Cabai Merah dan Cabai Rawit

 

 

Hari ini aku belajar pengalaman hidup dari cabai. Cabai merah baik yang licin maupun yang keriting kalah pedas dengan cabai rawit yang warnanya lebih muda dan bentuk badannya lebih pendek dari cabai merah tadi. Seperti itulah kaum ibu.

Jadi, Bapak dan Ibu guru, hati-hati jika Ibu Kepala Sekolah ucapannya sepotong-sepotong, pendek, alamat hatinya sedang kacau. Mungkin balonnya yang berjumlah lima juga baru saja meletus satu yang berwarna HIJAU, persis seperti warna cabai rawit.

Sebaliknya, jika perkataannya panjang, banyak kata-kata yang keluar, pertanda dia sedang senang hati, tidak marah, dan ramah. Maka, dekati dan ajaklah dia berbicara. Boleh jadi model, lotek, bakso, atau mi ayam bakal terhidang.

Maha suci Allah! Tidak ada yang sia-sia Ia menciptakan makhluk. Semua bisa menjadi pertanda atau mungkin bahasa religinya i’tibar.

 

Salam!

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

10 thoughts on “Cabai Merah dan Cabai Rawit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *