Semoga Dikabulkan, Doa PGRI pada Acara Puncak HUT Ke-75

Pembacaan Doa pada Acara Puncak HUT Ke-75 PGRI, 28 November 2020 (Dok. PB PGRI)

Berdoalah kepada-Ku niscaya akan aku kabulkan. Demikian nukilan ayat suci, firman Tuhan. Oleh karena itu, pada acara puncak HUT Ke-75 Peratuan Guru Republik Indonesia dibacakan untaian kalimat permohonan dalam bentuk doa yang dipimpin oleh Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI.

Teks doa telah disebarkan panitia diviralkan di berbagai media mainstream maupun media sosial. Pada acara puncak yang berlangsung lebih dari tujuh jam tersebut, doa dibacakan pada menit ke-55 setelah enam jam acara berlangsung. Acara tersebut disiarkan secara langsung melalui @tunas.tv, kanal Youtube @PB PGRI, dan pertemuan Zoom.

Doa yang Umum Dipanjatkan

Doa yang umum dianjatkan pada setiap acara adalah memohon kepada Tuhan agar diberi petunjuk agar yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan. Berharap agar Tuhan tidak menghukum apabila lupa atau khilaf. PGRI pun memohon agar tidak diberi beban yang berat sebagaimana dibebankan kepada orang-orang terdahulu serta beban yang tidak sanggup memikulnya. Doa tersebut juga dibacakan pada acara puncak peringatan HUT Ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 28 November 2020.

Doa Khusus pada Peringatan HUT Ke-75 dan Hari Guru Nasional Tahun 2020

Pada ulang tahunnya yang ke-75, secara khusus PGRI memohon kepada Allah, Tuhan Yang Mahakuasa dan berharap agar Tuhan berkenan mengabulkan atas hal-hal sebagai berikut.

Memohon agar Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI dan HGN tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan mutu, kualitas, kesejahteraan, dan perlindungan bagi guru dan tenaga kependidikan secara komprehensif

PGRI sudah, sedang, dan akan terus meningkatkan kesejahteraan. Gebrakan terakhir PB PGRI dalam meningkatkan pelayanan, kesejahteraan, dan perlindungan bagi guru adalah diluncurkannya Start Up aplikasi layanan bernama Bantu Guru. Aplikasi ini tersedia di Playstore. Aplikasi Bantu Guru dijadikan aplikasi nasional melalui PSLCC PB PGRI yang diketuai oleh Prof. Eko Indrajit, demikian laman PB PGRI mengabarkan.

Detail keterangan pada Playstore, aplikasi Bantu Guru dibuat untuk perlindungan, peningkatan kesejahteraan, dan peningkatan kompetensi guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Tagline aplikasi Bantu Guru adalah “Guru Terbantu, Pendidikan Maju”. Pada saat tulisan ini dipublikasikan, Aplikasi ini masih menggunakan Versi 1.0, diupdate pada 16 Oktober 2020. Lebih dari 5000 orang telah mendonlot aplikasi ini. Aplikasi yang ditawarkan oleh Bantu Cikgu Sejahtera  ini dirilis pada 16 Oktober 2020.

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi, mengatakan bahwa beliau yakin aplikasi tersebut menjadi Start Up Community bagi profesi yang akan melayani guru, dosen, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk sumbangsih nyata PGRI sebagai organisasi profesi guru yang terus bergerak dan melakukan perjuangan menuju pendidikan Indonesia maju (http://pgri.or.id/).

Meningkatkan profesionalisme guru untuk mendidik putera-puteri menjadi pelajar Pancasila sejati

Guru Indonesia adalah guru yang dilahirkan pada abad ke-20. Mereka menyelenggarakan pendidikan di kelas yang didesain pada abad ke-19 dengan metode yang dipelajari sejak abad ke-18. Sementara itu, mereka harus menyiapkan peserta didik menjadi generasi abad ke-21. Demikian ketua PGRI Smart Learning Center, Prof. Eko Indrajit pernah mengatakan pada suatu kesempatan mengutip sindiran CEO Google tentang fenomena yang terjadi pada dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kemauan semua pihak untuk open heart (membuka hati) dan open mind (membuka pikiran)

PGRI mendorong para anggotanya untuk terus meningkatkan kompetensi dan keprofesionalan dengan memfasilitasi berbagai pelatihan, kompetisi, dan olimpiade. Bahkan PGRI mendirikan PGRI Smart Learning System sebagai solusi pendidikan masa depan bagi Guru di Indonesia. Dengan kompetensi dan keprofesionalan guru, mereka diharapkan mampu mendidik peserta didik menjadi pelajar Pancasila sejati.

Siapakah pelajar pancasila sejati itu? Menurutu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mereka adalah  pelajar yang memiliki enam ciri utama, yaitu: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Memuliakan guru dengan karya-karya mereka yang bermakna bagi anak bangsa ini

PGRI memohon kepada Tuhan agar memuliakan guru dengan karya-karya bermakna bagi anak bangsa. Karya guru sangat beragam. Kreasi dan inovasi yang mereka lakukan di kelas berupa pembelajaran yang menyenangkan adalah karya yang langsung dirasakan manfaatnya oleh peserta didik. Pengembangan diri, publikasi ilmiah, maupun karya inovatif seperti karya seni, alat peraga, dan teknologi tepat guna merupakan unsur-unsur yang bernilai anga kredit. Nilai tersebut berguna bagi mereka untuk peningkatan karirnya. Semoga Tuhan senantiasa memudahkan guru untuk melakukan semua itu.

Menganugerahi bangsa Indonesia dengan generasi gemilang di masa mendatang melalui peran pendidikan yang bermutu.

Pendidikan bermutu yang dilakukan oleh para guru yang berkualitas adalah upaya mempersiapkan generasi di masa mendatang. Generasi gemilang masa datang adalah generasi yang memiliki kemampuan bekerja sama dengan bangsa lain, memiliki kemandirian yakni bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya, bernalar kritis, dan kreatif.

Mengangkat wabah ini dari negeri kita tercinta.

Delapan bulan lebih, pandemi Covid-19 melanda negara kita. Hal itu berdampak terhadap kehidupan termasuk pendidikan sehingga guru harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Kompas (28/11/2020) memberitakan bahwa Presiden menyebut tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Indonesia semakin membaik angkanya yaitu 82,4% di atas rata-rata dunia yang hanya 72%. Namun Presiden Jokowi juga mengimbau untuk masyarakat Indonesia agar berhati-hati karena di Eropa sudah ada gelombang ke-2 covid-19 yang kenaikan penyebarannya sangat tinggi sekali.

Memohon kepada Tuhan agar wabah diangkat dari negeri kita tentu dibarengi dengan perilaku hidup yang sehat, menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan berhati-hati serta waspada.

Memohon perlindungan agar bangsa Indonesia terhindar dari marabahaya yang timbul akibat kebodohan dan kelalaian.

Para arif mengatakan bahwa skebodohan adalah sikap yang mengabaikan pada kebenaran, mengumbar hawa nafsu, dan berangan-angan tanpa berusaha keras. Selain itu kebodohan juga disebabkan ketiadaan ilmu. Sedangkan lalai menurut kamus artinya kurang hati-hati, tidak mengindahkan kewajiban atau pekerjaan, berarti pula lengah. Lalai juga timbul akibat terlalu sibuk atau asyik melakukan sesuatu. Kedua hal tersebut dapat menimbulkan marabahaya. Bahaya bagi orang yang berbuat lalai atau bodoh maupun berbahaya bagi orang lain.

Menuntun penggerak pendidikan, pemangku kebijakan untuk selalu berpihak pada kemaslahatan agama, bangsa dan negara

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemaslahatan berarti kegunaan, kebaikan, manfaat, atau kepentingan. Kita tentu berharap agar pemangku kebijakan dalam hal ini pejabat pemerintah selalu berpihak pada kemaslahatan agama, bangsa dan negara. Bangsa Indonesia yang beragam suku, adat, bahasa, dan agama memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil pembangunan dan juga menjadi pelaku pembangunan. Keberpihakan kepada salah satu unsur perbedaan bangsa adalah bentuk pengingkaran dari dasar negara dan konstitusi bangsa.

Itulah doa yang PGRI panjatkan di hari uang tahunnya. Tentu juga merupakan doa kita bersama. Semoga Tuhan Yang Maha Pemberi, mengabulkan doa tadi.

 

#reportase

#Day25NovAISEIWritingChallenge,

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

3 thoughts on “Semoga Dikabulkan, Doa PGRI pada Acara Puncak HUT Ke-75

  • 29/11/2020 at 10:56
    Permalink

    Aamiin, Semoga semua yang menjadi keinginan diijabah oleh Yang Maha Kuasa.

    Reply
    • 29/11/2020 at 11:04
      Permalink

      Aamiin
      Semoga apa yg dipanjatkan diijabah oleh Allah SWT.
      Sehat selalu Pak D

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *