Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen

Gambar: Pixabay

Halo, sahabat blogger. Halo, Bapak dan Ibu Guru Penulis! 

Sebagian dari Anda saya yakin banyak yang sudah pernah menulis fiksi. Entah itu cerita pendek tiga paragraf (pentigraf), cerpen, atau novel.

Namun, tidak sedikit yang belum pernah sama sekali mencoba menulis fiksi. Bingung, mau belajar dengan siapa? Jika itu Anda, maka sama dengan saya dan Anda sedang berada di tempat yang tepat. Karena, saya sedang belajar menulis cerpen dengan cara hebat dan dibimbing oleh orang yang tepat. O ya, satu lagi, gratis.

Saya beruntung menjadi anggota komunitas blogger yang anggotanya mau membagikan ilmu yang dimilikinya. Ilmu itu bisa diketahui dan dipraktikkan oleh anggota lainnya. Anda ingin tahu komunitas apa itu? Komunitas blogger (yang rerata anggotanya adalah guru) itu adalah Cakrawala Blogger Guru Nasional dengan singkatan kerennya Lagerunal.

Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan tentang salah satu kegiatan Lagerunal yakni #SelasaBerbagi. Topik tanggal 29 Desember 2020 yang lalu adalah belajar menulis fiksi dengan fokus menulis cerita pendek (cerpen)Narasumbernya adalah Mas Momo atau Pak Momo. Nama aslinya Sudomo, S.Pt. Guru IPA SMP di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Dengan rendah hati beliau mengatakan bahwa ia akan mencoba berbagi banyak dari sedikit ilmu yang ia miliki terkait penulisan fiksi. Ada tiga bagian yang dijelaskan yakni: tema, premis, dan tantangan. 

Tulisan ini adalah bagian pertama dari beberapa tulisan dengan judul yang sama. 

Menentukan Tema Cerita Pendek

Tema merupakan pokok pikiran atau gagasan yang menjadi dasar dan bertindak sebagai nyawa atau ruh dalam penulisan cerita pendek. Tema diperlukan untuk menyampaikan isi pesan dari sebuah cerita pendek.

“Apa bedanya tema dan judul? Bagi pemula masih bingung nih!” tanya seorang peserta yang merangkap menjadi moderator.

Judul lebih spesifik dibandingkan tema. Judul bisa saja merupakan tema tulisan, tetapi tema tulisan tidak harus judul.

Tema yang dipilih diusahakan dekat dengan penulis, menarik perhatian penulis, bahan mudah diperoleh, dan ruang lingkupnya terbatas.

Adanya “pembatasan” seperti itu agar penulis tidak kesulitan ketika menulis cerpen kelak.

Ada setidaknya lima cara menentukan tema. Kelima cara tersebut adalah: a) menyesuaikan dengan minat penulis, b) mengangkat kehidupan nyata, c) berimajinasi, d) membaca, mendengarkan, dan menonton, dan e) mendengarkan curhatan/cerita pengalaman.

Menentukan Premis

Mungkin Sobat Blogger, Bapak dan Ibu Guru  bertanya-tanya, “Apa sih premis itu. Kenapa harus membuat premis dan apa perlunya?”

Premis merupakan dasar pemikiran yang digunakan sebagai langkah awal dalam mewujudkan ide/gagasan cerita dalam satu kalimat. Selain itu, diperlukan juga untuk memudahkan komunikasi dengan target yang sesuai, misalnya editor penerbit.

Dengan menyusun premis, tulisan tetap terjaga fokus di jalurnya. Oleh karena itu, premis digunakan sebagai panduan dalam menyusun kerangka tulisan.

Ada empat unsur yang harus terpenuhi saat membuat premis. Unsur-unsur itu adalah:
Karakter
Premis memuat tentang tokoh yang berperan penting dalam cerita

Tujuan Tokoh
Premis memuat tentang keinginan tokoh utama dalam cerita.

Hambatan/Rintangan
Premis memuat hambatan/rintangan yang dihadapi dan mengubah tokoh

Resolusi 
Premis memuat akhir dari cerita yang ditulis.

 

Keuntungan Membuat Premis

Premis adalah cikal bakal outline. Secara kasar dapat disebutkan bahwa premis adalah outline dalam bentuk mini. Dengan adanya premis akan memudahkan penulis dalam membuat outline/kerangka cerpen. Meskipun tidak harus tertulis seperti halnya outline, namun ada baiknya ditulis sebagai rambu-rambu dalam mengembangkan tulisan.

Kadang-kadang, ketika menulis imajinasi kita “liar”, bebas mengembara. Alhasil tulisan menjadi melebar ke kanan kiri dari premis. Cara mengatasinya adalah dengan  membatasi dan mengingatkan diri sendiri saat merasa tulisan terlalu melebar jauh dari premis. Jika melebar tetapi dirasa masih ada kaitannya dengan premis, rasanya tidak masalah. Oleh karena itu, buatlah premis satu kalimat yang lengkap agar tulisan berada di koridornya.

Kata Mas Momo, premis sebenarnya bukan syarat wajib sebuah cerpen toh tidak harus dituliskan. Hanya saja premis ini adalah nilai jual cerita yang kita tulis. Ia mencontohkan misalnya tanpa sengaja bertemu editor sebuah penerbitan kemudian ngobrol kita bisa menjual tulisan hanya dari premis yang kita buat. Editor mempunyai insting kuat terkait naskah meskipun hanya dari premis saja. Tuh penting, kan?

 

Contoh Tema dan Premisnya

Pemula seperti saya pasti menghendaki contoh. Nah, Mas Momo nggak pelit. Dia ngasih contoh tema dan premisnya sebagai berikut. Agar lebih mudah dibca, saya buat dalam bentuk tabel.

Sumber: eigendomo.com

Tantangan  

Sesuai judul, Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen, penutup bagian pertama ini adalah tantangan menulis. Sesuai arahan mentor, saya harus:

  1. Menuliskan lima tema yang bisa dikembangkan menjadi sebuah cerpen;
  2. Dari kelima tema tersebut, tuliskan masing-masing premisnya yang memuat empat unsur pembentuknya.

Jawaban

Menjawab tantangan Mas Momo, saya pun membuat iktisar tema dan premis. Tema dan premis berikut saya sajikan dalam bentuk tabel juga seperti di atas.

Gambar: Dok. Pribadi

Nah, Bapak dan Ibu Guru blogger pemula seperti saya, itulah jawaban dari tantangan kali ini. Tema dan premis apa yang akan dijadikan cerita pendek? Tunggu tulisan berikutnya.

#SeninBlogwalking   #SelasaBerbagi   #KamisMenulis   #SabtuBlogging  

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

29 thoughts on “Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen

  • 21/01/2021 at 22:11
    Permalink

    Terima kasih atas ilmunya pak mantap dapat ilmu baru lagi. Saya ndak ikut waktu itu. Alhamdulillah

    Reply
  • 19/01/2021 at 19:21
    Permalink

    kalau sayuran, ini sedep rasanya….enak banget dibacanya…

    flyer selasberbagi monggo dipakai Pak D

    Reply
  • 05/01/2021 at 12:10
    Permalink

    Runtut sekali uraian resumenya pakdhe…

    Reply
    • 05/01/2021 at 12:55
      Permalink

      Agar yang tidak sempat mengikuti, berasa bersama seperti kami.

      Reply
  • 04/01/2021 at 20:40
    Permalink

    Seringnya saya menulis begitu saja mengalir tanpa membuat premis, tapi dari tulisan ini sungguh menjadi penting untuk saya belajar menulis dengan lebih baik, membuat premisagar fokus terjaga. Salam hangat dari https://kiaedukasi.blogspot.com/ Pak D.

    Reply
  • 04/01/2021 at 16:27
    Permalink

    Penulisannya dan penampilannya oke jadi enak dibaca.

    Reply
  • 04/01/2021 at 13:22
    Permalink

    Terima kasih pak. Saya jadi bisa belajar dengan membaca tulisan Pak D.

    Reply
  • 04/01/2021 at 13:08
    Permalink

    Terimakasih pak D. Membaca serasa ikut langsung saja. Makin paham enak dimengerti.
    Salam sukses

    Reply
  • 03/01/2021 at 23:22
    Permalink

    Tema dan premisnya sepertinya menggoda untuk dieksekusi menjadi cerpen, Pak D

    Reply
  • 03/01/2021 at 18:13
    Permalink

    Sangat membantu untuk lebih memahaminya
    Terimakasih sudah berbagi Pak D

    Reply
  • 03/01/2021 at 17:55
    Permalink

    Mantaaapppp Pak D
    Rapih banget, dan pemilihan warna pada tabel sangat pas dimata…
    Terimakasih

    Reply
  • 03/01/2021 at 17:19
    Permalink

    Mskasih Pak krn tulisan ini membantu mengingat kembali materi yg disampaikan. Selain itu , contoh tema dan premisnya kereen..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *