Belajar dari Definisi, Sebuah Refleksi Pembelajaran yang Menyenangkan

Definisi Pembelajaran (Dok. Webinar TV ANDI)

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Definisi pendidikan menjadi pembuka Profesor Richardus Eko Indrajit dalam webinar Peran Teknologi Informasi dalam Membuat Pembelajaran Daring dan Luring Menjadi Semakin Menyenangkan melalui pertemuan Zoom dan disiarkan langsung melalui channel youtube TV ANDI.

Setelah membacakan definisi pendidikan tersebut, selanjutnya Prof. Eko menanyakan apakah dalam definisi tersebut terdapat tulisan ruang kelas, guru, dosen, papan tulis. Menurut profesor yang kerap menjadi narasumber pada kegiatan webinar yang diselenggarakan Andi Academy tersebut, bahwa pada definisi pendidikan ketiga kata bercetak tebal tersebut tidak ada. Yang ada adalah peserta didik, belajar, pembelajaran, usaha sadar dan terencana.

Siapakah peserta didik itu? Peserta didik adalah anggota masyarakat yang mengembangkan potensi dirinya melalui proses belajar. Belajar itu sendiri merupakan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang diperkuat. Ada perubahan tingkah laku dalam belajar. Kembali Prof. Eko mengatakan bahwa tidak disebutkan tempat (sekolah, ruang kelas), guru, buku, maupun internet. Perubahan tingkah laku peserta didik diperoleh melalui pembelajaran.

Kata Kunci Proses Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pada definisi pembelajaran tersebut terdapat dua kata kunci yaitu proses interaksi dan lingkungan belajar. Peserta didik melakukan proses interaksi dengan dua objek yakni pendidik dan sumber belajar.

Berinteraksi dengan pendidik berarti berinteraksi dengan manusia. Siapa dia? Mereka adalah guru, dosen, orang tua, tutor, instruktur, tokoh masyarakat, tokoh agama, atau anggota msyarakat lainnya. Komunikasi yang terjadi dapat searah, dua arah, atau multi arah. Dengan kata lain terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik yang dinamis. Selain itu, melibatkan interaksi yang dinamis antarpeserta didik. Komunikasi peserta didik dengan sumber belajar artinya mereka membaca buku pelajaran, buku referansi, mendengarkan radio, menonton televisi, membaca dan menonton tayangan di internet, atau mengamati fenomena yang terjadi di alam. Proses interaksi itu dalam rangka mengembangkan potensi dirinya. Dus, terjadilah perubahan tingkah laku. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari “saya tahu apa menjadi saya bisa apa”.

Kata kunci kedua dalam definisi pembelajaran adalah lingkungan belajar. Menilik jenis-jenis sumber belajar yang disebutkan di atas, maka lingkungan belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Lebih luas lagi, lingkungan belajar dapat berupa lapangan, laboratorium, perpustakaan, rumah, taman, alam (pegunungan pantai perdesaan, perkotaan), tempat ibadah, maupun kelas maya (dunia virtual).

Refleksi Pendidik

Siapa individu yang mengelola sumber belajar dan lingkungan belajar agar peserta peserta didik mau belajar? Tidak lain adalah pendidik. Meskipun kita tahu bahwa tidak ada pelaut ulung yang keluar dari laut yang tenang, pelaut ulung selalu keluar dari samudera yang bergelombang dan penuh badai. Namun, pendidik tidak bertugas menyediakan samudera dengan ombak dan badai yang kuat. Pendidik bertugas mendorong mereka agar senang hati mau mengarungi samudera yang penuh ombak dan badai.

Definisi pendidikan, belajar, dan pembelajaran dari waktu ke waktu tidak berubah. Yang diperlukan adalah perubahan sikap pendidik. Pendidik yang mau belajar agar pembelajaran yang dilakukan dengan berbagai keterbatasan tetap menyenangkan. Apalagi sekarang ditopang dengan kemewahan teknologi yang begitu tinggi. Mestinya pembelajaran semakin menyenangkan.

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Belajar dari Definisi, Sebuah Refleksi Pembelajaran yang Menyenangkan

  • 11/11/2020 at 10:12
    Permalink

    Saya banyak tersendat…
    Semoga bisa merefleksi diri lagi.

    Hebatt Pak D

    Reply
  • 10/11/2020 at 20:56
    Permalink

    Jos, webinar tadi langsung didokumentasikan di blognya pak Susanto. Saya kok belum bisa begitu ya. semoga bisa menyerap ilmu pak Susanto. hebatttt

    Reply
  • 10/11/2020 at 20:15
    Permalink

    Keren selalu P D ini tulisannya…

    Reply
  • 10/11/2020 at 19:20
    Permalink

    Guru juga hrs mengalami pendewasaan dlm segalax..yach Yg kita lakukan ini juga jln menuju ke sana…biar kita bisa cari jln yg tepat unk mengarahkan anak didik dlm mengarungi samudra perjalanannya

    Reply
  • 10/11/2020 at 18:42
    Permalink

    Setuju. Intinya guru harus kreatif..guru harus tahu apa yg dibutuhkan siswanya dan melibatkan siswanya dlm proses pembelajaran. bener gak pak?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *