Asesmen Nasional untuk SD, Apa Saja yang Diukur? (Bagian Kedua)

Gambar: Pusmenjar

Hasil PISA yang masih rendah (70% di bawah kompetensi minimal menulis, 71% di bawah kompetensi minimal matematika, dan 60% di bawah kompetensi minimal sains) tidak boleh dibiarkan. Diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk mendongkrak perolehan skor dan peringkat tersebut. Secara nasional, langkah yang ditempuh Kemdikbud adalah dengan melakukan asesmen nasional.

Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satua pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran. Pada gilirannya akan meningkatkan mutu hasil belajar siswa.

Ibu Rahmawati¹ dari Pusat Asesmen dan Pebelajaran (Pusmenjar) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa asesmen nasinoal dilakukan karena kita ingin melihat mutu dari satuan pendidikan. Hasil ujian nasional atau ujian sekolah berstandar nasional fokus pada capaian belajar. Laporan yang dibuat pun laporan capaian belajar individu siswa. Melalui asesmen nasional, informasi yang diperoleh tidak hanya hasil belajar melalui asesmen kompetensi minimal literasi-numerasi tetapi juga menggali informasi karakter dan lingkungan belajar melalui survey karakter dan survey lngkungan belajar. Oleh karena itu laporan tidak berupa laporan capaian belajar individu setiap sekolah.

Asesmen nasional dilakukan untuk memetakan mutu pendidikan. Oleh karena itu, sekolah tidak perlu mempersiapkan seperti memberi pelajaran tambahan atau mengisi survey lingkungan belajar dengan data yang dibuat-buat. Lakukan pembelajaran sesuai rencana yang ditetapkan dan mengisi survey apa adanya. Apa kerugiannya jika survey diisi dengan data yang penuh penuh rekayasa agar dianggap memiliki mutu yang baik?

Ibarat orang sakit yang pergi ke dokter. Dokter memerlukan informasi yang jujur dari pasien perihal sakit yang dideritanya. Hal ini penting agar treatment yang diambil tepat. Demikian pula sekolah. Jika  survey lingkungan belajar diisi penuh rekayasa, katakanlah semua bagus, apalagi yang harus “diobati”? Tentu saja hal seperti ini tidak diharapkan.

Jika ditanya apakah hasil asesmen nasional tahun 2021 nanti ada implikasinya bagi sekolah? Tidak sama sekali. Tujuan asesmen nasional yang pertama kali tersebut bukan untuk “meranking” sekolah tetapi untuk pemetaan awal mutu pendidikan. Bahkan, akan diketahui apa saja yang harus ditingkatkan atau diperbaiki. Proses pembelajarankah? Lingkungan dan peralatan belajarkah? Bahkan mungkin penguatan karakter yang harus ditingkatkan.

#Day11NovAISEIWritingChallenge

 

¹Webinar Sosialisasi Asesmen Nasional Tanggal 13 November 2020

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Asesmen Nasional untuk SD, Apa Saja yang Diukur? (Bagian Kedua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *