#KendalikanPrivasimu, Menyelami Hakikat Privasi melalui Karya Seni

Sumber: galeri.privasi.id

Pada era pandemi sekarang ini, dalam rangka menjaga kesehatan, kita tidak bisa “bermain” atau pergi ke tempat yang jauh secara fisik. Namun, berkat kemajuan teknologi, kita dapat berkelana ke ujung dunia secara virtual kapan saja.

Ribuan, bahkan jutaan gambar, video, dan pengetahuan dengan mudah kita akses. Betapa yang jauh terlihat begitu dekat. Yang amat kecil terlihat begitu besar. Itu semua berkat kemajuan teknologi dan akses internet yang semakin cepat. Sungguh, dunia dalam gengaman.

Sebaliknya, gawai yang tergenggam pun menjadi pintu masuk bagi aneka produk berbahaya, kabar berita dan informasi menyesatkan, tersebarnya informasi pribadi, dan aneka ujaran kebencian. Sumpah serapah, caci maki, dan berbagai tindakan nirsusila, sangat meresahkan.

Berbagai upaya edukasi pun dilakukan. ICT Watch dan Studio Malya berupaya mengobati keresahan tersebut dengan pendekatan non-konvensional dan populer dalam bentuk situs web, laman digital. Dalam mengedukasi khalayak luas terhadap isu perlindungan data pribadi dan literasi digital secara umum, mereka menginisiasi Galeri Privasi.

Pameran Seni Virtual

Galeri Privasi awalnya dirancang sebagai pameran seni offline, saat pengunjung dapat secara langsung mengalami dan berinteraksi dengan instalasi seni sekaligus materi edukasi.

Pandemi Covid-19 memaksa sebagian besar elemen masyarakat bermigrasi ke dunia digital. Galeri Privasi tidak ketinggalan segera mengambil sikap dan menyesuaikan.

“Tidak masalah apabila Anda belum bisa secara fisik hadir di pameran seni kami, biar Galeri Privasi yang menghampiri melalui ketukan jari-jari,” demikian tertulis di situs Galeri Privasi.

Jika Anda mengunjungi Galeri Privasi (sebelum tanggal 31 Desember 2021) Anda akan disambut dengan pop up informasi lomba review Galeri Privasi #KendalikanPrivasimu. Iklan sembulan tentang lomba tersebut saya klik saya pun disuguhi flyer dan Formulir Peserta Review Galeri Privasi #KendalikanPrivasimu.

Saya tertarik dan saya baca ajakan untuk mengulas Galeri Privasi #KendalikanPrivasimu di blog atau instagram. Hadiahnya menggiurkan: Laptop, Smartphone, Uang Elektronik, Mi Band, Kaos, dan hadiah menarik lainnya.

Segera saya kunjungi dan jelajahi menu yang ada dan mencobamembuat review atau ulasannya karena deadline review sampai dengan 31 Des 2020.

Setelah saya pahami, saya pun kembali ke laman semula. Iklan sembulan yang muncul saya tutup karena saya sudah membacanya.

Tampilan Laman Utama

Terdapat tujuh menu: Beranda, KLIK e-Sertifikat, Tampilan 360°, 6 Instalasi Seni, Materi Edkasi, CCTV Surveillance, dan Tentang. Menu terakhir terdiri atas empat submenu: Galeri, Pelaksana, Kegiatan 14 Kota, dan Hubungi.

Pada beranda kita akan disambut dengan ramah tentang isi web yakni menyelami hakikat privasi melalui karya seni.

Jika kita lanjutkan “Sang Guide” kembali melanjutkan penjelasan bahwa di masa pandemi saat ini, kita bermigrasi dari aktivitas fisik ke bentuk maya. Pengetahuan dalam menggunakan gadget secara aman, bijak, dan produktif, semakin penting dimiliki setiap orang. Meski di rumah saja, gadget yang terhubung ke internet memungkinkan kita untuk tetap belajar, bekerja, bersua, sampai berbelanja seperti biasa. Penjelasan ditutup dengan kalimat: Selamat menikmati karya kami.

KLIK e-Sertifikat

Menurut keterangak kurator, sertifikat sebagai bukti bahwa pengunjung sudah sama-sama belajar tentang perlindungan data pribadi di Indonesia.

Pada situs web galeri privasi, e-Sertifikat saya peroleh kapan saja saya mau. Bahkan karena ulasan ini mempersyaratkan memasukkan foto sertifikat ke dalam blog, saya unduh dulu dengan memasukkan nama serta alamat email. O, ya sertifikat ini hanya diperoleh satu kali, ya. Jadi pastikan nama dan e-mail yang kita masukkan telah benar.

 

 

Tampilan 360°

Tampilan 360° membawa saya seakan saya berada di ruang pameran sebenarnya. Pengunjung bisa melihat sekeliling ruang pameran, ke atas, ke samping, dan mengamati dengan detail setiap sudut serta instalasi yang dipamerkan.

Anda dan saya dapat menjelajah galeri dengan leluasa dan dapat berinteraksi dengan menggeser maupun melakukan pembesaran. Tinggal memainkan mouse saja. Pada titik-titik tertentu saya bisa mengakses lebih detil informasi. Hal itu ditandai dengan berubahnya objek menjadi berwarna hijau jika pointer menyentuh objek tersebut.

Misalnya, jika kita arahkan pada instalasi “Not all Drug are Remedies”.

Pengunjung dapat mengarahan pointer ke instalasi yang diinginkan. Sumber: Galeri Privasi

Muncul jendela pop up yang bisa digeser. Jika kita ingin lebih jauh, tinggal klik “Learn more” maka kita akan dibawa ke instalasi tersebut.

Pada menu instalasi tersebut ditampilkan sang kreator. Ia menjelaskan latar belakang dan penjelasan tentang instalasi tersebut. Tidak lupa kreator mengarahkan pengunjung jika ingin mengetahui lebih banyak agar mengunjungi situs yang disebutkan.

 

Jendela pop up yang muncul jika kita mengeklik salah satu instalasi. Sumber: Galeri Privasi

Di sebelah kanan video sang Kreator, ditampilkan gambar tiga dimensi yang bisa kita lihat dari segala arah dengan memainkan mouse komputer. Seakan kita berada di dalam galeri dan kita bisa melihat dari segala sisi konstruksi seni instalasi yang dimaksud. Bagi saya ini sungguh pengalaman yang menakjubkan.

 

Seni instalasi dalam gambar tiga dimensi. Sumber: Galrei Privasi

Sesungguhnya dengan menjelajah tampilan 360° ini sudah mencakup seluruh menu yang ada.

Namun jika ingin menjelajah satu demi satu setiap menu, boleh-boleh saja. Pengunjung cukup mengeklik menu yang ada.

Kesimpulan

Menjelajahi galeri privasi melalui situs web bagi saya merupakan pengalaman mengesankan. Saya belum pernah mengunjungi galeri seni, apalagi seni instalasi yang tidak saya pahami jika tidak dijelaskan.

Penambahan fitur tampilan 360° memberikan kesan mendalam bagi saya. Seolah saya masuk ke ruangan yang sesungguhnya. 

Kamera pemantau CCTV yang real time, tidak kurang mengesankan. Saya sebagai pengunjung mengetahui situasi visual secara nyata pada waktu yang sama ketika saya sedang mengakses internet. Terima kasih, ini luar biasa.

O ya, saya orang kampung yang awam dengan seni instalasi. Penjelasan kreator pada setiap instalasi memberi tambahan pengetahuan bagi saya yang tuna terhadap seni terlebih seni instalasi.

Jika ditanya dari enam konstruksi seni instalasi, mana yang saya suka? Saya akan menjawab bahwa sangat tertarik dengan seni instalasi Data Diecer dan Keranjang Hoaks serta Aku Mengintip kamu Mengintip. Ketiganya mengedukasi agar bijak bermedia sosial, beretika dalam menggunakan internet, dan menyadarkan pengunjung tentang data pribadi dan ruang privasi.

Jadi menurut saya tagar #KendalikanPrivasimu terus digaungkan agar privasi kita tetap terjaga, selalu berhati-hati dalam memberikan data pribadi karena rentan disalahgunakan.

Satu pesan kepada Admin Galeri Privasi, layaknya jika kita berkunjung di suatu tempat diberikan “Buku Tamu” yang berisi kesan dan pesan. Meskipun tidak ada ruang interaktif Q & A (Questions and Answers) adanya buku tamu dapat menjadi feedback bagi pengelola khususnya dari pengunjung moda daring. Saya kurang tahu apakah pada kunjungan offline pengunjung disuguhi buku tamu.

Salam, #KendalikanPrivasimu!

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “#KendalikanPrivasimu, Menyelami Hakikat Privasi melalui Karya Seni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *