Sekilas Pandangan Mata Konferensi Kabupaten XXII PGRI Musi Rawas

 

 

Dinamika pemilihan pengurus PGRI Musi Rawas Periode 2020-2025 sangat kentara. Gairah berorganisasi, melihat proses yang berjalan ketika pemilihan, seakan memberi harapan yang cukup bahwa PGRI Musi Rawas ke depan semakin maju. Semoga.

Menurut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi guru tertua di Indonesia itu, PGRI Musi Rawas harus melaksanakan Konferensi Kabupaten. Hal itu dilakukan karena Pengurus Provinsi PGRI Sumatera Selatan sudah melaksanakan Konprov (Konferensi Provinsi) dan berhasil memilih pengurus baru. Paling lambat dalam waktu enam bulan sesudahnya, Pengurus PGRI Kabupaten wajib melaksanakan Konferkab (Konferensi Kabupaten).

Hak Suara dan Bakal Calon Pengurus Kabupaten

Masa kepengurusan PGRI Musi Rawas sudah berakhir. Dengan demikian, Pengurus PGRI Musi Rawas wajib menggelar Konferensi Kabupaten. Kali ini Konferensi Kabupaten XXII PGRI Musi Rawas dilaksanakan pada masa pandemi Covid. Oleh karena itu, utusan yang hadir adalah pemegang mandat Pengurus Cabang/Cabang Khusus. Selain membawa suara cabang, mereka membawa suara dari Pengurus Ranting sebagai pemegang hak suara. Total suara yang dibawa sebanyak 442 suara.

Selain memberikan hak suara, Pengurus  Cabang/Cabang Khusus, Ranting/Ranting Khusus berhak mencalonkan Bakal Calon Pengurus Kabupaten. Jumlah bakal calon yang diusulkan oleh Pengurus Cabang/Cabang Khusus, Ranting/Ranting Khusus paling banyak 21 (dua puluh satu) orang bakal calon. Jadi, bakal calon dimungkinkan berjumlah ratusan. Meskpun begitu, bakal calon tersebut diperiksa oleh Panitia Khusus yang meneliti semua persyaratan teknis dan administratif para bakal calon dan menyampaikan rekomendasinya kepada konferensi.

Anggota yang Berhak Menjadi Pengurus Kabupaten

Jenis keanggotaan PGRI meliputi anggota biasa, anggota luar biasa, anggota asosiasi, dan anggota kehormatan.

Keanggotaan PGRI ditetapkan dengan pemberian kartu tanda anggota oleh Pengurus Kabupaten setelah membayar uang pangkal dan uang iuran.

Jenis keanggotaan yang memiliki hak memilih dan dipilih adalah anggota biasa dan anggota asosiasi. Siapa saja mereka? Mereka adalah guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Selain itu ahli yang menjalankan pekerjaan pendidikan dan mereka yang menjabat pekerjaan di bidang pendidikan. Meskipun sudah purna tugas namun tidak menyatakan keluar dari keanggotaan, mereka yang disebutkan sebelumnya tetap dianggap sebagai anggota biasa.

Anggota asosiasi adalah anggota organisasi dan/atau komunitas pendidik dan tenaga kependidikan yang lembaganya memiliki akta pendirian dan mendapat persetujuan Kemenkum HAM.

Anggota luar biasa adalah para petugas lain yang erat kaitannya dengan tugas kependidikan. Selain itu,mereka yang berijazah lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) tetapi tidak bekerja di bidang pendidikan.

Anggota kehormatan adalah mereka yang diusulkan karena jasa-jasanya terhadap pendidikan dan PGRI. Pihak yang mengusulkan ditetapkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PGRI.

Anggota luar biasa dan anggota kehormatan tidak memiliki hak memilih dan dipilih. Mereka hanya memiliki hak biacara, baik lisan maupun tertulis.

Pemilihan Pengurus PGRI Kabupaten 

Pengurus PGRI Kabupaten dipilih dalam konferensi kabupaten. PGRI Musi Rawas menggelar Konferensi Kabupaten XXII untuk memilih pengurus yang baru. Setelah banyaknya hak suara dan bakal calon yang diusulkan disahkan dalam sidang pleno, palu sidang diserahkan kepada Pengurus PGRI Provinsi Sumatera Selatan. Selanjutnya pemilihan pengurus dipimpin oleh Pengurus Provinsi Sumatera Selatan.

Dok. PGRI Musi Rawas

Setelah Panitia Pelaksana Pemilihan Pengurus Kabupaten disahkan oleh konferensi, selanjutnya dilaksanakan pemilihan ketua, dua wakil ketua, dan sekretaris.

Peserta yang memiliki hak suara menuliskan nama calon yang diinginkan pada kartu yang disediakan. Kartu F1 digunakan untuk menuliskan nama calon ketua. Peserta menuliskan dua nama calon wakil ketua pada Kartu F2.  Sedangkan calon sekretaris dituliskan pada kartu F3.

Pemilihan Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris

Ketua PGRI Musi Rawas periode sebelumnya, Drs. H. Hermansyah, M.Si., tertinggal jauh dari pesaingnya, Raslim, S.Pd.. Dengan demikian dipastikan ketua PGRI Kabupaten Musi Rawas periode berikutnya dijabat oleh pejabat baru. Pada kepengurusan sebelumnya, calon ketua baru tersebut adalah Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan.

Kartu F2 yang berisi dua orang calon wakil ketua dimenangkan oleh Bapak Efran Heriadi dan Ibu Mutia Farida. Keduanya disahkan sebagai wakil ketua PGRI Musi Rawas yang baru. Pengurus sebelumnya yang juga dicalonkan yakni Bapak Rifai, mengundurkan diri dari pencalonan, sementara Bapak Sukasno meraih suara di bawah mereka.

Peserta konferensi menghendaki perubahan susunan pengurus. Oleh karena itu, kartu F3 yang berisi calon sekretaris periode 2020-2025. Sekretaris I periode sebelumnya, Bapak Supriyadi, berhalangan hadir karena ada acara keluarga. Meskipun dalam AD-ART tidak disebutkan namun mayoritas peserta tidak menghendaki pengurus harian dipilih dari calon yang tidak hadir.  Dengan demikian nama yang bersangkutan tidak tercantum dalam kartu F3. Sementara itu Sekretaris II periode sebelumnya, Bapak Johan Wahyudi, berada jauh di bawah suara Bapak Eko Sujarwo.

 

 

Formatur Melengkapi Susunan Pengurus

Empat orang pengurus baru yang dipilih Konferensi Kabupaten bertindak selaku formatur didampingi satu orang Pengurus PGRI Provinsi Sumatera Selatan, dan satu orang Pengurus PGRI Kabupaten periode sebelumnya. Mereka memilih personalia untuk melengkapi susunan pengurus PGRI yang baru.

Amanat AD-ART organisasi bahwa 30% keterwakilan perempuan dan keterwakilan anggota dari masing-masing jenis dan jenjang pendidikan harus diperhatikan.

Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode XXI

Pengurus PGRI Musi Rawas masa bakti XXI melalui ketuanya, Drs. H. Hermansyah, M.Si., menyampaikan prtanggung jawabannya di hadapan sidang pleno kedua. Dalam laporannya, ketua membeberkan kegiatan pengurus periode XXI yang dimulai dari penyusunan program kerja, kegiatan umum, keorganisasian, keprofesian, dan kesejahteraan. Laporan keuangan secara khusus tidak disampaikan karena sudah diperiksa dan disahkan oleh sidang pleno sebelumnya.

Dalam bidang keorganisasian, sesuai amanat konferensi telah melakukan konsolidadi ke dalam dan keluar. Pengurus melaksanakan berbagai rapat baik berkala maupun insidentil membahas program selama lima tahun ke depan, penyampaian kegiatan yang sudah dan yang belum dilaksanakan.

Dalam rangka meningkatkan keprofesionalan pengurus dan anggota, PGRI Musi Rawas menyelenggarakan berbagai seminar dan pelatihan. Selain itu mengikutkan anggota pengurus pada berbagai pelatihan seperti pelatihan SIM Keanggotaan dan SIM Keuangan. Kegiatan lainnya misalnya mengikuti konsorsium PGRI dengan Education International. Mengikuti konferensi provinsi dan menyelenggarakan konferensi kerja bersama Pengurus Cabang yang ada di Kabupaten Musi Rawas.

Pengurus juga membuka Pelatihan e-learning untuk guru-guru bekerja sama dengan IGTIK PGRI dan EPSON, pelatihan membuat blog, juga pelatihan CBT (Computer Based Tes). Tidak lupa juga menggelar berbagai lomba. Lomba yang bersifat akademik dan nonakademik. Lomba itu ditujukan untuk guru dan juga siswa. Para pemenang diberi apresiasi berupa piagam, piala, barang, dan dana pembinaan.

Dalam upaya meningkatkan kesejahtaeraan, pengurus periode XXI  menaruh perhatian yang besar kepada anggotanya. Di antaranya, pemberian santunan kepada keluarga anggota PGRI yang meninggal dunia, memberikan pendampingan dan banuan hukum kepada guru, pemberian penghargaan kepada guru purna bakti, guru berprestasi, peserta didik, pemenang lomba, bantuan kursi roda, dan pelayanan kartu anggota secara cepat dan tanpa biaya.

Masih ada beberapa hal yang mungkin dirasakan belum memuaskan. Di antaranya kesan bahwa terdapat pengkotak-kotakan guru berdasarkan jenis dan jenjang pendidikan. Hal ini menjadi perhatian serius pengurus.

Tanggapan Pengurus Cabang

Wah, sudah lumayan panjang ya tulisan ini. Semoga pembaca tidak bosan. Banyaknya peserta konferensi yang terbatas dan tidak dihadiri secara fisik oleh ratusan pengurus ranting/ranting khusus dan cabang/cabang khusus perlu diceritakan. Cerita tentang pemilihan pengurus PGRI pada masa pandemi Covid-19 ini perlu saya sampaikan agar teman-teman anggota PGRI ranting/ranting khusus ikut merasakan dinamika yang terjadi. Jadi lanjutkan dulu, ya!

Setelah Ketua PGRI Masa bakti XXI menyampaikan laporan yang diakhiri dengan penyampaian barang-barang inventaris PGRI Musi Rawas, para utusan cabang memberikan tanggapan.

Pengurus Cabang Lakitan meminta agar ada catatan laporan yang bisa dibagikan sehingga peserta tidak hanya mendengarkan. PC Muara Kelingi menerima tanpa catatan. PC Selangit juga menerima secara utuh tanpa catatan. Lain halnya dengan Pengurus Cabang Purwodadi yang diwakili Pengurus Ranting Khusus, Bapak Eko Sujarwo Ketua Ranting Khusus SMP Purwodadi.

Catatan Pengurus Cabang Purwodadi

Dengan suara yang lantang, Ketua Ranting Khusus SMP Purwodadi mewakili PC Purwodadi memberikan catatan. Ada empat catatan yang disampaikan. Pertama, komposisi kepengurusan belum mencerminkan kebersamaan. Guru PAUD hingga SLTA semestinya terwakili. Kedua, pengurus guru bukan orang-orang yang berkecimpung di guru. Ketiga, sudah banyak bergerak untuk peningkatan mutu tetapi belum menyebar ke mutu pendidikan, misalnya sertifikasi kepala sekolah, sertifikasi guru, Diklat Calon Kepala Sekolah serta Calon Pengawas. PGRI diharapkan agar bisa bekerja sama dengan lembaga terkait. Keempat, tentang perjuangan kesejahteraan guru honor. Perjuangan hanya kulitnya. Seharusnya perjuangan guru sampai ke legislatif. Ada kesejahteraan guru honor yang diberikan pemerintah daerah tetapi uang bos gratis SMP dipotong. Pimpinan sidang pleno kedua pun mengetuk palu, tanda apa yang disampikan oleh pengurus cabang dapat diterima konferensi.

Hal “Aneh” Terjadi

Ada hal “aneh” (saya tulis di antara tanda petik) terjadi pada sidang pleno tersebut. Akibat terburu-buru, ketua sidang tanpa menanyakan lebih lanjut kepada peserta, palu sidang pun diketuk.

Seorang peserta, Bapak Raslim menunjuk jari meminta izin untuk memberikan tanggapan. Pimpinan sidang mempersilakan, padahal palu sudah diketuk tanda tidak ada lagi tanggapan yang diperkenankan. Akhitnya panitia pengarah (Steering Committee), Bapak Hartoyo, menengahi.

Seharusnya jika palu sudah diketuk, pimpinan tidak boleh lagi mengizinkan siapa pun memberikan tanggapan. Namun karena sudah diizinkan ketua, keputusan agar dibatalkan seizin peserta dan Bapak Raslim pun diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan.

Dalam tanggapannya, Bapak Raslim mengatakan bahwa perencanaan pada setiap sekretaris bidang belum berfungsi. Litbang juga belum bisa didanai. Harapan ke depan, Pengurus memiliki saldo akhir tahun yang signifikan sehingga mampu bekerja untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Lagi-lagi terjadi “keanehan”. Agenda sidang adalah tanggapan dari Pengurus Cabang terhadap laporan Ketua mewakili kepengurusan periode sebelumnya. Bapak Raslim yang bukan pengurus cabang bahkan menjabat sebagai Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan diberi izin berbicara menanggapi laporan yang bidang pekerjaannya menjadi bagian laporan itu sendiri. Karena, dalam AD-ART pasal 36 dikatakan bahwa Pengurus Kabupaten merupakan badan pelaksana organisasi tertinggi di wilayahnya yang bersifat kolektif dengan berlandaskan pada prinsip keterbukaan, demokrasi, tanggung jawab, dan kekeluargaan.

Tidak ada tanggapan balik dari Ketua/Pengurus Masa Bakti XXI atas tanggapan yang diberikan. Akhirnya, sidang pleno kedua ditutup dan acara pun dilanjutkan.

Sidang Pleno Ketiga

Sidang pleno ketiga dibuka dengan agenda pengesahan daftar calon pengurus masa bakti 2020-2025, pengesahan tata tertib pemilihan pengurus, dan pernyataan demisioner Pengurus PGRI Masa Bakti XXI. Selanjutnya, palu sidang diserahkan kepada perwakilan Pengurus PGRI Provinsi Sumatera Selatan untuk melangsungkan pemilihan ketua, wakil ketua, dan sekretaris. Selanjutnya mendampingi pengurus harian terpilih untuk melengkapi kepengurusan, mengesahkan dan melantik Pengurus  PGRI Kabupaten Musi Rawas Masa Bakti XXII Tahun 2020-2025.

 

Janji Pengurus (Dok. PGRI Mura)

 

Hal yang menarik dan suatu kebetulan adalah duduknya para personal yang memberikan tanggapan terhadap laporan pertanggungjawaban. Sebut saja Bapak Raslim (Sekbid Litbang periode sebelumnya), Bapak Efran (PC Lakitan), dan Bapak Eko Sujarwo (PR Khusus SMP Selangit)  masing-masing menjadi Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris. Menjadi menarik karena hal-hal yang disampaikan sebagai tanggapan kritis terhadap laporan ketua menjadi “beban” dan “pekerjaan rumah” bagi kepengurusan pada masa mereka menjabat.

Tanpa menginventarisasi program dari anggota pada tingkat kepengurusan di bawahnya, mereka sudah memiliki “program” yakni materi tanggapan yang secara berapi-api disampaikan dalam konferensi. Semoga program-program tersebut terwujud beserta serangkaian program lainnya yang tidak lain adalah meningkatkan mutu organisasi, keprofesian, dan kesejahteraan guru.

Sungguh konferensi kabupaten PGRI yang dinamis. Panas namun semua pihak dapat menahan diri. Aman, damai, dan lapang dada.

Hidup Guru!
Hidup PGRI!
Solidaritas, Yes!

#damai
#KamisMenulis
#Lagerunal
#Des26AISEIWritingChallenge

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Sekilas Pandangan Mata Konferensi Kabupaten XXII PGRI Musi Rawas

  • 29/12/2020 at 07:08
    Permalink

    Membaca tulisan ini, membawa angan saya serasa ikut hadir dalam konferensi tersebut. Semakin keren pak alur menulisnya. Harapannya semoga PGRI khususnya di Musi Rawas semakin maju, berdaya guna dan berhasil guna untuk kemajuan pendidikan di Musi Rawas khususnya. PGRI yes.

    Reply
  • 28/12/2020 at 18:16
    Permalink

    Selamat kepada pengurus PGRI Kabupaten Musi Rawas yang baru, semoga bisa mewujudkan pendidikan di Musi Rawas yang semakin maju.

    Reply
  • 28/12/2020 at 09:48
    Permalink

    Selamat kepada pengurus terpilih. Saya salfok sama nama SMP Purwodadi Pak D… Namanya kayak nama daerah di Jateng…

    Reply
  • 24/12/2020 at 10:20
    Permalink

    Semoga PGRI Mura menjadi lebih baik.

    Reply
  • 24/12/2020 at 09:45
    Permalink

    Semoga pengurus baru dapat melaksanakan program yg telah disepakati.
    Salam damai dan semangat bekerja

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *