Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen #Bagian 2

Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen #Bagian 2
Ilistrasi Tokoh Cerita: pexels-pixabay-163036

Alur dan Penokohan

Belajar langsung praktik menulis cerpen sebelumnya berbicara tentang tema dan premis sebuah cerita yang akan dibuat. Tema merupakan pokok pikiran atau gagasan yang menjadi dasar dan bertindak sebagai nyawa atau ruh dalam penulisan cerita pendek. Tema diperlukan untuk menyampaikan isi pesan dari sebuah cerita pendek. Premis merupakan dasar pemikiran yang digunakan sebagai langkah awal dalam mewujudkan ide/gagasan cerita dalam satu kalimat.

Tulisan kedua, belajar langsung praktik menulis cerpen, ini membahas tentang alur dan penokohan. Alur merupakan struktur rangkaian kejadian dalam sebuah cerita yang disusun secara kronologis. Alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan yang terdapat dalam cerita harus berkaitan satu sama lain.

Sebelum menguraikan lebih panjang, tulisan ini adalah materi kegiatan komunitas blogger yang tergabung pada grup Lagerunal bertajuk #SelasaBerbagi. Narasumber kita kali ini adalah Mazmo Sudomo. Beliau sebelumnya sudah membagikan materi menulis fiksi yakni tema dan premis.

Jenis Alur

Terdapat beberapa macam alur. Ada alur maju, alur mundur, alur sorot balik, alur campuran (maju-mundur), alur klimaks, alur antiklimaks, dan alur kronologis.

Pertama, alur maju. Alur maju atau progresi adalah jalinan peristiwa dari masa lalu ke masa kini yang berjalan teratur dan berurutan sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir cerita. Tahapan pada alur cerita ini adalah awal, perumitan, klimaks, antiklimaks, dan akhir.

Kedua, alur mundur. Alur mundur atau regresi merupakan alur cerita yang jalinan peristiwanya terjadi dari masa kini ke masa lalu. Alur mundur disusun tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir cerita. Tahapan pada alur mundur ini adalah akhir, antiklimaks, klimaks, perumitan, dan awal.

Ketiga, alur sorot balik. Alur sorot balik disebut juga alur flashback. Alur ini mendahulukan akhir cerita dan setelah itu kembali ke awal cerita. Tahapan peristiwa pada alur jenis flashback adalah klimaks, antiklimaks, akhir, perumitan, dan awal.

Keempat, alur campuran. Alur campuran (maju-mundur) merupakan alur yang diawali klimaks, kemudian melihat lagi masa lampau dan dilanjutkan pada penyelesaian yang menceritakan banyak tokoh utama sehingga cerita yang satu belum selesai kembali ke awal untuk menceritakan tokoh yang lain. Tahapan pada alur ini adalah klimaks, perumitan, awal, antiklimaks, dan penyelesaian.

Kelima, alur klimaks. Alur klimaks merupakan alur yang susunan peristiwanya menanjak dari peristiwa biasa meningkat menjadi penting yakni menegangkan.

Keenam, alur antiklimaks. Alur antiklimaks adalah alur yang susunan peristiwanya makin menurun dari peristiwa menegangkan kemudian menjadi kendor dan berakhir dengan peristiwa biasa.

Ketujuh, alur kronologis. Dinamakan alur kronologis karena susunan peristiwanya berjalan sesuai dengan urutan waktu. Dalam alur ini terdapat hitungan jam, menit, detik, hari, dan sebagainya.

Anda sebagai pencerita bebas memilih alur apa yang akan digunakan dalam cerita Anda.

Unsur-unsur Alur

Setiap alur memiliki unsur-unsur: pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik memuncak atau klimaks, dan penyelesaian atau ending.

Pada bagian pengenalan cerita, pengarang memperkenalkan tokoh utama, penataan adegan cerita, dan hubungan antartokoh yang terdapat dalam cerita.

Pada bagian awal konflik, pembuat cerita akan memunculkan bagian-bagian dalam cerita yang dapat menimbulkan masalah. Selanjutnya permasalahan yang dialami tokoh akan semakin meningkat menuju konflik.

Tokoh dalam cerita akan dihadapkan dalam penentuan akhir yang akan dialami. Kegagalan atau keberhasilan menjadi penentu nasib tokoh. Kondisi inilah yang dinamakan konflik memuncak atau klimaks.

Selanjutnya, tokoh akan ditentukan nasibnya. Pencerita akan membuatnya bahagia atau sebaliknya, tokoh bernasib buruk. Tidak jarang, pengarang menyerahkan ending cerita kepada pembaca. Dengan kata lain ending cerita bersifat menggantung. Imjinasi pembaca maupun emosinya yang akan menentukan kisah selanjutnya.

Penokohan

Pembaca tentu sudah biasa mendengar istilah tokoh protagonis, antagonis, tritagonis, dan figuran. Satu di antaranya bahkan sering diterjemahkan keliru oleh pembaca. Umumnya, pembaca menganggap bahwa tokoh protagonis adalah tokoh yang bersifat baik. Sesungguhnya, protagonis adalah tokoh yang menjadi sentral cerita. Jadi, bisa saja protagonis itu tokoh yang bersifat baik atau jahat.

Lawan tokoh protagonis adalah antagonis. Jika protagonisnya adalah tokoh yang bersifat baik maka antagonisnya bersifat buruk dan sebaliknya. Tokoh antagonis memiliki peran sebagai tokoh yang menghidupkan cerita. Tokoh ini membuat cerita menjadi semakin menarik.

Pertentangan antara dua tokoh ditengahi oleh tokoh pelerai. Tokoh pelerai yang menghubungkan protagonis dan antagonis dinamakan tokoh tritagonis. Tokoh ini muncul namun tidak menjadi sentral cerita.

Selanjutnya, ada tokoh yang berperan sebagai figuran. Tokoh figuran berperan tidak begitu penting. Ia berperan sebagai penunjang tokoh utama. Namun dengan adanya tokoh figuran, cerita semakin lengkap dan hidup.

Protagonis, antagonis, tritagonis, dan figuran adalah pembicaraan tentang penokohan. Penokohan merupakan perangkat yang digunakan pencerita untuk menjelaskan detail tentang karakter tokoh dalam sebuah cerita.

Bagaimana pengarang mengenalkan karakter tokoh? Kadang karakter tokoh dikenalkan penulis secara langsung. Namun pengarang sesekali juga mengenalkan karakter tokohnya secara tidak langsung.

Penokohan berfungsi membantu pembaca memahami proses pemikiran tokoh melalui narasi maupun dialog. Oleh karena itu, pengarang dalam mengenalkan karakter tokoh-tokohnya melalui tahap-tahap atau cara-cara yang berbeda. Pengenalan karakter dapat melalui pengenalan fisik, perilaku, proses pemikiran tokoh, ekspresi pendapat, percakapan dengan tokoh lain, atau respon orang lain terhadap kerpibadian.

Tantangan

Layaknya sebuah proses belajar, tidak lengkap jika tidak dakhiri dengan tantangan. Tantangan yang diberikan sesungguhnya menggiring peserta untuk belajar langsung praktik menulis cerpen. Jarang sekali ada pelatihan menulis cerita. Kalau pun ada, para peserta biasanya diminta kontribusi biaya.

Beruntunglah Anda para pembaca. Komunitas Lagerunal yang dikelola oleh Bung Bryan dan Bang Cipto mengajak kita belajar menulis cerita secara gratis. Tantangannya sebagai berikut.

Buatlah alur/plot dari tema dan premis yang ditentukan.

Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen #Bagian 2

 

Tentukan nama tokoh dan wataknya untuk setiap peran. 

 

Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen #Bagian 2

 

Contoh

Tidak lengkap rasanya jika tidak melihat contoh. Dengan contoh pemahaman terhadap materi diharapkan lebih mendalam. Contoh untuk mengisi tabel di atas misalnya seperti ini.

Tema:

Persahabatan tiga orang anak SD

Premis:

Seorang anak SD yang mengajak dua orang temannya melakukan perjalanan ke rumah kakeknya dan berjuang memahami konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.

Alur

Pengenalan Cerita
Rama, seorang siswa SD berusia 11 tahun sedang belajar. ia mendapat tugas dari gurunya tentang pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Awal Konflik
Rama belajar dengan membaca buku paket. Namun tidak kunjung paham, belum bisa menyelesaikan tugasnya. Ibunya memberikan saran untuk belajar ke rumah kakek.

Menuju Konflik
Rama mengajak kedua orang temannya. Salah seorang temannya tidak diberikan izin oleh orang tuanya. Rama berusaha meyakinkan akhirnya berhasil mengajak.

Konflik Memuncak atau Klimaks
Rama dan kedua temannya sampai di rumah kakek. Kakek dan nenek meminta mereka menemukan sendiri. Di sana mereka berusahan menemukan pesawat sederhana. Di sana mereka dituduh mencuri oleh anak kampung saat menemukan pesawat sederhana secara tidak sengaja.

Penyelesaian atau Ending
Setelah kakek dan nenek meminta maaf, mereka bertiga pun dimaafkan. Kakek dan nenek berjanjikan menjelaskan kepada mereka tentang pesawat sederhana. Mereka pun memahami penjelasan sambil menjalankan berbagai macam hukuman membersihkan rumah kakek dan nenek menggunakan pesawat sederhana.

 

Itu saja dulu karena saya akan menyelesaikan tantangan. Sampai jumpa pada tulisan berikutnya.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

13 thoughts on “Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen #Bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *