Proses Belajar Mengajar dengan Whatsapp

Pandemi sekali lagi menjadi alasan untuk pembelajaran jarak jauh. Pendidik dan peserta didik belum diperkenankan untuk bertemu muka, demikian pula kami. Sebelum masa penilaian tengah semester pembelajaran menggunakan blog disertai pertemuan melalui home visit. Setelah lembar jawaban penilaian tengah semester dikembalikan semua, ingin rasanya mencoba melakukan pembelajaran melalui Grup WA. Pembelajaran melalui grup whatsapp terilhami dari kegiatan yang saya ikuti yaitu Belajar Menulis Bersama Om Jay dan PGRI serta Penerbit Andi sebagai peserta Gelombang 15. Selain itu, keberhasilan kami, Tim PGRI Musi Rawas mengadakan pelatihan membuat blog melalui grup WA ikut melatarbelakangi tekad mengajar melalui WA.
Persiapan pembelajaran pun dilakukan. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya dengan memberitahukan berulang-ulang bahwa keesokan hari semua siswa harus sudah siap mengikuti pembelajaran melalui WA. Pada Pukul 08.00 semua anak harus berada di tempat yang memiliki sinyal minimal agar bisa menerima pesan. Tidak lupa dipesan agar membawa buku catatan. Pelajaran yang dipilih untuk pembelajaran melalui WA adalah Matematika.
Tibalah saat yang dinanti. Grup Belajar Kelas 6 pun dibuka, setelan grup untuk mengirimkan pesan diubah untuk membolehkan seluruh partisipan berkomentar. Hal ini dilakukan agar guru menerima respon dari siswa dan kehadiran guru dirasakan oleh seluruh siswa. Pembelajaran dibuka dengan salam dan pemberitahuan bahwa pelajaran segera dimulai. Guru meminta siswa memberikan jawaban “SIAP” sebelum grup dikunci. Hal ini dilakukan agar terjalin engagement antara guru dan siswa. Bersahutan para siswa menuliskan respon siap sebagai tanda bahwa mereka sudah siap mengikuti pelajaran.

 

 

 

 

 

Setelah respon siswa dirasa cukup, guru melanjutkan pembicaraan dengan meminta izin kepada seluruh anggota grup untuk mengunci grup agar hanya admin yang dapat mengirimkan pesan. Tidak lupa berpesan kepada para siswa agar apabila ada pertanyaan dikirimkan melalui WA pribadi, dalam bahasa mereka dikirimkan melalui japri.

 

Guru menuliskan topik pelajaran yaitu Operasi Hitung Campuran pada Bilangan Cacah, tidak lupa memintanya menulis pada bukunya. Kemudian guru menuliskan materi dan menjelaskannya dengan kalimat yang tidak terlalu panjang dan meminta siswa mengerjakan soal serta mengirimkan jawabannya kepada guru melalui WA pribadi.

 

 

 

Guru meminta kepada siswa untuk mencatat beberapa hal yang penting pada bukunya. Pada saat ini, guru mengunjungi nomor-nomor WA siswa untuk memberikan penguatan atau meminta penjelasan lebih lanjut atas jawaban yang diberikan. Dengan demikian siswa memiliki alasan untuk berargumentasi terhadap jawaban yang diberikan. Tidak lupa guru memberi penguatan atas jawaban siswa yang benar, atau memberi petunjuk cara menjawab yang benar.
Guru Memberikan Penjelasan Tambahan dengan Audio dan Video 
 

 

Guru Meminta Penjelasan

 

Guru Memberi Penguatan
 

 

 

 

 
Guru Mengakhiri Pelajaran 

 

 

Guru Memberikan Petunjuk
 
Pembelajaran melalui WA kali ini ternyata memakan waktu lebih kurang dua jam. Jika pada pembelajaran normal tatap muka guru berkeliling menghampiri tempat duduk siswa, pada pembelajarn melalui WA guru juga “berkeliling” ke nomor-nomor kontak siswa memberikan petunjuk, penguatan, dan ucapan terima kasih serta mempersilakan istirahat.
Demikian keseruan pembelajaran melalui aplikasi Whatsapp. Meskipun tidak bertemu muka, guru merasakan kehadiran siswa. Siswa pun demikian, ia merasakan kehadiran guru di tengah-tengah mereka. Ada beberapa siswa yang tidak “terasa” keikutsertaannya. Upaya yang dilakukan adalah mencari informasi kepada teman dekat dan mencoba menghubungi yang bersangkutan. Untuk mengurangi efek psikologis, guru sengaja tidak melakukan panggilan suara maupun panggilan video agar semua berjalan murni melalui chat untuk melatih tanggung jawab mereka terhadap kewajiban belajar yang harus dilakukan. Materi pembelajaran tidak banyak sebaliknya pemahaman terhadap materi serta nilai-nilai sikap tidak diabaikan.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

14 thoughts on “Proses Belajar Mengajar dengan Whatsapp

  • 27/09/2020 at 19:19
    Permalink

    Luar biasa pak sangat bermanfaat,alhamdulillah sdh saya terapkan dari awal adanya pandemi ini n alhamdulillah sampai sekarang msh di gunakan pak tapi anak2 didik nya yg sdh mulai berkurang dlm berpartisipasi belajarnya

    Reply
  • 26/09/2020 at 22:03
    Permalink

    Para pengunjung yang terhormat, terima kasih telah membaca dan berkomentar di blog ini.

    Reply
  • 26/09/2020 at 08:07
    Permalink

    Siiip Pak D …. PJJ pakelah aplikasi yg familier utk anak …yg ptg Pembelajaran ttp berjalan …..

    Keren …..

    Reply
  • 26/09/2020 at 01:03
    Permalink

    Keren.. tersusun seperti membuat langkah pmbelajaran di RPP. SANGAT menginspirasi dan memotivasi untuk kita bersama agar lebih kreatif dan inovatif dlm pmbelajaran era PJJ. Trimaksih pak D.

    Reply
  • 26/09/2020 at 01:03
    Permalink

    Keren.. tersusun seperti membuat langkah pmbelajaran di RPP. SANGAT menginspirasi dan memotivasi untuk kita bersama agar lebih kreatif dan inovatif dlm pmbelajaran era PJJ. Trimaksih pak D.

    Reply
  • 26/09/2020 at 01:02
    Permalink

    Keren.. tersusun seperti membuat langkah pmbelajaran di RPP. SANGAT menginspirasi dan memotivasi untuk kita bersama agar lebih kreatif dan inovatif dlm pmbelajaran era PJJ. Trimaksih pak D.

    Reply
  • 25/09/2020 at 23:26
    Permalink

    Lanjut pak, karena keadaan pandemi saya selaku wali murid sangat mendukung kegiatan belajar melalui via whatsapp,

    Reply
  • 25/09/2020 at 23:22
    Permalink

    Guru pedulilah yang akan bahagia karena keikhlasannya berbuat untuk anak didiknya

    Reply
  • 25/09/2020 at 23:19
    Permalink

    Bagus Pak..bisa jadi inspirasi buat saya menulis berikutnya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *