Satu Saja atau Banyak Blog

Menyelesaikan pelatihan gratis membuat blog bagi para guru di Musi Rawas bersama PGRI Musi Rawas gelombang pertama membuat hati saya bangga. Yang membanggakan adalah mereka yang tadinya tidak membayangkan bakal memiliki blog pribadi sekarang sudah memiliki blog pribadi. Bapak dan ibu guru yang pernah punya blog tetapi mangkrak pun kembali menggeliat bangun, mengisinya dengan konten positif. Grup WA Gelombang I sebagai rumah pertama blogger Musi Rawas cukup ramai. Mereka saling kirim link dan meminta komentar.
Kepada teman-teman saya mengatakan bahwa blog kita baru lahir. Ibarat jarum di tengah tumpukan jerami, blog kita tenggelam di antara jutaan blog di internet. Jika bukan di komunitas sendiri untuk melatih percaya diri, meminta dikunjungi serta memohon komentar, kepada siapa lagi? Jangankan dibaca orang, ditemukan di mesin pencari Google pun belum. Biarlah grup kecil yang nantinya kita gabung dengan grup berikutnya menjadi wadah bayi-bayi blogger untuk anjangsana saling sapa minta dikomentari. Anjangsana, saling sapa, ingin dikomentari boleh nggak sih disingkat ASI? Singkatannya maksa ya? Tapi kan, bayi? Ha..ha. Hal itu dilakukan agar asupan gizi literasi makin bertambah, agar blog semakin gemuk dengan tulisan. Tulisan yang dimaksud tentu tulisan sendiri, bukan sekedar salin tempel atau copy paste, meskipun dengan alasan artikelnya bagus layak dibagikan.
Di sela-sela mereka sibuk saling kirim link, saya mencoba bertanya. Pertanyaannya mudah, jika mengkhususkan untuk pembelajaran bagi siswa yang bisa mengakses internet, perlukah kita membuat blog 1 lagi? Yang ditanya adalah rekan-rekan yang baru saja membuat blog, sebagian adalah pemilik blog lama tetapi baru aktif.
“Bagus itu, satu blog untuk umum, satu blog khusus untuk siswa,” demikian salah seorang guru berkomentar.
Rekan lain berkomentar, “Memangnya kalau satu saja kenapa? Dua blog malah nanti nggak terurus satunya.”
Bermacam jawaban diberikan sesuai penalaran  masing-masing.
 
 
Apakah kita cukup punya satu blog atau harus banyak blog? Beragam bukan, jawabannya?
Jika kita embali ke pengertian blog yang dapat pembaca telusuri di berbagai sumber, hampir semua mengarah ke website yang mengandung konten personal berupa pemikiran penulis (satu atau beberapa orang) yang disajikan menurut urutan kronologis. Artikel dalam blog dapat dilengkapi dengan video, gambar, atau link ke website lain.
Memiliki blog, berarti seseorang memiliki majalah/media eletronik yang diterbitkan sendiri. Ia bebas memromosikan ide, skill, kegiatan, rencana, dan sebagainya. Ia tidak perlu mendapat persetujuan redaktur pada dewan redaksi. Oleh karena itu, pertanyaan saya yang sudah dijawab oleh beberapa rekan dengan berbagai alasan tentang blog yang dimiliki cukup satu atau beberapa (lebih dari satu), jawaban yang paling tepat adalah terserah kepada pembuat blog. Tidak ada satu lembaga pun yang dapat melarang Anda memiliki blog lebih dari satu. Bahkan blogger pun menyediakan menu untuk menambah blog jika kita mau.
Mari kita lihat blog milik Guru Blogger Indonesia, Om Jay. Om Jay adalah nama panggilan guru blogger Indonesia yang nama aslinya Wijaya Kusuma. Satu tulisan berjudul BISAKAH ANDA MENULIS 1000 KATA DALAM SEHARI beliau tulis di blog-blog miliknya. Blognya yang sudah dikelola belasan tahun lamanya maupun blog yang baru beberapa bulan diisi kontennya. Berikut nama blog milik beliau:
Berikutnya, Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Guru SD di Jakarta. Memulai aktivitas menulis ketika blog pertamanya (www.praszetyawan.com) dibuat pada 2009. Blog selanjutnya adalah:
Blog Tutorial Blogspot: www.tamanbelajarblog.blogspot.com
Blog Pembelajaran SD: www.bahastematiksd.blogspot.com
Berikutnya lagi, Dedi Dwitagama. Blog pertamanya Principal & Trainer 1st edition, kemudian berlanjut dengan Trainer Kita dan Blog Pendidik. alamat blog beliau masing-masing:
Yakin, cuma satu blog? Nggak mau nambah?
Salam blogger persahabatan
Susanto
Guru Blogger (dari) Musi Rawas

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

11 thoughts on “Satu Saja atau Banyak Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *