Kenangan Perayaan Bulan Kemerdekaan di Desa Batu Kucing

Bulan Agustus adalah bulan kegembiraan bagi bangsa Indonesia. Pada bulan itu kita terbebas dari belenggu penjajahan dengan dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Seluruh rakyat dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, dengan suka cita memperingati. Demikian pula kami, penduduk desa Batu Kucing, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas (sekarang Musi Rawas Utara).

Tua muda, besar kecil semua bergembira. Meskipun kami di desa terpencil, namun kami juga melaksanakan upacara bendera dan juga lomba-lomba memeriahkan pesta kemerdekaan bangsa itu.

Upacara Bendera

Upacara bendera dilaksanakan di tanah lapang yang berada di darat dusun. Istilah darat dusun adalah arah menjauh dari sungai. Jika menuju sungai disebut k elaut. Di lapangan itu para warga sudah berbaris termasuk anak-anak sekolah. Petugas upacara adalah guru, karang taruna, dan anak-anak sekolah dari SD 1 dan SD 2 Batu Kucing.

Pukul sembilan upacara dimulai. Para pemimpin regu menyiapkan regunya masing-masing. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara. Setelah para pemimpin regu memberikan laporan kepada pemimpin upacara, kepala desa selaku inspektur upacara memasuki lapangan upacara. Dipimpin oleh pemimpin upacara, seluruh peserta upacara memberikan penghormatan kepada inspektur upacara. Setelah itu, pemimpin upacara memberikan laporan bahwa upacara segera dimulai.

Tibalah saat pengibaran bendera  merah putih. Regu pengibar bendera dengan tegap berjalan. Pembawa  bendera didampingi oleh pengerek bendera adalah pemuda-pemudi anggota karang taruna. Anak-anak kelas lima dan enam dari SD 1 dan SD 2 Batu Kucing mengiringi penaikan bendera dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Upacara sederhana namun berlangsung khidmad.

Selesai upacara adalah saat yang ditunggu-tunggu. Kepala desa beserta perangkat pemerintah desa diikuti para siswa melakukan pawai keliling desa. Setelah kembali ke rumah dan berganti pakaian mereka siap mengikuti aneka lomba yang diselenggaraka oleh karang taruna maupun sekolah.

Lomba Bidar dan Lomba-lomba Lainnya

Selesai waktu shalat Dzuhur, semua bersiap mengikuti berbagai lomba. Para remaja, anak-anak, dan orang tua sudah bersiap. Hari itu ada perlombaan bidar. Bidar adalah biduk panjang yang memuat beberapa orang. Saat itu setiap regu sudah bersiap. Mereka mendayung perahunya ke arah hulu. Para penonton bersiap menonton di tebing sungai. Ada pula yang menonton dari dapur rumah. Rumah di tepi sungai dapurnya selalu mengarah ke laut (sungai).

Setelah peluit panjang dibunyikan mereka mulai berlomba. Diiringi pukulan kenong dan sorak sorai penonton, para pendayung yang terdiri dari lima orang dewasa sekuat tenaga mendayung perahunya agar mencapai finis paling dulu. Suasana seru dan riuh. Hampir semua mata tertuju ke sana. Selesai lomba bidar lomba-lomba yang lain dilanjutkan. Ada lomba balap karung, lomba joged balon, dan berbagai pertandingan: bulu tangkis, ping pong, voli, dan sepak bola.

 

#Day7AISEIWritingChallenge

#100katabercerita
#30hariAISEIbercerita
#AISEIWritingChallenge
#warisanAISEI
#pendidikbercerita

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Kenangan Perayaan Bulan Kemerdekaan di Desa Batu Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *