Blogging, Brand, dan Branding

Resume Ke-18
 
 

 

 
Semakin yakin, menulis bukan semata-mata bakat, demikian juga berbicara. Lebih dari itu adalah berlatih dan banyak latihan. Latihan pun tidak serta merta tetapi membutuhkan waktu yang cukup panjang. Membaca profil dan perjalanan sang Motivator Kreatif, Learning Partner Nulis Bareng Om Jay tanggal 11 September 2020, Bapak Namin AB Ibnu Solihin telah membuktikan bahwa pernyataan tersebut benar.
 
Namin AB Ibnu Solihin, adalah founder motivatorpendidikan.com, Motivator & Trainer Pendidikan, Pembicara Seminar Parenting, Konsultan Branding Sekolah, Dosen, Blogger Pendidikan, Penggiat Pendidikan dan Ayah dari 3 Putri dan 1 Putra yang hidup tanpa Gadget dan Televisi. Memulai karir dalam dunia pendidikan sebagai Office Boy alias tukang sapu laboratorium komputer di sekolah SMK,  juga office Boy di Sekolah Dasar di satu lokasi yang sama. Memulai hidup mandiri sejak kelas 6 SD dengan berjualan Es Mambo, tukang bongkar muat bata merah ketika MTS, penjaga kedai buku dan foto copy pada saat awal-awal kuliah, menjadi penyiar radio, jurnalis tabloid, bahkan sempat mendirikan sebuah EO bernama Semangat Promosindo.
 
Passionnya dalam dunia mengajar dimulai saat masih sekolah di Madrasah Diniyah dan MTS  sebagai guru ngaji, dilanjutkan menjadi Guru SD tahun 2004-2015 dan pernah mengajar SMP serta SMA. Tahun 2008  mengikuti program sertifikasi guru, tercatat sebagai salah satu peserta termuda. Pernah menjadi  Kepala Seksi Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, dan Kepala Sekolah. Pernah terlibat dalam mendirikan beberapa sekolah, menjadi Tim Seleksi Dosen, Tim Seleksi Kepala Sekolah, Tim Seleksi Guru dan Tim Seleksi Guru Teladan.
 
Keterampilannya dalam bidang Public Speaking, Leadership, dan Manajemen Organisasi sudah dimulai sejak dirinya aktif dalam berbagai kegiatan organisasi  (Organisasi Remaja, Pelajar, Mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan dan Agama serta Organisasi Guru). Kadang sebagai Nara Sumber, Fasilitator, Panitia, dan Peserta. Hampir 10 tahun  (2004-2014) memberikan pelatihan gratis. Baginya berbagi tidak akan pernah rugi. Tahun 2013-2015 Namin bersama dengan teman-teman Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetak dan juga menjadi Project Manager dalam program Pelatihan menulis bagi guru Teacher Writing Camp (TWC).
 
Berbagi Tidak Membuat Rugi (Dok. motivatorpendidikan.com)
 
Tahun 2012 Namin mulai melakukan branding bagi dirinya (belajar otodidak sejak tahun 2007). Selama perjalanan menjadi Guru dan Kepala Sekolah Namin banyak membuat Ide dan Gagasan untuk mengembangkan sebuah sekolah seperti medesain logo, membuat kegiatan yang menarik, dan mendesain kurikulum. Ide yang awalnya ditentang karena keluar dari jalur kebiasaan, akhirnya bisa terima dan berhasil melakukan re-branding pada berbagai sekolah yang didampinginya.
 
Membranding diri tidaklah mudah. Terbukti tahun 2012-2015 ia melakukan beberapa kali branding untuk dirinya namun hasilnya tidaklah memuaskan. Sebagai founder @guruberakhlak dengan mendirikan guruberakhlak.com, founder @gurubicara dengan mendirikan gurubicara.com, founder @bisaberbagi dengan mendirikan bisaberbagi.com, founder @komunitasguruinspiratif dan beberapa branding lainnya. Tahun 2014 Namin mulai menjadi Trainer dan Motivator Pendidikan secara professional dengan Branding Motivator Pendidikan Kreatif dan membuat blog motivatorkreatif.wordpress.com.
 
Bapak empat orang anak ini, selain menjadi motivator juga juga pernah menerbitkan beberapa buku, diantaranya Saya Mau Jadi Guru Go Blog, Mendidik Dengan Cinta dan Keteladanan, Cinta Sang Guru, dan Buku Antalogi yang digagasnya bersama guru dan mahasiswa diantaranya Guru Kreatif di Zaman Digital, Bukan Guru Biasa, Pelangi Cinta dan Cita, Inspirasi untuk Membangu Masa Depan. Ide dan gagasannya dalam dunia pendidikan bisa dibaca pada www.motivatorpendidikan.com  serta di blog dan media sosial yang dimiliknya, seperti Facebook dan Instagram.
 
Aktivitas sehari-hari selain mengisi berbagai kegiatan training dan mengajar, Namin juga hampir setiap hari membuat Design Slide Presentasi, menulis di Blog dan Web serta di Media Sosial. Membaca merupakan bagian dari aktivitas sehari- hari dan tagline pribadi yang hebat adalah terus mau belajar, memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani.
 
Pembaca, menceritakan profil pak Namin saja banyak paragraf yang harus saya tuliskan. Itu pun sudah saya rangkum dari

 

Blogging Brand Branding

Namin AB Ibnu Solihin sudah melakukan blogging sejak tahun 2007.  Saat itu ngeblog melalui blogspot.com. Ngeblog untuk mengisi waktu luang, saat istirahat mengajar. Tulisan di blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahan hati. Jadi, saat awal-awal ngeblog ia tidak punya impian apa-apa dan tidak memiliki tujuan apa-apa. Pokoknya buat asyik-asyik saja dan agar waktu istirahat lebih bermanfaat. Khas blogger pemula, seperti saya.
 
Pak Namin AB Ibnu Solihin pada sekitar tahun 2013  mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif dengan konten edukasi yang sangat menarik. Guraru.org setiap tahunnya juga memberikan penghargaan bagi para guru bloger yang berprestasi diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak Agus Sampurno dengan brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama dengan Blog Pendidik-nya. Dari ngeblog asal-asalan akhirnya memiliki semangat untuk berbagi melalui tulisan di blog keroyokan dan blog pribadi. Keinginannya untuk menulis lebih baik lagi, akhirnya pada tahun 2013 ia memaksakan diri untuk mengikuti program Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.
 
Pada tahun 2014 bersama Om Jay dan teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog. Kurun waktu 2014-2015, Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek. Program ini digagas dalam rangka menggerakan agar guru-guru mau menulis dan menggunakan internet/teknologi sebagai pembelajaran. Selain itu mereka  memiliki impian agar para guru bisa aktif berkontribusi menjadi produsen digital dengan cara menulis konten edukasi setiap harinya.
 

Produsen Digital

Sudah saatnya guru menjadi produsen digital, bukan lagi konsumen digital. Karena seperti yang kita pahami saat ini banyak sekali konten pornografi yang setiap harinya bisa menjadi monster dan predator yang sangat menyeramkan, yang bisa menyerang orang dewasa dan juga anak-anak. Kita tahu, Indonesia termasuk negara pengakses pornografi paling besar di dunia. Kondisi seperti ini bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa. Di sinilah peran kita sebagi guru, berkontribusi menyelamatkan generasi bangsa dengan membuat konten edukasi yang kreatif.
 
Konten edukasi yang kreatif yang ditulis secara konsisten hendaknya memiliki brand. Istilah brand pertama kali digunakan oleh orang-orang Inggris pada abad ke-19 sebagai bentuk memberi tanda kepada hewan-hewan ternak dan juga budak dengan memberi cap besi panas pada tubuh mereka. Saat itu mereka menyebut dengan kata burn. Kemudian kata brand mulai populer digunakan oleh orang-orang Jerman dengan makna yang sama yaitu menandai sesuatu menggunakan cap besi panas, brennen.
 
Brand saat ini diartikan sebagai identitas diri yang membedakan antarsesama baik manusia, produk, maupun tempat. Sedangkan branding adalah sebuah kegiatan komunikasi, memperkuat, mempertahankan sebuah brand dalam rangka memberikan perspektif kepada orang lain yang melihatnya. Dalam konteks tulisan ini, branding dilakukan terhdap blog atau media sosial yang kita gunakan. 
 
Membangun branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun branding tertentu tapi tidak punya ilmunya. Membangun branding melalui blog berarti harus selaras dengan kepribadian kita di blog, medsos, dan segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.
 
Menulis konten kreatif di blog dengan konsisten pada branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kalau mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ketika orang berbicara “Motivator Pendidikan” mereka akan mengingat “Namin AB Ibnu Solihin”, misalnya. 
 
Latihan Membangun Brand pada Blog dan Media Sosial
Blogger pemula, biasanya konten blognya gado-gado. Termasuk blog saya nggak, ya? Setelah nyaman menumpahkan segala hal/ide dalam blog, langkah berikutnya adalah membuat keputusan akan mempertahankan blog yang sudah ada atau melahirkan blog baru dengan branding yang sedang kita lakukan. 
 
Bung Namin AB Ibnu Solihin, sebagai Partner Learning malam itu memberikan contoh cara melakukan brand dan branding dengan websitenya:
Membuat brand blog misalnya dengan menentukan nama merk atau brand, logo dan tampilan visual blog, juru bicara, dan tagline atau slogan, fokus penulisan, fokus konten, dan isi konten. 
 
Strategi dalam membangun branding blog dan istagram (misalnya) dengan cara membuat blog yang mudah diingat dan dibaca, mengisi konten dengan segmentasi yang jelas, membuat poster dan video yang berkaitan dengan konten, membuat merchandise, memberikan pelatihan gratis, perlombaan, dan membagikan secara gratis video atau file kepada follower maupun peserta seminar. Berikut contoh konkret cara memberikan brand dan strategi melakukan branding dengan subjek latihan adalah motivatorpendidikan.com.


Brand Blog dan Istagram motivatorpendidikan.com:

  1. Nama Blog dan Instagram : motivatorpendidikan.com
  2. Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semangat)
  3. Fokus pada dunia pendidikan ( Training, Seminar dan Worksop)
  4. Fokus Materi (Training Guru Kreatif, Seminar Parenting, Motivasi Pelajar dan Mahasiswa, Branding Sekolah)
  5. Konten tulisan berisi artikel pendidikan dan foto-foto kegiatan training.

Strategi Membangun Branding Blog dan Istagram motivatorpendidikan.com:

 

  1. Nama blog dan media sosial yang mudah dibaca dan diingat oleh orang yaitu motivatorpendidikan.com
  2. Mengisi konten blog dan media sosial dengan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, sehingga segmentasi jelas, artinya pembaca yang akan berkunjung adalah mereka yang membutuhkan konten tersebut.
  3. Membuat poster dan video yang berkaitan dengan motivasi pendidikan.
  4. Membuat kaos yang bertuliskan motivatorpendidikan.com
  5. Mengadakan pelatihan gratis dari motivatorpendidikan.com sebagai sarana memperkenalkan brand (merek)
  6. Mengadakan perlombaan menulis buku yang diselenggarakan oleh motivatorpendidikan.com
  7. Membagikan secara gratis ribuan video pendidikan kepada para follower atau peserta kegiatan seminar.

Jika berhasil membangun branding, maka kita sebagi founder secara personal juga terbangun brandingnya. Hal itu dikenal dengan istilah personal branding. Publik akan mengenal kita dari merek kita, cara bicara kita, pembawaan kita saat menyampaikan seminar, termasuk cara berpakaian. Contoh mudahnya, mengetik website atau menanyakan website motivatorpendidikan.com, maka akan tertuju kepada Pak Namin AB Ibnu Solihin.

Sudah blogging?
Apa brand Anda?
Bagaimana strategi branding Anda?
Hanya Anda yang mampu menjawab.


Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

16 thoughts on “Blogging, Brand, dan Branding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *