Guru Kuasai Teknologi, Pembelajaran Makin Menyenangkan

By | 28/10/2020

 

 

Yang pernah bersekolah di SPG tamatan 1989 tentu pernah belajar tentang media pembelajaran. Pada saat itu, media yang dipelajari seputar media grafis seperti gambar, poster, dan sebagainya. Media elektronik seperti: radio, tape recorder, slide, opaque projector, dan overhead projector (OHP), dan film.

Sebagian media pembelajaran tersebut dipelajari secara teori, sebagian lagi dipraktikkan. Media elektronik visual yang dipraktikkan misalnya OHP. Kami diminta membuat gambar atau tulisan pada bidang transparan berupa plastik mika bening. Alat tulis yang digunakan adalah spidol khusus untuk OHP. Tidak jarang hanya menggunakan spidol permanen merek tertentu yang ada di pasaran. Trasnparansi itu dipasang pada proyektor dan diproyeksikan pada dinding atau bidang datar berwarna putih.

Media lain yang dipraktikkan adalah slide. Kami membeli film positif misalnya merek Kodak atau Fuji. Bentuknya sama saja dengan film negatif. Bedanya, citra yang dihasilkan berupa gambar “positif” yang jika disinari cahaya cukup dan diproyeksikan ke dinding akan terlihat seperti foto yang diperbesar.

Setelah selesai memotret, film kemudian dicuci di studio foto. Setelah itu, kami potong frame demi frame. Sementara itu kami menyiapkan karton duplex dengan dua sisi dan melubanginya seukuran film. Setelah film terpasang, karton dilem untuk menjepit film tadi. Kemudian, karton slide berisi film dipasangkan pada proyektor slide. Setelah mesin proyektor dinyalakan dan diarahkan ke dinding, gambar dalam film tampak terpampang di dinding. Jika masih blur, kita tinggal mengatur lensa agar gambar proyeksi menjadi fokus dan jelas.

Itulah nostalgia media pelajaran yang pernah dipelajari dan dipraktikkan di sekolah pendidikan guru, zaman dulu. Ketika dibawa di hadapan para siswa, mereka sangat senang. Apalagi jika dilengkapi musik dan narasi, pembelajaran menjadi asyik, menjadi menyenangkan.

Belajar Semudah Klik dengan Teknologi Informasi

Saat ini teknologi informasi berkembang sedemikian pesat. Hal itu berimplikasi pada dunia pendidikan. Karena itu, media pembelajaran pun semakin canggih. Pada awalnya media pembelajaran dimanfaatkan secara offline (luar jaringan). Saat ini media pembelajaran sudah dapat dinikmati secara online (dalam jaringan). Mudah sekali mengaksesnya, tanpa batas waktu dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Alat yang digunakan untuk mengakses pun cukup dengan gawai seperti telepon pintar android atau i-phone, tablet, komputer  meja maupun laptop. Syaratnya ada jaringan dan memiliki paket data. Belajar semakin mudah. Semudah klik, dengan mouse maupun dengan sentuhan jari pada layar monitor.

Pada masa kenormalan lama (sebelum pandemi Covid-19) pembelajaran berlangsung secara tatap muka. Jamaknya media pembelajaran disiapkan oleh guru. Teknologi yang digunakan belum “sesemarak” seperti sekarang ini. Teknologi yang digunakan adalah teknologi yang dikuasai guru dan digunakan bersama-sama secara klasikal. Ambil contoh misalnya film dan video pembelajaran. Pada pembelajaran tatap muka tersebut, teknologi digunakan sebagai media pembelajaran, dimanfaatkan untuk memperjelas pemahaman terhadap materi pelajaran.

Pada masa pandemi dan masa kenormalan baru, pembelajaran tidak lagi dilakukan secara tatap muka. Jika pun tatap muka dilakukan, hal itu tidak dilakukan secara penuh pada zona-zona keamanan tertentu. Pembelajaran jarak jauh adalah satu-satunya pilihan. Pada masa pandemi, teknologi informasi semakin tinggi, pembelajaran tidak terhenti. Teknologi Informasi digunakan sebagai substitusi pertemuan antara siswa dan guru dalam pembelajaran jarak jauh.

Banyak aplikasi pengganti tatap muka di kelas. Aplikasi videoconference seperti zoom meeting, skype, Cisco Webex, Google Meet, Microsoft Teams, U Meet Me, dan sebagainya, guru dapat memilih satu di antaranya. Selain itu masih berpuluh-puluh aplikasi di internet yang dapat membantu guru menyelenggarakan pembelajaran, meskipun tidak bertatap muka secara virtual.

Guru adalah Kunci Pembelajaran Jarak Jauh Menyenangkan

Pembelajaran, apalagi pembelajaran jarak jauh yang membosankan adalah pembelajaran yang tidak menyenangkan. Sebaliknya, pembelajaran yang menyenangkan dipastikan pembelajaran tersebut tidak membosankan. Mengapa tidak membosankan? Pembelajaran itu dilakukan oleh guru yang kreatif. Siapa dia? Dia adalah guru yang mau belajar. Selain itu, ia mau melakukan kolaborasi semua pihak di sekolah. Kolaborasi adalah jalan terbaik kreatif pada masa PJJ.*)

Sekolah, guru, orang tua, dan siswa adalah pihak yang berperan dalam pembelajaran jarak jauh. Oleh sebab itu, sekolah perlu memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa. Karena tidak ada temu muka, diperlukan aplikasi media sosial sebagai kelas utama mereka. Aplikasi yang user friendly yang dapat menjadi pilihan guru adalah whatsapp (WA). Melalui grup WA guru, orang tua, dan siswa berkolaborasi dalam penyelenggaraan PJJ (pembelajaran jarak jauh).

Melalui WA guru menyebarkan bermacam tautan untuk mendukung pembelajaran yang interaktif. Oleh karena itu guru harus belajar sehingga melek TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Mampu mengemas materi dan/atau penilaian daring yang variatif.

Modul Online Itu Bernama Blog

Sementara itu, guru dapat memanfaatkan blog**). Blogger dan wordpress adalah platform blog yang umum digunakan. Bahkan, blogger mudah digunakan oleh anak kelas enam sekalipun (seperti anak didik penulis), karena blogger tidak harus menggunakan komputer/laptop. Aplikasi blogger ada pada HP mereka.

Blogger bisa digunakan sebagai modul online. Sebab, guru dapat menyapa murid, memberi perintah, menyisipkan materi berupa tulisan, gambar, bahkan video. Guru dapat memberikan kuis online dan pada akhir halaman guru menyisipkan evaluasi melalui google form atau tautannya. Para siswa pun dapat bertanya di kolom komentar dan guru menjawab di kolom yang sama.

Setelah itu, proses belajar dan hasil belajar siswa dapat dikabarkan melalui blog. Foto siswa, foto hasil pekerjaan, komentar guru, reward, dan sebagainya dapat dikabarkan melalui blog. Bagaimana agar blog bisa memuat semua itu? Perlu admin handal. Siapa? Tidak lain adalah guru itu sendiri. Kata kuncinya hanya satu belajar teknologi informasi. Betapa teknologi berperan membuat pembelajaran semakin menyenangkan.

Yakin, tidak mau belajar teknologi informasi?

 

 

http://gurupenggerakindonesia.com 

#PGRI      #KOGTIK     #EPSON     #KSGN

*) Agus Sampurno, Seminar Nasional Guru Blogger PGRI, 28 Oktober 2020

**) Wijaya Kusumah, Seminar Nasional Guru Blogger PGRI, 28 Oktober 2020

 

Profil Susanto

Lahir di kota Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada tanggal 29 Juni 1971. Anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Suwarno Kasiran (Alm.) dan Suwarni (Almh.). Menempuh Pendidikan di SDN Srampadan Gombong (lulus tahun 1983), SMPN 2 Gombong (lulus tahun 1986), SPG Negeri Kebumen  (lulus tahun 1989), D.2 PGSD FKIP UNS  (lulus tahun 1992),  STKIP PGRI Lubuklinggau  (lulus tahun 2006), dan S1 PGSD UT Masukan Berbagai Ilmu (lulus 2017). Penulis adalah guru SD Negeri Mardiharjo, memiliki hobby membaca dan memasak sederhana. Berusaha  agar hidupnya bermanfaat bagi orang di  sekitarnya, agama , bangsa dan negara adalah cita-citanya. Motto hidup: Jangan tunggu menjadi kaya jika ingin berbagi harta, jangan tunggu menjadi ahli jika ingin berbagi ilmu

 

Salam Blogger Sehat

Susanto

Guru Blogger (dari) Musi Rawas

Blog https://blogsusanto.com/

8 thoughts on “Guru Kuasai Teknologi, Pembelajaran Makin Menyenangkan

  1. AAM NURHASANAH

    Semakin mantap, semakin semangat. Maju terus pak.

    Reply
  2. Sry Daniyati

    Selalu mau belajar teknologi dong..apalagi untuk menyenangkan siswa.
    KEREN bapak

    Reply
  3. indrakeren

    Ahhh… Juara ini..!!!
    sedap sekali membacanya, balik ke masa lalu, kemudian dibawa ke masa kini dan diajak untuk mengasai masa depan.
    Keren Pak D… Kamu memang SUPER SELAMANYA!!!

    Reply
  4. Ni Ketut Suastiwi

    Tiwi SIAP BELAJAR PAK…KITA SEANGKATAN.. YG PSLING BERKESAN. DAPAT TUGAS NULIS. DI PLASTIK UTK OHP…LANJUT OLEH DOSEN DIBAWA KE KAMPUS 2 LAIN UTK BAHAN AJARNYA.. MERASAKN KG JD NARSUM…PANAAAAS DEKAT OHP.. POKOK NYA… JUARA..PAK
    GURU HEBAT AYO KUASAI IT… KALAU TIDAK MAU DITINGGAL.

    Reply
  5. Rita wati

    Alur mundur-maju , maju – mundur mendapat cerita di akhir tahun 80 an hingga masa kini, teknologi berkembang pesat termasuk dlm dunia pendidikan. No teknologi study no happy

    Reply
  6. Hanifah

    Semangat…semoga kemajuan teknologi membawa pendidikan lebih maju

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *