Susanto, Your 2020 Year in Review

Malam ini membuka email. Saya mendapat email dari YouTube Creators. Email yang tidak perlu dibalas dari YouTube Creators memberitahu bahwa “202 menit konten yang Anda unggah membuat kami penasaran. Kerja keras Anda pantas dirayakan — mari luangkan waktu sejenak untuk merenung!”

Saya penasaran. Saya baca isinya. Karena kemampuan bahasa Inggris saya yang terbatas, saya meminta bantuan Google Translate untuk membantu memahami surat elektronik dari YouTube Creators tersebut. Saya memang mendaftar untuk menerima email tentang saluran YouTube saya. Dengan demikian pembaruan, pengumuman, dan tips yang dipersonalisasi dikirimkan kepada saya melalui email saya di sus.54nto@gmail.com.

Saya terperanjat! Katanya, “You joined YouTube 3,857 days ago!” Ha? Saya malah tidak teringat bahwa saya disebutnya telah bergabung dengan yotube 3.857 hari yang lalu. Artinya sudah lebih dari sepuluh tahun lalu. Mengapa terperanjat? Seingat saya, mengunggah konten untuk pertama kali ke Youtube pada 24 Jan 2019. Video itu adalah hasil latihan yang diajari oleh para pengajar muda yang tergabung dalam Indonesia Mengajar. Kami membuat video dengan aplikasi Adobe Premiere Pro. Kata teman-teman itu aplikasi sultan, ha ha ha. Aplikasi yang hanya mampu dijalankan oleh komputer atau laptop dengan kapasitas memori paling sedikit 4 GB itu memang buas memakan memori hardisk. Pada saat itu, banyak laptop teman-teman yang tidak dapat menjalankan aplikasi tersebut. Ini video yang saya unggah pertama kali ke YouTube.

Perlu Berani dan Percaya Diri

Keberanian mengunggah video itu saya peroleh setelah bergabung dengan komunitas Guru Youtuber Indonesia pada sebuah Grup WhatsApp. Apalagi ketika pemerintah menetapkan kebijakan work from home  satu demi satu video hasil latihan diunggah ke channel saya.  Kelemahan saya pada rasa percaya diri kreativitas. Hal tersebut membuat produksi video saya tidak selancar dan sebanyak kawan-kawan yang sekarang sudah berhasil menembus 1000 subscriber dan 4000 jam tayang sebagai syarat minimal monetisasi.

 

Terima Kasih, Pak Welly

Orang yang mengajak saya untuk ikut bergabung ke dalam komunitasnya GYI (Guru Youtuber Indonesia) adalah Pak Welly (Robert Welly Badella), seorang guru sekolah dasar di pedalaman Kalimantan Barat. Beliau pernah menjadi Finalis Olimpiade Sains Nasional Guru SD Tahun 2014, Finalis Olimpiade Guru Nasional Tematik SD Tahun 2018, dan pernah menjadi Juara 1 Lomba Kreativitas Pembelajaran SD HGN 2017 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Saya kagum karena ia panda dan piawai mengajarkan matematika. Video Pak Welly yang pertama kali saya tonton adalah ini.

 

Email dari YouTube Creators

Apa yang saya lakukan sebenarnya, belum apa-apa dan tidak ada apa-apanya dibandingkan yang dilakukan oleh para youtuber hebat dengan pelanggan ratusan ribu bahkan jutaan. Namun sikap menghargai dan merinci capaian yang telah saya lakukan oleh Youtube Creators sangat saya apresiasi dan teladani. Betapa nilai karakter menghargai karya orang lain telah nyata dilakukan oleh YouTube. Itu sangat mengharukan dan menjadi teladan.

Ia mengatakan dalam suratnya, “Dari upload video pertama Anda sampai sekarang, penggemar Anda telah “menghancurkan” tombol suka itu sebanyak 449 kali! Komunitas Anda berkembang – mereka telah memberikan 154 komentar dan membagikan video Anda sebanyak 56 kali.” Sungguh kalimat yang membahagiakan.

Dalam pemberitahuan lainnya tentang tahun 2020 dalam angka, YouTube Creator mengatakan kepada saya, “Anda menjadikan tahun 2020 milik Anda. Setahun terakhir, Anda mendapatkan 246 pelanggan dan 3.505 penayangan baru. Pemirsa menghabiskan 4.902 menit untuk menonton video Anda pada tahun 2020!”

Pada akhir suratnya, YouTube Creators menulis:

You’ve taken the challenge of 2020 head-on, and kept our spirits high. Thanks for being a constant inspiration. Take a screenshot and use #MyYearInReview to share with your fans.

Sangat membahagiakan bahwa saya dikatakan telah mengambil tantangan tahun 2020 secara langsung, dan menjaga semangat mereka tetap tinggi. Ia mengucapkan terima kasih telah menjadi inspirasi yang konstan. Oleh karena itu, saya diminta mengambil tangkapan layar dan menggunakan #MyYearInReview untuk berbagi dengan penggemar saya.

Malam Minggu di hari dengan angka unik 12122020 tanggal 12 Desember 2020 saya telah belajar. Betapa orang menghargai kerja saya, yang mungkin bagi orang lain tidak seberapa. Oleh karena itu, saya pun harus mau menghargai karya orang lain. Sekecil apa pun karya orang lain, apalagi karya yang menurut banyak orang adalah karya yang monumental, saya harus menghargainya. Thank you YouTube Creators, You’ve inspired me.

#Des12AISEIWritingChallenge

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Susanto, Your 2020 Year in Review

  • 14/12/2020 at 06:58
    Permalink

    Hebat hebat ya guru Indonesia. Ada yg jadi blogger dan ada yg menjadi youtuber dan Blogger

    Reply
  • 13/12/2020 at 06:54
    Permalink

    Luar biasa pencapaian yang telah di raih sejauh ini, semoga menikmati hasil sesaui yg diinginkan. Congratulations…

    Reply
  • 13/12/2020 at 06:09
    Permalink

    Terimakasih untuk berbagi cerita pengalamannya pak

    Reply
  • 13/12/2020 at 06:06
    Permalink

    sangat mantul pak, di awan memotivasi dan di darat menginspirasi. Sukses dan semoga menambah keberkahan. aamiin.
    Selamat bapakku, Bismillah semoga aku dapat mewarisi ilmu dan kebahagiaan bapak.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *