Buku Solo Pertama

 

Hari ini hari bersejarah dalam hidup saya. Saya berhasil menerbitkan buku. Dapat pula surat keterangan dari Pimpinan Penerbit Oase Pustaka. Buku ini bukan buku spektakuler. Bukan. Buku yang biasa saja. Yang luar biasa menurut saya adalah prosesnya dan itu buku pertama saya yang ber-ISBN dan sah untuk dipublikasikan.

Sesuatu yang pertama bagi saya dan mungkin juga Anda adalah istimewa. Ingatkah hal-hal pertama Anda? Sekolah pertama, datang bulan pertama, kekasih pertama. Atau mimpi basah pertama, pernikahan pertama, anak pertama. Bisa jadi naik pesawat pertama kalinya dan hal-hal pertama lainnya pasti istimewa. Hal pertama itu menegangkan atau mengejutkan. Menyedihkan atau membahagiakan. Lahirnya buku pertama ini adalah hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Hampir sama bahagianya dengan pertama kali mempunyai bayi laki-laki. Pertama kali menjadi seorang ayah!

Hal luar biasa berikutnya adalah proses penulisan dan penerbitan buku itu.  Sejak 3 Agustus 2020, setiap dua hari sekali, menyimak penuturan narasumber pada pelatihan menulis gratis melalui WhatsApp. Materi yang dituturkan secara lisan maupun tulisan, saya buat resume. Hasilnya saya unggah di blog pribadi. Satu demi satu resume saya publikasikan. Link tulisan saya bagikan di grup. Jika tidak dibagikan ke grup, siapa lagi yang akan membaca. Mesin pencari Google mungkin belum menemukan blog atau tulisan saya.

Hal hebat lainnya, tulisan yang diunggah di blog pribadi tidak ada yang disalahkan. Baik pembaca, narasumber,  atau owner kegiatan tersebut, Omjay, tidak pernah menyalahkan. Sehingga kata-kata mantap, semangat,  mantul, bagus, lengkap pada kolom komentar menjadi penambah energi dan rasa percaya diri. Padahal saya sadar bahwa susunan kata, pungtuasi, masih banyak yang perlu diperbaiki. Itu semuanya tidak dihiraukan. Keberanian menulis menjadi kunci pembuka. Belum lagi sang narasumber yang berjanji. Mereka akan memberikan buku hasil karyanya menjadi hadiah bagi peserta. Tentu yang resumenya dianggap memenuhi kriteria. Terima kasih Bu Ditta Widya Utami, S.Pd., Ibu Dra. Musiin, M.Pd., dan Penerbit Andi. Buku Anda menjadi cinderamata yang tidak akan terlupakan.

#Day25AISEIWritingChallenge

#100katabercerita
#30hariAISEIbercerita
#AISEIWritingChallenge
#warisanAISEI
#pendidikbercerita

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Buku Solo Pertama

  • 01/11/2020 at 06:00
    Permalink

    Selamat ya Pak D.
    Terus menginspirasi
    Dan selalu sehat, semangat dan bahagia dalam Menjalankan kegiatan
    Salam untuk keluarga

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *