Rindu Bersama Senja Agung




Kangen Latihan Keroncong (Dok. Pribadi, masker dibuka untuk kepentingan foto)

 


Tidak hanya anak-anak yang kangen bersekolah. Kami, para orang tua demikian juga. Bedanya, mereka di bawah aturan pemerintah tidak boleh masuk sekolah. Kami juga. Tetapi karena mampu menjaga diri rasa kangen itu terobati.

Grup Keroncong Senja Agung adalah grup keroncong di Musi Rawas yang sudah lama berdiri. Sejak saya mutasi dan keluar dari dusun terpencil tahun 2006 grup itu sudah ada. Pada saat itu, anggotanya sudah tua-tua. Ya mungkin setua saya dan kawan-kawan seperti gambar di atas. Setelah saya bertanya, diperoleh jawaban karena alasan itulah grup musik itu diberi nama OK. SENJA AGUNG.

Senja telah berganti malam. Satu demi satu para anggota berpulang. Setahuku sekarang tinggal dua, seorang ibu dan seorang bapak. Mereka tidak ingin “OK. Senja Agung”  seperti para angotanya. Mati, tidak ada yang mengurusi. Maka, ketika isu corona mereda, alat-alat sang Senja kami bunyikan. Malam itu, Mas Maman memegang bas. cello dipegang Mas Zamhari. Mas Susanto Guru SMP pegang gitar. Mas Tono memetik cak. Pak D seperti biasa, memainkan ukulele bersenar tiga.

 


#Day23AISEIWritingChallenge

#100katabercerita
#30hariAISEIbercerita
#AISEIWritingChallenge
#warisanAISEI
#pendidikbercerita

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Rindu Bersama Senja Agung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *