Latihan Motorik Anak yang Makin Langka

Gambar: pixabay

Mengamati perkembangan motorik anak sejak ia berusia sehari hingga usia PAUD sangat mengasyikkan. Keterampilan motorik anak setiap hari makin berkembang. Yang dimaksud dengan keterampilan motorik adalah kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh.

Anggota tubuh yang digerakkan misalnya: bibir, lidah, kelopak mata, jari-jemari, kepala, tangan, dan kaki. Memang ketika bayi gerakan itu belum kentara. Namun, siring dengan tumbuh kembangnya, keterampilan menggerakkan otot-ototnya semakin aktif.

Kita mengenal perkembangan motorik kasar dan motorik halus.  Keterampilan motorik kasar melibatkan pergerakan otot-otot besar. Aktivitas yang dapat dilakukan anak misalnya merangkak, duduk, berdiri, berjalan dengan berpegangan pada benda, berjalan dengan tegak, bahkan berlari.

Perkembangan motorik halus terlihat seiring tubuh si kecil menjadi lebih stabil saat bergerak. Perkembangan motorik ini merupakan perkembangan gerak otot kecil dengan koordinasi mata dan tangan. Menggambar, memotong, menyusun puzzle, memegang botol minuman, maupun mengambil makanan adalah contoh keterampilan motorik halus yang dimiliki anak.

Perkembangan motorik anak dapat terlatih melalui kegiatan bermain. Lihatlah seorang mama memberikan mainan yang memiliki bola-bola yang bisa mengeluarkan bunyi. Seorang ayah memberikan lego untuk buah hatinya. Si Kakek mengajak cucunya bermain bola. Sejatinya mereka sedang melatih perkembangan motorik anak.

Bermain Sama Pentingnya dengan Belajar

Anna Surti Ariani., M.Si. seperti dikutip oleh health.detik.com mengatakan bahwa main itu proses belajar secara kinestetik pada anak. Baik main dengan Anda ataupun main dengan teman sebayanya itu sama pentingnya.

Dunia anak-anak adalah bermain. Tidak heran jika suatu saat ada seorang ibu yang marah kepada anaknya dan mengeluarkan kata-kata,” Main terus!”

Sang anak ternyata tidak kunjung pulang karena ia bermain dengan teman-temannya. Ia asyik dan lupa dengan kegiatan rutin mereka seperti mandi atau mengaji bagi anak-anak muslim. Bagi mereka, hidup adalah untuk bermain.

Anak-anak itu tidak memikirkan hal-hal yang kita pikirkan. Apalagi mereka memikirkan tentang belajar atau bekerja. Tidak heran, orang tua kadang sibuk mengingatkan atau menyuruh untuk belajar.

Di manapun dan kapanpun, jika ada kesempatan untuk bermain, anak-anak akan menggunakannya. Bahkan ketika mereka sedang belajar. Gemes, ya? Putra-putri Anda banyak bermain dan bukannya belajar?

Meskipun kadang orang tua jengkel karena anaknya banyak bermain, tetapi tahukah Anda bahwa bermain membantu mereka mengembangkan kemampuan fisik dan kognitif. Itu adalah cara yang tepat bagi anak untuk belajar kreatif.

Fokus utama bermain ialah untuk mengembangkan kreativitas anak. Semua anak memiliki potensi kreatif. Namun, perkembangan kreativitas merupakan tahap individu yang hanya dapat dilakukan oleh anak itu sendiri. Melalui bermain, diharapkan anak mampu mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu bermain memiliki pengaruh yang besar bagi tahap perkembangan anak.

 

Delapan Latihan Motorik Anak yang Makin Langka

Dari uraian di atas, bermain adalah latihan motorik bagi anak. Selain itu, masa kecil itu masa yang  sangat indah. Mereka bermain tanpa sekat dan aturan ketat. Ada delapan, mungkin juga lebih, permainan yang sejatinya latihan motorik bagi anak yang semakin langka.  Apa saja itu?

1. Mandi di Sungai

Sungai di sini bisa berarti saluran air atau saluran irigasi. Bisa juga sungai alam yang airnya masih mengalir.

2. Bermain Pasaran

Anak perempuan biasanya senang dengan permainan “pasaran”. Mengolah bahan makanan, menyajikan, juga mencuci peralatan. Mereka melakukan dengan riang dan memperlakukan peralatan serta bahan baku seperti bahan aslinya. Tidak lupa mulutnya ikut berimprovisasi.

3. Bermain mobilan dengan Pelepah Pinang

Pelepah pinang dapat dipakai untuk bermain. Lihat, betapa kuat otot sanag kakak ketika menarik “penumpang mobilnya”.

4. Petak Umpet

Bermain strategi dan kejelian. Mereka harus berlari dan kembali lagi ke tiang agar bisa menang. Sungguh latihan motorik yang sangat bagus.

5. Mengejar Layangan Putus

Satu lagi keterampilan motorik yang ditunjukkan oleh kegiatan anak berikut.

Layangan kadang diadu benang penariknya. Benang yang digelas bagus akan memenangi perlombaan. Teman yang kalah, layangannya akan melayang  karena talinya putus. anak-anak berlalri dan berebut. Bukankah itu latihan motorik?

6. Sonda mandah atau Engkleng/Engklek

Permainan anak perempuan  ini, kadang juga dimainkan anak laki-laki, membutuhan keseimbangan. Juga koordinasi gerak. Ia harus melompat, berjingkat, melompat dambil membalikkan badan, dan sebagainya.

7. Lompat tali

 

Laki-laki dan perempuan bisa memainkan permainan ini. Pemegang tali akan sabar menunggu pemain melompat. Tali direntangkan mulai dari setinggi lutut, setinggi kemaluan (maaf), lalu seudel (setinggi pusat), dan seterusnya. Mengasyikkan dan ini latihan otot yang bagus sekali.

8. Bermain Egrang

Koordinasi gerak, keseimbangan, dan kekuatan otot kaki sangat berperan dalam permainan ini. Siapa bisa membantah bahwa permainan ini bukan latihan keterampilan motorik?

Itulah beberapa permainan yang melatih motorik anak. Tentu masih banyak lagi selain delapan permainan anak-anak “jadul” tersebut yang semakin langka. Bermain mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, bethik, bermain karet, bermain rakit dari batang pisang, bermain kelereng, dan sebagainya.

Betapa kini semakin banyak anak yang diam terpaku bersama gawai atau laptopnya, memainkan game. Game pada laptop dan/atau gawai juga melatih motorik. Meskipun demikian, bermain dengan menggerakkan sebagian besar otot mereka di luar rumah akan lebih baik. Selain melatih keterampilan motorik, mereka pun bersosialisasi dengan sesama. Hal itu pasti lebih baik ketimbang menghabiskan waktu seharian bersama gadget.

 

 

*) Gambar adalah hasil tangkap layar dari: https://twitter.com/dhepaimin/status/1346675045171560448

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Latihan Motorik Anak yang Makin Langka

  • 08/01/2021 at 09:47
    Permalink

    Iyes, pak Susanto. menjadi inget begitu bahagianya anak kecil dan sikecilku. terimakasih membukakan wawasan untuk mengamati dan memperhatikan tingkahlaku anak kecil sebagai pembelajaran.

    Reply
  • 08/01/2021 at 09:32
    Permalink

    No .2 kalau di daerah saya namanya main masak-masakan .
    Mantul sekali paparannya P D.

    Reply
  • 08/01/2021 at 09:26
    Permalink

    Permainan seru itu dulu menjadi kewajiban…Duniaku dulu bermain dari pagi hingga malam. Seru mengingat jaman kecil dulu. Berbeda sekali dengan anak sekarang. Trima kadih pak D bisa mengenang masa lalu

    Reply
  • 08/01/2021 at 08:41
    Permalink

    Dulu suka maen begtu, anak sekarang mana sempat, gadget dan gadget

    Reply
  • 08/01/2021 at 07:52
    Permalink

    Waaahhhh seruuuuu semua contoh permainannya
    Saya pernah melakukannya, kecuali satu mandi di sungai… Hehehhe karena saya tidak bisa berenang

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *