Lampu Padam

Gambar: pixabay

 

Ini mati lampu PLN yang kedua kalinya. Jam di ponsel menunjukkan pukul 21.18. Gelap dan sepi. Jika dulu sebelum ada PLN memang gelap, tetapi tidak sepi. Ada lampu minyak yang tetap menyala. Anak-anak juga masih ada yang terjaga. Apalagi besok hari Senin. Mereka sibuk mempersiapkan: buku pelajaran, baju seragam, dan kaos kaki. Tidak lupa menyiapkan sepatu yang baru kering sore tadi. Setelah itu mereka menuju ke kamar masing-masing. Satu lampu minyak cukuplah untuk menerangi seisi rumah.

Lain dulu lain sekarang. Jangankan lampu minyak, lilin saja sudah tidak disediakan. Apalagi setelah banyak kabar kasus kebakaran. Orang ketiduran, sementara lilin terus menyala. Orang tidak lagi menyiapkan lilin atau lampu minyak untuk “emergency” jika gelap datang karena lampu PLN padam. Lagi pula, batere di hape bisa dimanfaatkan untuk menyalakan lampu flash, pengganti lilin. Lumayan terang.

Malam ini lampu PLN padam kembali. Lama, belum juga menyala. Segera aku periksa pintu dan jendela. Semua sudah terkunci. Anak-anak juga sudah ke peraduan, mengunci diri. Batere di laptop mulai menipis. Batere di hape juga mulai habis. Apalagi yang harus kukerjakan? Ya sudah. Laptop aku padamkan, shut down. Hape pun, kepalang, aku matikan. Segera pintu kamar kukunci. Maaf pembaca, selanjutnya tidak aku ceritakan.

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Lampu Padam

  • 16/11/2020 at 10:27
    Permalink

    Keren P D, mati lampu juga jadi tulisan…

    Reply
  • 16/11/2020 at 05:33
    Permalink

    Mati lampu dari PLN menjadikan gelap, memberikan makna jika guru berhenti menulis maka penerang keilmuan tidak terarah. (Lampu dan arus listrik dari PLN ada filosofi kehidupannya)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *