Sulung

Gambar: freeimages

Sudah tak terhitung si ibu bertanya kepada sulung. Setiap kali mereka melakukan panggilan video, tidak pernah lupa bertanya, Mamas makan apa? Masak sendiri atau beli? Selalu dengan senyum si Mamas menjawab, masak sendiri. Di ujung percakapan si ibu sering bergurau, cari “tukang masak”, biar tidak repot sendiri. Tentu ia maklum, yang dimaksud ibunya adalah mencari istri. Kembali si Mamas hanya tersenyum dan menjawab, santai saja. Entah ke berapa kali, akhirnya si ibu malu sendiri. Setiap panggilan video tidak pernah menanyakan atau menyarankan mencari “tukang masak” lagi. Hari ini, sudah hampir dua bulan, si Mamas tidak menelepon atau video call. Sang ibu pun tampaknya sedang tidak ingin meneleponnya. Status anak sulung di WA sudah cukup mengobati rasa rindunya.

“Ayah, malam tadi aku mimpi. Bulan purnama bersinar sangat terang. Padahal malam ini bulan tua. Tidak mungkin ada purnama,” cerita si ibu kepada sang suami. Sang ayah menanggapi datar saja. Itu bunga tidur. Kesal si ibu mendengar jawaban sang suami. Namun, seketika kesal itu hilang ketika teleponnya berdering, foto profil si Mamas memanggil. Jantung si ibu berdegup kencang. Jangan-jangan mimpinya sesuai harapan. Ternyata tidak. Sulung hanya memberi tahu bahwa besok ada acara ke Jogja. Acara perusahaan tempatnya bekerja. Si ibu menanggapi dengan serangkaian kata penuh doa. Hati-hati di jalan semoga sukses.

Setengah bulan berlalu, sejak mimpi menghias tidur si ibu. Ia tidak lagi gelisah. Rasanya memang harus ikhlas hati. Biarlah, namanya juga anak laki-laki. Masa lajangnya lebih panjang dari perempuan. Sambil menghela napas panjang, berteman purnama si ibu mencoba memicingkan mata. Hingga menjelang fajar nada pesan telepon berdering. Biasanya pesan apa pun tidak ia hiraukan hingga pagi tiba. Tetapi menjelang fajar pagi ini, meskipun malas layar HP diusapnya juga. “Kapan bisa ajak ayah ke Bandung antar Mamas ke Jogja agar Ibu tidak bertanya lagi siapa masak makananku hari ini. Ditunggu ya, Bu! Diakhiri emoji bertabur hati.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

3 thoughts on “Sulung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *