Belajar Menjadi Pembicara Andal Bersama PGRI

Ajakan Omjay belajar berbicara.

 

Halo, Sahabat Blogger!

Saya mengucapakan selamat memasuki Tahun baru 2021! Semoga tanggal 1 hari ini sebagai permulaan yang baik memasuki tahun harapan. Harapan terbesar adalah wabah Covid segera berlalu dan kita senantiasa mampu beradaptasi dengan cara-cara baru agar wabah ini bisa kita atasi.

Tentu saja, kita harus mendukung upaya pemerintah dengan selalu menaati aturan yang telah ditetapkan. Itu kita lakukan agar virus yang mematikan tidak hinggap di badan. Caranya dengan menaati protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, hindari kerumunan, dan menjaga jarak dengan sesama.

Sedikit Cerita.

Pada bulan Agustus hingga awal Oktober 2020 saya bergabung dengan grup belajar menulis bersama Omjay. Guru blogger, penulis buku, dan penulis aktif di Kompasiana itu mengizinkan saya bergabung di kelasnya. Saya tergabung di Grup 15.

Motivasi dan pengalaman menulis dari para blogger, penulis, dan akademisi, kami terima selama kami belajar bersama. Yang menarik, kami belajar hanya melalui tulisan di whatsapp. Sesekali pembicara memberikan pesan suara.

Para narasumber dengan telaten membagi pengalaman dan menjawab pertanyaan. Secara umum, kami tidak belajar teknis menulis. Kami belajar “berani menulis”. Praktik menulis sesungguhnya adalah membuat resume materi dari narasumber.

Puncak dari kegiatan menulis di grup Omjay adalah membukukan resume yang berserakan di blog. Tulisan itu dikumpulkan, disunting, lalu diterbitkan. Kelihatannya mudah, namun kenyataannya tidak sedikit peserta yang tidak berhasil membukukan minimal dua puluh tulisan.

Sambil menyelesaikan proses penerbitan, para penggiat literasi mengajak membuat buku antologi. Nuber, istilahnya, nulis bersama. Beliau menetapkan tema tulisan. Lalu mengajak para guru untuk menulis dan mengumpulkan.

Satu demi satu buku keroyokan dengan tema berbeda lahir. Selain sebagai bahan bacaan, buku itu sebagai warisan tulisan. Juga bukti bahwa kami pernah bersama, berteman, dan berbagi tulisan.

Saya sudah mulai berani menulis, meskipun belum terampil menulis. Oleh karena itu proses belajar terus saya lakukan. Salah satunya menulis di Kompasiana.

Belajar Bicara

Jika setiap orang bisa menulis, namun tidak semua orang berhasil menjadi penulis. Maka demikian pula dengan berbicara.

Setiap orang normal (maaf) pasti bisa berbicara. Tetapi tidak semua orang mampu menjadi pembicara. Oleh karena itu, agar menjadi pembicara harus memiliki ilmunya.

Pada malam tahun baru 2021, Omjay mengirim pesan melalui WA kepada saya. Beliau mengajak untuk belajar berbicara. Tautan untuk grup WA pun diberikan.

Alhamdulillaah, lagi-lagi gratis. Tidak ada penjelasan tentang uang pembayaran. Sederet nama yang pernah menjadi narasumber dan termasuk pembiaca andal seperti Dedi Dwitagama, Namin AB Ibnu Solihin, Agus Sampurno, dan seterusnya ada dalam grup. Wah, sungguh suatu anugerah.

Jika pada belajar menulis, media satu-satunya adalah WA (WhatsApp), pada belajar berbicara kali ini media belajarnya adalah Zoom.

Saya seorang guru. Saya pun seorang pembicara di depan kelas saya. Namun benar kata Omjay di Kompasiana, “berbicara¬†di depan umum itu memang bikin grogi setengah mati. Padahal sudah melakukan berbagai persiapan dan latihan, tapi tetap saja berhadapan langsung dengan audiens membuat kita keringat dingin. Lutut tiba-tiba gemetar dan lidah terasa kelu. Sulit untuk berbicara langsung di depan kelas”.

Oleh karena itu ketika ada undangan untuk bergabung di WA Group Belajar Bicara PGRI saya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Saya akan belajar mengatasi grogi dan belajar RAHASIA SUKSES menjadi public speaker. Sungguh, sebuah permulaan di tahun baru yang menggembirakan.

 

Salam Sehat 2021

Pak D

#Jan01AISEIWritingChallenge

#GuruMenulis

 

Sebagian tulisan ini sudah penulis tayangkan di Kompasiana (https://www.kompasiana.com/susantogombong/5fee786f8ede4862cd25cb54/belajar-berbicara-bersama-pgri)

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

6 thoughts on “Belajar Menjadi Pembicara Andal Bersama PGRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *