Bukan Rengginang

Apa Itu?

Apakah itu rengginang? Makanan yang diledek setiap lebaran datang? Makanan yang katanya penjelmaan roti pada kaleng merek terkenal? Bukan! Itu hanyalah kerak goreng. Itu pun bukan kerak dari nasi yang ditanak. Begini ceritanya.

Di desa kami, orang hajatan selalu mengadakan kenduri atau selamatan. Sebagai tetangga yang baik, saya harus datang. Saat itulah saya bertemu banyak tetangga. Bercengkerama, ngobrol banyak hal sambil menunggu undangan yang masih di jalan. Setelah acara selesai dan ditutup dengan doa biasanya kita disuguhi segelas teh manis atau segelas air minum kemasan. Sebagai teman, disajikan makanan kudapan ala kadar.

Tidak lama kemudian, tuan rumah mengeluarkan bakul berisi nasi lengkap dengan sayur, kerupuk, dan lauk. Lauk makan biasanya telur atau sepotong daging ayam. Itulah nasi berkat, tanda ucapan terima kasih atas kedatangan dan doa yang diaminkan.

Ini dia! Undangan kenduri tidak pernah terduga. Meskipun tetangga dekat yang punya hajat, kita tidak yakin bakal dapat udangan, bukan? Kenduri biasanya dilaksanakan pada malam hari . Andai saja undangannya datangnya pagi-pagi, pasti saya berpesan kepada istri.

“Tidak usah terlalu banyak masak nasi, nanti malam ada undangan kenduri.”

Karena mendapat nasi berkat, keesokan hari nasi berlebih banyak sekali. Nah, nasi lebihan malam hari ini diolah oleh “biyung bocah” (istilah bebas untuk ibunya anak-anak).

Membuat Kerak Nasi

Setelah dikeluarkan dari inner pot penghangat,  nasi dibasahi dengan sedikit air. Kemudian ditaburi dengan sedikit garam. Lalu, ditambahkan dengan sedikit sagu. Setelah itu diratakan di atas wajan anti lengket (takut menyebut merk) dan dipanggang di atas kompor, layaknya menggoreng makanan. Jangan lupa kecilkan api agar matang merata.

Jika tercium bau sangit berarti nasi sudah mengerak. Segeralah angkat. Nah, kerak nasi buatan sudah jadi, siap dijemur. Jika kerak nasi kita sudah kering merata, siapkan minyak goreng panas. Mulailah kerak kering digoreng sampai garing. Jadilah kudapan crunchy teman ngetik Writing Online Challenge di AISEI.

#Day14AISEIWritingChallenge

#100katabercerita
#30hariAISEIbercerita
#AISEIWritingChallenge
#warisanAISEI
#pendidikbercerita

 

Salam blogger persahabatan

Pak D Sus

Guru Blogger (dari) Musi Rawas

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

10 thoughts on “Bukan Rengginang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *