Simbol Damai dari Kepala Negara

Dok. Lagerunal #KamisMenulis

 

Pada tanggal 22 Desember yang baru lalu, saat lini media sosial bertebaran ucapan dan pernak-pernik Hari Ibu, saya mendengar kabar ada pergantian menteri. Saya pun teringat akan adanya menteri yang terlibat kasus korupsi. Cepat atau lambat kedua posisi menteri itu pasti akan diisi. Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Sosial.

Yang mengejutkan adalah munculnya nama-nama baru yang menggantikan posisi menteri lainnya.  Menteri Perdagangan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Satu nama yang membuat saya terkejut adalah nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia menggantikan Wishnutama Kusubandio. Ia adalah Sandiaga Uno.

Siapa yang tidak kenal nama Sandiaga Uno. Pengusaha yang berpasangan dengan anis Baswedan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Lalu, pada perhelatan pesata demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden bepasangan dengan Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden.

Keterkejutan ini melengkapi keterkejutan pada peristiwa setahun lalu. Prabowo Subianto, rival Presiden Jokowi pada pemilihan presiden dan wakil presiden berkenan menjadi pembantunya. Ia menjadi Menteri Pertahanan (Menhan). Beliau dilantik pada tanggal 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju Masa Jabatan 2019-2024.

Setahun dua bulan berikutnya, tiga hari menjelang hari besar umat Nasrani, pasangan Prabowo Subianto bersedia dan diumumkan menjadi pembantu presiden sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kita semua tahu. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet. Presiden memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Oleh karena itu tidak ada yang salah dalam pengangkatan menteri ini.

Simbol Perdamaian

Presiden, selain menjadi kepala pemerintahan juga sebagai kepala negara. Ia adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia.

Pada pengangkatan menteri kali ini, saya juga melihat adanya simbol perdamaian. Kepala negara, presiden, tentu sangat menyadari bahwa dunia maya demikian gaduh. Lini masa twiter, IG, dan Facebook, penuh dengan ujaran kebencian. Pertentangan  dan ujaran bernada sarkas bertebaran.

Sang pesaing yang kalah bertanding mau duduk bersanding sebagai anggota kabinet. Kini giliran sang wakil diajak bersama-sama membangun Indonesia. Banyak akun media sosial memuji dan mendukung dengan nada optimis. Meskipun tidak sedikit barisan sakit hati yang merasa terkhianati. Mereka melontarkan nada sinis dan doa-doa dengan kalimat memohon pembalasan yang lebih dahsyat seperti cuitan LisaAmartatara:

“Skrg Doa Gw adalah YA ALLAH MEREKA TELAH BERKHIANAT TERHADAP KETULUSAN PENGORBANAN PERJUANGAN KAMI . Balaskan PENGKHIANATAN mereka dgn SIASATMU yg LEBIH DAHSYAT..”

Di sisi lain, netizen dengn selera humor yang tinggi membuat meme kebersamaan sebagai Happy ending bahkan menyebut sebagai Khon Guyon Bersama dengan latar kaleng roti yang melegenda di Indonesia.

Gambar: okezone.com
Gambar: okezone.com

Apa pun penilaian mereka, saya memandang bahwa fenomena ini sebagai simbol perdamaian yang telah ditunjukkan kepala negara. Pengumuman pengangkatan menteri pada tanggal 22 Desember menjelang peringatan hari raya sebagian warga negaranya sebagai pesan damai kepada seluruh warga negara.

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

10 thoughts on “Simbol Damai dari Kepala Negara

  • 25/12/2020 at 19:44
    Permalink

    Namanya simbol. Yang gak mau ya menafsirkannya sendiri-sendiri.

    Reply
  • 25/12/2020 at 07:42
    Permalink

    Semoga demikian adanya. Fokus membangun Indonesia bersama.

    Reply
  • 25/12/2020 at 06:36
    Permalink

    Happy Ending, sambil makan Khon Guyon bersama!!

    Reply
  • 24/12/2020 at 22:00
    Permalink

    Mantep. Semoga kabar baik itu adalah yang terbaik

    Reply
  • 24/12/2020 at 20:15
    Permalink

    Semoga yg terbaik untuk kita, Bangsa dan negara
    Terkesan dengan foto di kaleng Khong Guyon Bersama. Benar2 damai yah…

    Reply
  • 24/12/2020 at 20:14
    Permalink

    Mantap pak D tulisannya menganalisis dari sudut pandang berbeda. Momen tepat hari ibu sebagai simbol perdamaian perseteruan dua kubu saat pilpres

    Reply
  • 24/12/2020 at 20:12
    Permalink

    Semoga tidak hanya sekadar simbol, tetapi benar-benar tonggak awal sebuah kedamaian negeri.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *