Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran jarak jauh sudah dilaksanakan hampir satu semester pada tahun pelajaran 2020/2021. Pembelajaran dilaksanakan secara daring, luring, atau kombinasi keduanya. Diawali dengan sosialisasi kepada orang tua pada awal tahun pelajaran dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pembelajaran. Dimulai dengan banyaknya gawai yang terbatas yang dimiliki oleh anak hingga saat ini hampir semuanya memiliki gawai sehingga pembelajaran dapat berlangsung relatif lancar.

Bagaimana pembelajaran jarak jauh secara daring dan luring yang dilakukan guru? Hanya guru yang bersangkutan yang mampu menjawabnya. Namun setidaknya ada beberapa hal sederhana sebagai bahan refleksi agar dapat disempurnakan pada paruh kedua tahun pembelajaran ini.

Pertama, rancangan pelaksanaan pemberian materi pembelajaran. Tidak semua materi pada semua muatan pembelajaran dapat disampaikan dengan cara yang sama. Tergantung karakteristik materi tersebut. Materi cukup dibaca, perlu diberikan pertanyaan yang jawabannya dicari di internet, atau harus menggunakan aplikasi. Apakah semuanya disampaikan melalui WA saja atau ada teknik lain misalnya melalui blog? Perlukan kita membuat video pembelajaran atau cukup mencarikan link youtube dan guru mengelola agarĀ  sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan.

Kedua, penilaian terhadap tugas yang diberikan. Untuk mengetahui keaktifan siswa, untuk mengukur ketercapaian kompetensi, guru meminta tugas kepada siswa. Tugas yang dikumpulkan apakah sudah dinilai? Jika sudah apakah dilaporkan secara rutin.

Ketiga, umpan balik. Pembelajaran jarak jauh jelas berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, guru perlu meminta umpan balik dari peserta didik. Apakah pembelajaran yang dilakukan menurut mereka menyenangkan. Jika ada pilihan, model pembelajaran yang bagaimana menurut mereka mudah dan memberikan pemahaman yang lebih baik.

Keempat, melakukan refleksi. Berdasarkan hasil penilaian dan umpan balik yang diberikan peserta didik atau orang tua, guru melakukan refleksi. Inventarisasi kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran yang dilakukan menjadi bahan perbaikan pada periode pembelajaran selanjutnya.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh

  • 10/11/2020 at 08:08
    Permalink

    satu semester bukan waktu yg cepat untuk mmpelajari materi..
    Bnyk hal dr pjj untuk d jdikn bhn u mmprbaiki proses pmbljran secara dring..

    Semngat

    Reply
  • 10/11/2020 at 06:19
    Permalink

    Tidak terasa yaa sudah 1 semester kita melaksanakan BDR atau PJJ
    Banyak pengalaman serta ilmu baru yang kita dapatkan, banyak hal kreatif yang kita ide-kan.
    Benar kata orang orang dibalik kesulitan ada kemudahan (ilmu baru), Semoga kita tetap sehat, Semangat dan bahagia dalam Menjalankan aktifitas ini. Serta tidak berhenti berharap dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan segala aktifitas bisa dilakukan dengan cara New Normal yg lebih kreatif dengan cara memadukan pembelajaran konfensional dan teknologi.

    Selamat hari Pahlawan Pak D, serta kawan kawan semua.

    Reply
  • 10/11/2020 at 05:46
    Permalink

    Wow, hebat pak Susanto berkunjung ke rumah2. Silaturrahmi memanjangkan usia. mantul pak.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *