Robot Guru

Ayah, aku tidak mau sekolah. Aku takut terkena virus. Anak orang super kaya itu merengek kepada ayahnya. Sang ayah tidak membantah. Ia pun tidak mau membiarkan anaknya belajar sendiri. Ia takut anaknya tersesat. Tetapi mengajar sendiri ia tidak kuasa. Waktunya yang sangat berharga dan bernilai jutaan euro tidak mau dia sia-siakan dengan menunggui anaknya menjadi pengajar layaknya guru. Lalu ia menyewa robot super canggih. Robot guru pendamping anaknya menuntut ilmu.

Anak orang super kaya itu bukan anak biasa. Ia anak yang cerdas. Apa yang diterangkan sang robot guru dengan mudah dipahami. Setiap kali berhasil menyelesaikan kuis sang Robot Guru selalu memuji.

Ayah, antar aku ke sekolah lagi. Si anak orang super kaya kembali merengek kepada ayahnya. Ia tertunduk lesu. Robot guru tak pernah marah, bahkan selalu memuji setiap berhasil menyelesaikan tantangan. Tapi pelukannya dingin, Ayah! Ia tidak tersenyum tulus, senyumnya kaku,  suaranya datar. Ia pintar memuji tetapi tidak mampu membesarkan hati.

#pentigraf

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Robot Guru

  • 15/11/2020 at 04:40
    Permalink

    Selallu Mantul tulsannya P To, benar posisi guru tdk bosa tergantikan walo dg robot super cerfas dan canggih..sekalipun…

    Reply
  • 11/11/2020 at 17:12
    Permalink

    Bener banget, guru asli dan guru robot mesti sinergi untuk hasil terbaik

    Reply
  • 11/11/2020 at 13:03
    Permalink

    Mantap Pak D..
    Peranan Guru vtak Tergantikan.,tp GURUPUN HARUS SELALU MENGISI DIRI… KREATIF N INOVATIF

    Reply
  • 11/11/2020 at 09:45
    Permalink

    Ahhh… selalu keren Bapak Guru Musa Rawas ini.
    Jadi sudah bisa kita pastikan yaa Guru tidak bisa diganti oleh apapun
    Mari meningkatkan kompetensi diri, menjadi guru yang berteknologi.

    TErimakasih tulisannya Pak D

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *