Jamboard Papan Tulis Virtual yang Belum Banyak Digunakan

Jamboard Papan Tulis Virtual yang Belum Banyak Digunakan

Papan tulis virtual? Apa lagi ini? Mendengar kata virtual, bayangan yang melintas adalah dunia maya pada  gawai, laptop, dan internet. Ya, virtual memang berarti mirip atau sangat mirip. Kegiatan virtual artinya yang dilakukan mirip atau sangat mirip dengan versi aslinya. Contoh, kita mengenal istilah rapat virtual. Rapat virtual adalah pertemuan dari beberapa orang yang difasilitasi oleh teknologi internet. Yang sangat populer adalah Zoom Meeting. Selain itu G-Meet dan Cisco Webex. Mereka rapat seolah-olah dalam satu ruangan.

Di dalam kelas, guru biasanya menulis pada papan tulis. Dahulu, sewaktu penulis masih bersekolah di SD hingga SPG, Bapak dan Ibu Guru menulis di papan tulis hitam (blackboard). Mereka menulis menggunakan kapur tulis. Di laboratorium, guru IPA menulis pada papan tulis berwarna hijau tua. Lagi-lagi alat tulisnya adalah kapur dengan berbagai merek dagang pada waktu itu.

Mungkin karena alasan kesehatan atau lainnya, papan tulis hitam atau hijau dengan alat tulis kapur itu, sekarang banyak diganti dengan papan tulis putih (whiteboard). Papan tulis berbahan triplek dengan lapisan melamin maupun polypropylene menjadi papan tulis yang biasa ditemui dari TK hingga perguruan tinggi.

Jamboard Papan Tulis Virtual yang Belum Banyak Digunakan
Gambar: pexels-katerina-holmes-5905965

Papan Tulisku Nganggur

Namun sekarang, papan tulis putih (whiteboard) itu sudah lama sekali “nganggur”, tidak digunakan. Akibat pandemi menyerang negeri, pembelajaran tatap muka di kelas berubah 180 derajat. Tatap muka berubah menjadi pembelajaran individual dan virtual. Pembelajaran tatap maya langsung (sinkronus) maupun asinkronus. Papan tulis dengan pasangan setianya, spidol dengan tinta yang mudah dihapus, menjadi sangat jarang digunakan oleh guru.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang tidak memerlukan papan tulis itu. Guru lebih banyak menjelaskan materi pelajaran dengan “slide”, gambar, atau video. Sesekali guru menulis, itu pun direkam dan dibagikan dalam bentuk video, baik video mentah maupun video yang sudah diunggah pada channel YouTube.

Banyak guru yang belum tahu, (atau enggan menggunakan?) bahwa dalam pembelajaran jarak jauh mereka bisa menggunakan aplikasi yang disediakan oleh Google. Aplikasi itu bernama “Jamboard”.

Mengenal Jamboard

Jamboard sejatinya papan tulis digital. Jamboard adalah papan tulis digital besutan google. Papan tulis itu sangat istimewa karena sudah diintegrasikan dengan aneka layanan cloud. Menurut dailysocial.id perangkat tersebut pada dasarnya merupakan sebuah monitor 4K berukuran 55 inci. Bentang layar seluruhnya merupakan panel sentuh. Jamboard diperlakukan layaknya sebuah papan tulis digital. Setiap unit jamboard dibekali dengan sepasang stylus dan penghapus, plus sebuah webcam, speaker, dan Wi-Fi. Wah, canggih sekali.

Gambar: Google

Perangkat tersebut, menurut si empunya barang, dibanderol dengan harga mulai $4.999 USD bagi pelanggan G Suite for Education ditambah biaya dukungan dan pengelolaan sebesar 600 USD. Jamboard tersebut sangat cocok untuk institusi atau sekolah.

Bagaimana untuk kita, pengguna google gratisan, apakah bisa memanfaatkan jamboard? Rupanya google cukup baik hati. Ia memberi kesempatan kepada kita untuk menggunakannya.

Bagaimana Cara Menggunakan Jamboard

Untuk memulai aplikasi jamboard google, Anda harus membuka https://jamboard.google.com/.  Atau jika anda sudah masuk ke akun google Anda di laptop, silakan buka aplikasi google dan pilih jamboard.

Jamboard Papan Tulis Virtual yang Belum Banyak Digunakan

Setelah Anda pilih akan keluar tampilan sebagai berikut.

 

Jamboard Papan Tulis Virtual yang Belum Banyak Digunakan
Tampilan Aplikasi Jamboard Google.

Untuk memulai silakan klik tombol warna oranye dengan simbol “+” (New jam). Setelah tombol tersebut diklik, akan keluar tampilan sebagai berikut.

Jamboard Papan Tulis Virtual yang Belum Banyak Digunakan

 

Ganti nama berkas Jamboard sesuai dengan keperluan. Pembaca bisa menambah dan menghapus frame sesuai keperluan.

Mulailah menulis dengan memilih bermacam alat tulis yang disediakan. Pembaca bisa menghapus dengan tool penghapus, menambah catatan, menambah gambar, berbagai bentuk bangun datar, membuat teks, dan menggunakan laser berupa garis yang dapat menghilang jika selesai digunakan.

Menyimpan dan Mengirim Berkas

Jamboad yang sudah selesai kita buat dapat langsung dibagikan berupa link drive google. Dapat juga menyimpannya dalam bentuk file PDF atau menyimpannya sebagai gambar. Bedanya, jika menyimpan dalam bentuk file PDF, seluruh frame menjadi halaman-halaman layaknya slide Ms. Power Point yang disimpan dalam bentuk PDF.

Demikian sekilas informasi tentang papan tulis virtual bernama jamboard. Tunggu apa lagi, ayo kita praktikkan. Agar lebih memahami, anda dapat membuka tutorial yang sudah dibuat teman berikut ini.

#Jan17AISEIWritingChallenge

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

10 thoughts on “Jamboard Papan Tulis Virtual yang Belum Banyak Digunakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *