Komitmen

AISEI Writing Challenge (Gambar tangkap layar dari Grup Menulis)

 

Saya membuka satu demi satu blog yang tautannya dikirimkan ke grup. AISEI Writing Online 2 bikin challenge pendidik bercerita selama 30 hari full. Apa ya motivasinya kok mereka seakan berlomba menyetorkan sedikitnya 100 kata dengan tagar #Day23AISEIWritingChallenge? Ingin keluar dalam decicion roulette Mba Amadhea Sitoruskah? Sejauh ini aplikasi pengundi berbentuk lingkaran itu telah memilih tiga nama.

Saya yakin, pasti bukan itu. Lalu apa? Satu demi satu, link blog muncul di grup. Para pendidik seperti berlomba menyelesaikan tantangan 100 kata. Tidak bikin kan tidak apa-apa? Gitu amat, sih?

Saudara, ketika Anda bujangan. Pergi pagi pulang malam bahkan tidak pulang ke kosan tidak ada yang melarang. Sehari mau makan sekali, dua kali, tiga kali, tidak ada yang peduli. Bebas. Mengapa setelah Anda berumah tangga Anda jadi seperti terkekang? Mau ini tidak boleh, mau itu istri menegur. Akhirnya Anda hidup teratur. Apa biar disayang mertua? Biar dianggap hebat oleh pasangan?

Ternyata ketika meresmikan hubungan, Anda terikat kontrak. Ada aturan dan perlu komitmen* agar hubungan Anda langgeng.

AISEI Writing Online 2 ibarat rumah tangga. Anda masuk menjadi anggota secara suka rela. Organisasi kecil berupa grup WA AISEI Writing Online 2 membutuhkan komitmen para anggota. Anggota diminta dengan ikhlas menulis cerita. Apa saja. Sebuah foto sebagai alat bantu. Manfaatnya juga untuk siapa? Tidak lain kembali kepada anggota.

Decicion roulette sekedar alat bantu untuk mengundi peserta yang berhasil berkomitmen menulis 7 tulisan.  Mengapa tidak berdasarkan penilaian? Ini bukan kompetisi. Ini komitmen.

 

#Day22AISEIWritingChallenge

#100katabercerita
#30hariAISEIbercerita
#AISEIWritingChallenge
#warisanAISEI
#pendidikbercerita

 

 

*komitmen/ko·mit·men/ n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

11 thoughts on “Komitmen

  • 31/10/2020 at 05:02
    Permalink

    Iya yaa..karena komitmen pd diri sendiri..tdk ada yg memaksa..maka ikhlas ngejalaninnya

    Reply
  • 31/10/2020 at 04:11
    Permalink

    Tantangan menulis ini dari kita oleh kita dan untuk kita

    Reply
  • 31/10/2020 at 00:27
    Permalink

    Keren bangettttt
    Ini bahasa ndesonya Reverse Psychology!
    Great job! Keep writing✍️✍️✍️

    Reply
    • 31/10/2020 at 00:33
      Permalink

      Thanks, Master! Dr. Capri berkenan singgah.
      Juga buat teman-teman lain, terima kasih komentarnya.

      Reply
      • 31/10/2020 at 00:41
        Permalink

        Sayangnya saya tidak tahu bahwa tulisan seperti ini merupakan bentuk dari reverse psychology atau psikologi kebalikan. Segera berlari mencari artikel tentang reverse psychology.
        Saya temukan di femina co id uraiannya sebagai berikut.

        Reverse psychology atau psikologi kebalikan bisa banget dimanfaatkan untuk memotivasi seseorang. Psikologi kebalikan merupakan cara memanipulasi tindakan seseorang dengan menyuruhnya melakukan hal yang berlawanan (counter argument).
        Dalam situasi tertentu, metode ini lebih ampuh daripada meminta seseorang untuk melakukan sesuatu.

        Perkataan lawan bicara memiliki tujuan tersembunyi. Dia tidak akan bereaksi terhadap perintah langsung. Sebagai contoh, peringatan ‘dilarang merokok’. Melarang agar tidak melakukan hal tersebut malah membuat mereka makin ingin melakukannya.”
        Pada dasarnya, alam bawah sadar kita antimendengar hal-hal negatif sehingga tidak mengenal kata: tidak, jangan, bukan, dan sejenisnya. Ketika dilarang, kita paham bahwa itu tidak dibolehkan, namun secara sadar tetap melakukannya.
        Psikologi kebalikan dapat menyentil sifat kompetitif pada manusia. Saat dianggap tidak mampu, mereka tertantang untuk membuktikan anggapan itu salah. Begitu pun sebaliknya.

        Sekali lagi saya berterima kasih kepada Dr. Capri.

        Reply
  • 30/10/2020 at 22:05
    Permalink

    Judulnya menarik banget, saya langsung klik karena judulnya. Terus isinya keren. Hihi jadi kita menikah lagi dengan AISEI gitu Pak? Hehe

    Reply
    • 31/10/2020 at 05:00
      Permalink

      Iya yaa..karena komitmen pd diri sendiri..tdk ada yg memaksa..maka ikhlas ngejalaninnya

      Reply
  • 30/10/2020 at 18:40
    Permalink

    Komitmen u bs mnulis mnyelesaikn tantangan.. N trnyta seru jg.. Smngt luar biasa jk blm mnulis rasanya ada yg kurang

    Reply
  • 30/10/2020 at 11:05
    Permalink

    He….he….
    Bagi saya untuk…..(bingung juga mnjawabnya)….

    Reply
  • 30/10/2020 at 09:54
    Permalink

    Lagi-lagi tulisan yang mengena di hati saya….
    Lagi lagi saya harus mengucapkan terimakasih kepada Pak D

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *