Trik Jitu Hindari Kesalahan Penulisan Ejaan pada Judul Artikel

 

Pada tulisan terdahulu sudah dibahas tentang ”menulis atau belajar PUEBI dulu”. Tulisan itu dalam konteks penulisan isi artikel. Agar ide di kepala tidak hilang gara-gara setelah menulis sebaris/separagraf memeriksa/mengoreksi ejaan, maka tulislah artikel sampai selesai baru mengoreksi struktur dan ejaan kemudian. Pada kesempatan ini, saya akan membahas menulis judul tulisan dengan ejaan yang benar.
Jangan terburu-buru memberi judul tulisan, kecuali guru, dosen, atau instruktur memberi tugas menulis dengan judul tertentu. Terpaksa, mau tidak mau, menulis judul duluan sebelum menulis artikel. Namun jika kita akan menulis tentang tema tertentu, ada baiknya jika menuliskan judul belakangan. Mengapa?
Topik atau tema itu berbeda dengan judul. Topik merupakan hal yang masih umum. Biasanya penulisannya singkat. Sementar judul berisi hal yang lebih spesifik berkaitan dengan tema. Misalnya menulis tentang pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19.  Topik pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19, meskipun sudah lebih spesifik dibanding topik pembelajaran jarak jauh, masih bisa diuraikan menjadi judul-judul yang lebih spesifik. Misalnya:
1. Cara Menyusun Bahan Ajar pada Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi
2. Trik Jitu Mengatasi Kejenuhan Anak pada Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi
3. Lakukan 3 Hal Ini Agar Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Menjadi Menarik
Langkah berikutnya adalah menuliskannya pada artikel. Untuk orang seperti saya, yang masih pemula dalam menulis, suka lupa menuliskan judul dengan ejaan yang tepat. Padahal sejak SD sudah belajar bagaimana menuliskan judul dengan ejaan yang tepat. Pedoman ejaan yang termutakhir bagi kita bangsa Indonesia adalah PUEBI, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. PUEBI merupakan penyempurnaan EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan). Hal ini penting sebab orang yang paham dengan aturan penulisan judul akan “terganggu” dengan kesalahan ”kecil” ini. Akibatnya orang menjadi malas untuk membaca ariketl selanjutnya. Merugikan sekali, bukan?
Bagaimana cara agar tidak salah dalam “mengetik” judul tulisan?
  1. Judul menggunakan HURUF KAPITAL sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna).
  2. Kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk ditulis dengan HURUF KECIL.
  3. Kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk ditulis dengan HURUF  KAPITAL jika terletak pada posisi awal.
  4. Tidak diberi tanda titik di belakang kata terakhir judul.
Contoh:
Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata
10 Prinsip Membuat Judul Konten yang Mampu Mengikat Perhatian Pembaca
Alasan Pentingnya Membuat Judul Artikel yang Menarik
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Demikian uraian singkat tentang pengetikan judul tulisan. Semoga setelah ini tidak salah lagi mengetik judul tulisan kita pada blog pribadi maupun media lainnya.
Salam blogger persahabatan
Susanto
Guru blogger Musi Rawas

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Trik Jitu Hindari Kesalahan Penulisan Ejaan pada Judul Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *