Sisa Kampret

Sisa Kampret (Dok. Grup WA SPG)

 

Bang Oji mendengar kabar. Katanya Manto pulang ke Jawa. Sekarang sudah di Kebumen. Informasi di grup WA ia sedang dalam perjalanan ke Jogja. “Nengok Keraton”,  katanya. Segera Bang Oji mengirim pesan kepada sahabatnya itu dan segera share lokasi rumahnya. Tidak lupa berpesan “jangan sampai nggak mampir ke rumah”. Setelah yakin mendapat jawaban Manto, Bang Oji segera bersiap menjamu sahabatnya yang merantau menjadi guru di Sumatera.

Manto merespon ajakan Bang Oji. Ia berembug dengan penumpang mobilnya. Tidak lain adalah ibunya anak-anak dan ketiga orang anaknya yang sudah remaja. “Siap bos, ini lagi meluncur. Menurut GPS satu jam lagi sampai” demikian tulisnya di layar HP.

Hati Bang Oji senang. Sahabatnya akan datang berkunjung. Segera ia menyiapkan mangga yang baru dipanennya kemarin siang. Mangga ranum itu, ia tata sedemikian rupa sebagai sajian pendamping kue dan cemilan ala kadar.

“Assalaamualaikum!” suara Manto terdengar dari arah jalan.

“Wa’alaikum salam. Aha, datang beneran. Ayo masuk. Mari, Bu!” jawab Bang Oji sambil menyilakan para tamunya untuk duduk ke dalam rumah.

“Sudah, di teras saja,” jawab Manto.

Mereka tidak bersalaman. Meskipun demikian, keakraban kedua teman baik itu tidak berkurang. Maklum, Covid-19 belum ada tanda-tanda mereda.

“Monggo, ini mangga panen sendiri, lho!” Bang Oji menyilakan tamunya.

Mangga ranum hasil kebun pegawai Lapas di daerah Bantul itu memang super. Bikin ngiler siapa saja yang memandangnya. Pisau tajam di samping keranjang buah siap mengupas kulit ranum si harum manis.

“Lha! Sisa kampret!” teriak Manto tanpa malu-malu sambil menunjukkan mangga koyak.

“Ha ha ha. Jangan marah, Bro! Sengaja, hahahaha!” Bang Oji tertawa tergelak. Ia berhasil mengerjai teman lamanya itu.

Bang Oji sengaja menata sedemikian rupa. Mangga ranum bekas gigitan kampret yang ia petik sesaat sebelum Manto datang, tidak kentara.

“Nagapunten nggih, Bu! Kami biasa guyon,”  tersipu Bang Oji meminta maaf kepada istri Manto. Ketiga anak Manto pun senyum-senyum saja.

“Tenang Bro. Aku sudah siapkan untuk kalian mangga paling super. Buuu, coba bawa keluar mangga yang sudah Bapak siapkan tadi!” kata Bang Oji kepada istrinya.

 

Tugumulyo (Musi Rawas , Sumsel)

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *