Refleksi Ketika Buntu Mau Menulis Apa

AISEI Writing Club Sesi Desember 2020

 

Saya masih tergabung di grup AISEI Writing Club. Di sana saya masih belajar menulis. Pada bulan Desember, kata Mbak Dhea Sitorus, challenge menulis ditingkatkan agar naik kelas. Saya sendiri tidak yakin bakal naik kelas atau tidak. Tulisan masih biasa-biasa saja. Sementara blog teman-teman semakin meroket mengudara. Sahabat-shabat seperti Bang Budi Idris, Kang Mul Joss Pak Toad, Ibu Diah, Ibu Halimah, Ibu Rita Wati, Ibu Atik, Ibu Sri Daniaty, Bu A2M, Ito Dahlia Siitonga, Bung Indra Keren, Bu Ismi, Pak Ahmad Yani dengan blognya yang luar biasa, dan lain-lain tidak bisa saya sebut satu demi satu.

Lalu hampir setiap menit muncul tulisan Omjay yang menggetarkan. Tulisan beliau muncul di blog utamanya, blog yang dibidaninya, maupun blog keroyokan seperti Kompasiana. Omjay sangat gigih. Ia terus berkarya di tengah vonis positif Covid yang diterimanya. Menulis tiada henti. Bahkan buku terakhir yang diambil dari tulisannya yang terserak di blog dalam proses penyusunan. Cak Inin, sahabat literasi kami dari Jawa Timur, siap membantu menerbitkan. Sungguh sangat luar biasa. Sementara saya dalam keadaan seperti yang sering diceritakan para mentor, mengalami buntu ide. Saya masuk pada fase “kebingungan”.

Untunglah, alamat blog para sahabat sudah terekam. Tersalin pada notepad  office laptop. Meskipun percakapan di WA terhapus karena beban memori penyimpan gawai yang lumayan berat, saya masih bisa berkunjung untuk belajar dari teman-teman yang rajin menulis dengan berjuta ide.

#Des4AISEIWritingChallenge

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Refleksi Ketika Buntu Mau Menulis Apa

  • 08/12/2020 at 04:58
    Permalink

    Ditengah kebuntuan saja masih bisa menulis P D keren.
    Tidak seperti saya yg selalu tertinggal …

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *