Amiu Sedih

Gambar: https://web.facebook.com/bunda.salfarizi/posts/2660379410877546? (telah diizinkan Ibu Rosnawati Rasyid)
Amiu kelihatan murung. Ia sedih. Warna hitam bulu di sekitar matanya seakan menambah kesan bahwa ia sangat kehilangan. Amiu, kucingku, baru saja melahirkan. Anaknya hanya satu ekor. Warna bulu anaknya mirip dirinya. Lucu sekali. Aku berjanji akan membantu Amiu merawat anaknya. Tapi, keinginanku tinggal keinginan. Karena kebersaman mereka hanya sebentar.
Suatu hari, Amiu terlibat perkelahian. Ia berkelahi dengan seekor kucing jantan. Rupanya si kucing jantan buas itu menerkam anaknya. Aku berlari ke arah keributan. Si kucing jantan buas berbulu putih itu pun terbirit-birit ketika aku membantu Amiu melindungi anaknya. Sayang, semua terlambat. Anak Amiu yang belum sempat kuberi nama keburu mati.
Kini Amiu sendiri. Kucing kesayanganku murung sekali. Tidurnya tidak nyenyak. Sesekali mengigau. Ia mengeong-ngeog dengan suara pilunya. “Miau….miau..,” seakan memanggil anaknya yang telah pergi. Kasihan sekali.

Ditulis kembali dari blog pribadi saya yang lain https://diksisusanto.blogspot.com/

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Amiu Sedih

  • 13/12/2020 at 14:53
    Permalink

    Kasihan harus mati. Konon kucing jantan akan membunuh anak kucing yang jantan juga karena dianggap saingan. Bahkan dimakan juga loh.

    Reply
  • 13/12/2020 at 13:08
    Permalink

    Itu dia..yg bikin sy enggan punya kucing lg..bairpun anak2 melas memohon..klo mati kepikirannya gak cukup seminggu

    Reply
  • 13/12/2020 at 09:30
    Permalink

    amiu yang sabar ya.. Jn sedeh.. Iklaskan si mungil. Smg kau segera dapat teman lagi

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *