Selatan berinisiatif mengajak kawan-kawan, sabahatku guru pendidikan dasar untuk menambah konten dunia digitalnya dengan blog. Sebelumnya mereka sudah memiliki media sosial pilihan hati masing-masing, Facebook, Instagram, Twiter, Whatsapp, dan sebagainya. Tambahan literasi digital yang kami maksud adalah blog. Bukan berarti aku sudah memiliki blog yang “menghasilkan”. Aku beri tanda kutip karena menghasilkan dapat diartikan dengan berbagai penafsiran. Seperti misalnya pengunjung yang ribuan, pengikut yang banyak, atau bahkan sudah menghasilkan uang dari adsense atau iklan yang bertebaran memenuhi halaman blog. Bukan itu. Semua berawal dari keikutsertaanku dalam kelas menulis gratis melalui grup WA yang kuikuti dari link yang diberikan rekan pengurus PGRI Kabupaten. Sebelumnya, secara otodidak, sebenarnya sudah memiliki blog. Jika aku lihat postingan pertama di tahun 2009, berarti usia blog yang kumiliki sudah 11 tahun. Mangkrak, itu yang terjadi. Sesekali saja kuisi dengan tulisan yang idenya muncul begitu saja. Konten blog yang sudah lumayan lama itu pun gado-gado, bermacam corak. Ya, awalnya memang untuk membunuh rasa jenuh, seru-seruan, dan menyimpan kenangan misalnya dengan mengunggah beberapa foto. Setelah hari pertama aku ikuti, tema yang disajikan adalah “Pengalaman Menerbitkan Buku”. Itulah tema awal belajar menulis di kelas maya melalui WA yang digagas pemilik branding “Guru Blogger Indonesia”. Siapa lagi kalau bukan Om Jay Wijaya Kusuma. Pria yang berprofesi sebagai guru di SMP Labschool Jakarta itu menyuntik pikiran kami dengan kalimat “saktinya”, menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi! Dua hari sekali setiap malam dari pukul 19.00 sampai dengan 21.00 WIB kami mengikuti paparan para penulis buku, motivator, dan para pegiat literasi yang sudah memiliki branding masing-masing. Hingga pada pertemuan ke-15 muncul sebersit pemikiran mengapa tidak mengajak teman-teman belajar menulis dan menuangkan tulisannya ke dalam blog? Sebelumnya, setiap selesai menulis resume, link blog aku share ke grup-grup WA yang aku ikuti. Alamat blog susantogombong.blogspot.com yang berisi resume dari kegiatan belajar menulis itu aku bagikan kepada mereka untuk dinikmati atau sekedar dikunjungi. Ada sebagian yang mersepon dengan pertanyaan: Kapan ada lagi? Sebagian merespon dan berkomentar baik, sisanya mengabaikan. Selain link blog berisi resume, aku juga menyebarkan link berisi materi pembelajaran kelas enam yang aku kemas dalam blog yang kuberi nama DIKSI. Respon pembaca amat baik. Jika hanya dikonsumsi oleh siswa di kelasku paling hanya 26 orang. Jika mereka membuka masing-masing dua kali maka secara matematis blog dikunjung sebanyak 46 kali. Nyatanya yang berkunjung melebihi angka dua ratusa. Hingga suatu saat aku beranikan diri menawarkan membuka kelas membuat blog dan mengisi dengan konten bermanfaat misalnya bahan ajar yang pada musim pandemi ini cukup membantu membangun komunikasi antara pendidik dengan anak didiknya. Gayung bersambut, akhirnya kelas belajar membuat blog melalui WA pun berhasil aku wujudkan. Baru aku tahu bahwa sebagian besar dari mereka yang berhasil aku ajak membuat blog dan menuliskan apa saja dalam blognya, merasa bahwa ini adalah dunia baru. Kebahagiaan pun bertambah manakala mereka saling kunjung memberi komentar. Kehebohan ketika komentar tidak muncul karena menunggu moderasi penulis menambah kebahagiaan hatiku bahwa mereka kelihatan antusias. Ucapan terima kasih sudah difasilitasi membuat blog, ungkapan syukur bisa asyik “mengutak-atik” hingga berkurang waktunya untuk “berghibah” menambah lagi rasa syukur dan bahagia. Pada pertemuan ke-18, Om Jay membuka kelas baru belajar menulis melalui WA. Langsung saja pesan itu aku teruskan kepada teman-teman yang selama ini antusias menanggapi kegiatanku belajar menulis di kelas Om Jay. Sebut saja saudara-saudaraku Yusni, Diska, Tri Utari, Munasifatuthoifa, Utoyo Ramelan, Sarto, Ilham, Trisa, Elisabeth, aku suruh mendaftar dengan menghubung WA Om Jay. Mereka pun diterima dengan baik oleh Om Jay dan malam itu juga langsung mengikuti materi “Membangun Branding Melalui Media Sosial dan Blog” kelas yang juga masih aku ikuti sebagai materi pertemuan ke-18. Di bawah ini link yang aku bagikan kepada mereka dan memintanya segera menghubungi Om Jay melalui WA yang tertera di gambar tangkap layar yang aku berikan.

 

 

 
 
Aku berharap, semoga teman-teman mudaku itu tetap konsisten, tidak lelah, dan tetap bersemangat agar blog yang dibuat bersama di kelas diisi dengan konten-konten bermanfaat yang terinspirasi dari Om Jay dan para sahabatnya yang secara rutin mengisi ruang kelas kami dengan berbagai motivasi. Om Jay dan para sahabatnya telah menginspirasi dan menggerakkanku untuk mau menggerakkan kawan-kawan terutama sahabat mudaku yang baru saja memulai mengikuti kelas menuis bareng Om Jay Gelombang 5. Mengisi baris demi baris kolom blog pribadinya dengan resume dan tulisan-tulisannya serta mampu membangun branding bagi dirinya sendiri. Berikut sebagian sahabat-sahabat muda yang sudah memiliki blog baru dan ikut pelatihan menulis Om Jay.


Adakah orang yang sudah menginspirasimu sepert Om Jay dan para sahabatnya telah menginspirasiku?

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

21 thoughts on “Menggerakkan Sahabat-sahabat Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *